[Kiriman FF] All Night Long (Oneshot)

mmm

All Night Long, by. morschek96

Romance, Yadong, NC21 / BDSM

Rate M

Kim Kai – Lee Sena

Others.

WARNING!!! Unsur dewasa dan kekerasan seksual.

Sebelumnya : [Lingerie] <= Sehun Edition

***

Hari ini adalah hari pertama bagi Sena untuk mulai bekerja setelah dua minggu ditugaskan untuk memimpin workshop perusahaan di Jepang. Ia adalah seorang head manager di perusahaan A&V Corp, yakni perusahaan milik tunangannya sendiri.

Sebuah setelan blouse dan rok pendek berwarna biru tua senada membalut tubuh rampingnya. Sena hendak memasuki lift hingga pengelihatannya menangkap sosok yang tak terlalu asing baginya. Seorang lelaki yang sedang menelpon dengan gelagat aneh di pojok ruangan.

Sena berjalan mendekat dengan langkah pelan, hingga jarak mereka mulai menyempit dan Sena sontak memeluk lelaki itu dari belakang. “Merindukanku?” ucapnya sembari meletakkan dagunya di pundak lelaki tadi.

Lelaki itu menoleh kearah Sena dan langsung menariknya, menarik pergelangan tangan Sena kuat dan berjalan memasuki sebuah— ruangan rak sapu.

“Mwoya oppa?”

“Ssttt.. “ lelaki itu meletakkan jarinya didepan bibir mengisyaratkan Sena untuk tidak terlalu berisik. “Aku sedang dalam masalah Sena-ya.”

“Masalah apa?”

Pencahayaan yang kurang diruangan sempit nan tertutup ini membuat keduanya tak terlalu melihat wajah masing-masing dan sulit pula untuk bergerak.

“Aku meninggalkan dokumen penjualan bulan lalu di rumah. Aboeji akan membunuhku jika tahu aku meninggalkannya.” Lelaki itu membuang napasnya frustasi. “Padahal 15 menit lagi rapat akan dimulai.”

“Lalu bagaimana?” Sena pun membelakkan matanya panik, bagaimana ada seseorang yang seceroboh tunangannya ini.

“Aku menyuruh supir Kang untuk mengambilkan, sampai dokumennya belum ada padaku, aku tidak boleh bertemu dengan aboeji.” Ucapnya masih dengan nada panik.

“Kai oppa— apa kau tidak merindukanku?” kalimat yang ingin sekali Sena ucapkan pun akhirnya dapat keluar dari bibirnya.

Kai, tunangannya pun tersadar, ia menyuggingkan bibirnya samar. “Tentu saja aku sangat merindukanmu, aku seperti orang linglung tanpa kau disini.” Kai membelai puncak kepala Sena hingga bagian ujung rambut gadis itu.

Pelukan hangat Sena mengawali skinship keduanya. Tak peduli dimana dan situasi seperti apa saat ini, mereka hanya ingin saling membuang kerinduan.

Tangan kekar Kai membalut tubuh ramping Sena, pangutan bibir keduanya pun terjadi. Kecupan-kecupan hangat, hisapan bibir, dan erangan halus terdengar di ruangan sempit itu. Kai menggigit bibir bawah Sena dan disanalah ia menemukan akses lidah untuk menjelajahi mulut hangat Sena yang dua minggu ini meninggalkannya.

“Aahhh..”

Decakan semakin jelas terdengar, lelehan saliva dengan cekat dijilat kembali oleh Kai yang menguasai permainan.

Tangannya pun tak ingin menganggur langsung mendarat di pantat sintal si gadis. Meremas dengan gemas dan entah sejak kapan rok pendek Sena sudah naik sepenuhnya hingga menampilkan celana dalamnya.

Erangan Sena semakin nyata ketika Kai mencoba untuk membuka celana dalamnya. Tangan Sena bergerak untuk menghentikan apa yang akan Kai lakukan namun, ia hanya terlalu lemas dan nikmat untuk sekedar meladeni permainan Kai.

Kai membuka setengah celana dalam Sena dari belakang hingga dengan samar dapat melihat bokong mulus milik tunangannya itu. Kai semakin nakal ketika jari-jarinya mencari akses untuk memasuki sebuah lubang kenikmatan Sena.

“Ahh.. oppaahh.” Ucapan Sena tercekat diujung lidah ketika mendengar sebuah langkah kaki yang berjalan mendekat. Sontak Kai juga menghentikan gerakan tangannya.

Satu detik…

Dua detik…

Tiga detik…

Suara tersebut menghilang dan helaan napas lega dari keduanya pun terdengar. Mengetahui keadaan yang telah aman, Kai segera melanjutkan pergerakan jarinya. Sena menggigit bibir bawahnya kuat ketika jari tengah Kai berhasil memasuki lubang analnya.

“Aah.. oppa— aniyo, bukan lubang yang itu..” desahnya yang membuat si junior Kai semakin bangkit dibawah sana.

“Aku ingin memasuki lubang yang ini chagiya.. ada saatnya untuk memasuki lubang vaginamu nanti.” Ucap Kai nakal nan seduktif.

Hawa memanas, Kai meng-in-out kan jarinya di bawah sana. Sena pun tak kuasa untuk memejamkan mata dan menikmati servis yang tunangannya ini berikan.

“Aahh.. ahh..”

Kai bergerak dengan brutal di bawah sana, menumbuk lubang manis milik Sena yang berkedut tak karuan. Setiap detiknya Sena merasa bahwa pijakan kakinya semakin melemas. Tubuhnya mengejang pertanda Sena akan segera klimaks.

“Jangan terlalu cepat chagi.. aku tidak ingin kau keluar dengan cepat.” Kai mengeluarkan jarinya dengan satu kali sentakan membuat lubang anal Sena nyeri bukan main. Tak dapat disangkal Sena merasa sedikit kecewa, Kai telah mempermainkan napsunya. Padahal tinggal sedikit lagi cairan orgasmenya akan keluar.

Napas Sena memburu dengan mata yang masih semi-semi terpejam. Entah mengapa ia tak menyukai saat seperti ini, lubangnya akan terasa kosong saat Kai mengeluarkan jarinya maupun juniornya.

Tak lama setelahnya Kai pun menuntun tangan Sena untuk masuk kedalam celananya. Sena melebarkan matanya ketika menyadari apa yang tengah ia pegang. Junior Kai.

“Buat milikku ini senang chagi.” Ucap Kai seduktif selagi menuntun tangan Sena untuk mengocok juniornya, bibirnya memangut milik Sena kembali.

Dengan ragu Sena mulai kembali menyentuh kejantanan Kai yang sempat ia tinggalkan, setiap detiknya Sena merasa bahwa junior Kai semakin membesar dalam genggamannya.

Semakin cepat dan kuat Sena mengocok kejantanan Kai. Dapat Sena rasakan cairannya pun meleleh keluar dari vaginanya sendiri. Sena juga ingin disentuh, vaginanya meminta untuk dimasuki dan dimanja.

“Eunggh.” Desahan pertama keluar dari bibir Kai.

Tapi— ini bukanlah saat yang tepat untuk bermain, Sena harus kembali ke ruangannya dan Kai harus segera menghadiri rapat. Sontak Sena menjauhkan wajahnya, menghentikan pangutan bibir panasnya dengan Kai. Juga mengentikan gerakan tangannya yang memanjakan kejantanan sang kekasih.

“Oppa, sudah dulu.” Ucapnya pelan sembari mengumpulkan kesadaran. Sena membenarkan rok pendek dan celana dalamnya. Memasangkan kembali resleting celana Kai dan keluar dari ruangan tersebut dengan wajah memerah.

“Sial” umpat Kai dalam hati, padahal ia barusaja akan menemukan puncaknya. Berorgasme tepat di genggaman tangan lembut Sena. “Akan kita lanjutkan ini chagiya.”

.

.

***

Keluar dari lift, Sena berjalan di parkiran menuju mobilnya. Sore ini sudah menunjukkan pukul 5 p.m dan Sena telah hendak membuka pintu mobilnya ketika sebuah tangan mendahuluinya untuk membuka pintu tersebut.

“Aku yang akan menyetir.” Ujar orang itu santai dan masuk kedalam mobil Sena, duduk di kursi kemudi.

“Yaa oppa, bukannya kau membawa mobilmu?”

“Aku menyuruh supir Kang untuk membawanya pulang, aku akan menginap di appartmenmu sayang.” Kai mengerling genit dan tatapannya menjadi seduktif ketika memperhatikan lekuk tubuh Sena dari atas hingga bawah. Mengingat bagaimana tubuh polos nan pasrah gadis itu ketika berada dibawahnya, menggeliat dan mendesah dengan penuh keringat, sangat seksi.

Kai menelan salivanya ketika ia mengingat apa tujuannya menginap di tempat Sena malam ini. Setelah dua minggu tidak mendapat sentuhan gadis itu membuatnya nyaris gila.

Mengemudi dengan tenang, Sena yang berada di sebelah Kai pun hanya memainkan ponsel di sepanjang perjalanan.

“Mwo? Kukira kau merindukanku, mengapa sekarang aku diacuhkan, huh?” ucap Kai yang masih fokus mengemudi.

“Hari pertama yang melelahkan oppa.”

Kai tersenyum dalam hati, akan ia berikan makna kata lelah yang tepat setelah berhasil menindihi dan mencumbumu semalaman.

.

.

Berada di dalam apartment sang gadis, Kai langsung masuk ke dalam kamar dengan menggandeng tangan Sena.

“Mwoya?” Sena memperhatikan Kai dengan pandangan was was. Sepertinya tidak hanya ada acara menginap malam ini— yakni lebih.

“Aku merindukanmu chagi~” Kai memajukan wajahnya dan kembali memangut bibir Sena. Lembut dan hangat, Kai menyukai setiap bagian tubuh tunangannya ini.

Dengan tak sabar Kai menggendong Sena dan menjatuhkannya diatas tempat tidur, menindihi tubuh kecil si gadis. Mencoba membuka baju dan rok pendek Sena, hingga kini Sena hanya memakai bra dan CD hitamnya. Kai menghentikan kuluman bibir mereka dan turun menuju paha sang kekasih, membuat kiss mark di pangkal pahanya.

Sena mengerang keenakan ketika CD bagian luarnya dielus dengan lembut oleh Kai. Keringat mulai keluar dari tubuh keduanya, apalagi Kai yang masih memakai pakaian lengkap kantor.

“Aaaahh..” pelepasan pertama Sena pun terjadi, tubuhnya berdesir nikmat dengan lelehan cairan orgasme dibawah sana.

Kai membuka bra dan celana dalam Sena lalu menjilati semua cairan yang keluar dari vaginanya. Lidah yang hangat dan empuk itu memanjakan bagian tersensitifnya dengan sangat baik.

“Akan kuselesaikan malam ini juga chagi, aku sangat merindukanmu.” Ucap Kai disela kegiatannya.

Melihat Sena yang mulai lemas, akhirnya Kai membuka pakaiannya sendiri. Menjadikan ikat pinggangnya sebagai tali yang mengikat kedua tangan Sena keatas headboard tempat tidur, dan dasi yang akan mengikat kaki kiri Sena ke tiang tempat tidur hingga kedua kaki si gadis dapat mengangkang sempurna dalam permainannya nanti.

Kai meremas kedua payudara sintal sang gadis, menjilati dan sesekali menggigit nipplenya. Dapat Kai rasakan pula bahwa juniornya telah menegang dibawah sana, tak sabar untuk mengoyak lubang Sena dengan kasar hingga membuat gadis itu menjerit kenikmatan.

Kai kembali meraup bibir Sena, kini lebih kasar dari sebelumnya. Tangan kanannya mengelus dan sesekali ia masukkan ke dalam vagina sang kekasih dan tangan kirinya ia gunakan untuk mencubit dan memelintir nipple Sena.

Apakah Kai mencoba bermain kasar kali ini?

Sena mengerang dan mendesah pasrah dibawah Kai, tangan dan kaki kanannya telah diikat dan rubuhnya sudah terlalu lemas untuk melawan permainan Kai.

Kai turun menuju leher jenjang Sena, memberikan beberapa kiss mark disana. Lalu turun menuju payudara sintal sang kekasih.

“Aku sung— sungguh sangat merindukan payudara lembutmu chagiya~” ucap Kai disela kegiatan panas mereka.

“Aahh.. aakkkhhh … oppahh— Kai oppaah..” sementara Sena tak habis-habisnya mendesahkan nama Kai. Ini gila, namun Sena menikmatinya.

Tangan Kai semakin bergerak brutal di bawah sana, menusuk vagina Sena hingga tubuh gadis itu berguncang hebat.

“Ahh.. aahh more oppaahh.. aaakkhh..” Sena menggelengkan kepalanya, kata-kata memohon itu keluar dari bibirnya dengan spontan. Member reflek atas servis yang Kai berikan.

Semakin kencang sodokan Kai dan teriakan Sena, akhirnya—

*bluuurrrrr*

Cairan orgasme pertama Sena pun keluar. Terasa hangat dan lengket di bagian bawahnya. Sena memejamkan matanya dan menikmasi sensasi nikmat ini.

Tak berapa lama kemudian benda lunak terasa sedang menggesek vaginanya. Ternyata Kai sedang mencoba untuk menjilati dan menelas cairan orgasme kekasihnya.

Kaki Sena telah mengangkang sempurna memudahkan Kai untuk menjamah bagian-bagian tersensitifnya. Kai menjilat dan sesekali menghisap tepat di lubang Sena. Menelan cairan itu tanpa jijik. Lalu melesatkan lidahnya untuk menggoda lubang kenikmatan Sena.

Sena merasakan gelid an nikmat yang bersamaan. Apalagi ketika Kai menghisap vaginanya dengan kuat. Uhh..

“Aahh.. aahh.. aahh pelanh oppahh.. ehmm ehn aaakh..”

“Slurpp.. ahh.. ne chagiya~.. eumm.. slurp..”

Secara mendadak Kai menghentikan kegiatannya, ia berjalan menuju tas kantornya tang berada di atas meja. Mengeluarkan benda berwarna peach panjang yang akan membuat Sena menjerit kenikmatan.

Vibrator.

Kai menekan tombol pada mode slow lalu menggesekkannya pada luar dinding vagina Sena. Tubuh Sena tersentak. Mengapa Kai harus menggunakan alat untuk permainannya kali ini?

“Op—ppah.. dari mana kauhh mendapat alat itu?” Ucap Sena susah payah.

“Kuambil dari kamar Sehun ketika aku mengunjungi rumahnya sayangg..”

Kai menambah volume getaran pada vibratornya lalu memasukkannya kedalam vagina SEna dalam satu hentakan.

“Aaaaahhhhh..”

Kai memasuk-dan-mengeluarkan benda itu dengan kasar dan brutal. Membuat Sena sedikit meneteskan air mata, demi apapun, rasanya sangat sakit dan ngilu.

“Mianhae chagi.. setelah ini kau akan merasakan kenikmatan yang membuatmu melayang.”

Benda itu menumbuk g-spot Sena dengan tepat dan harus membuat Sena berguncang karena nikmat. Menghajar titik manis itu secara cepat.

“Oppah.. ini nikmat.. aaaahh more oppaahh.. ouh..”

“Ne chagi, as your wish..”

“Aaakkhhh fuck— fuck me oppahh.. harder.. faster.. aaahh oppaah.. aaaaaaahhhh”

Bertepatan dengan desahan panjang Sena, keluarlah orgasme keduanya. Kai mengeluarkan alat penggetar itu radi dalam vagina Sena sehingga dapat melihat bagaimana vagina seksi milik kekasihnya itu mengeluarkan cairan bening, dan berkedut-kedut ingin dimanja.

Tanpa pikir dua kali Kai langsung mengarahkan juniornya yang telah menegang memasuki lubang kenikmatan Sena.

Satu hentakan..

Dua hentakan..

Tiga..

Empat..

Lima..

Lalu menjadi berkali-kali hentakan dengan tempo yang sangat cepat.

“Awwhh.. lubangmu sempit sekali chagi..”

“Aaahh oppaa.. penismu juga besar sekali..” Sena membalas perkataan kotor Kai dan malah membuat libido Kai semakin naik.

Kai menahan kedua paha Sena agar terus mengangkang agar ia dapat menghajar lubang itu dengan leluasa.

Rasanya perih bercampur nikmat yang luar biasa.

“Aaahhh.. aemmhh.. akhh.. eeuunng.. terus oppahh..”

“Aaahh Sena-ya.. lubangmu sangat nikmat sayaang..”

Suara gesekan antar kulit, kecipak cairan orgasme dan decitan tempat tidur mewarnai kegiatan mereka malam ini.

Semakin dalam, kasar, dan brutal perlakuan Kai pada kekasihnya. Suara desahan dan jeritan Sena pun layaknya isyarat bagi Kai untuk semakin menyiksa tubuh sang kekasih.

“Aaahh.. I’m coming baby..”

*crrooottttt* *crrooootttt*

Akhirnya pelepasan panjang Kai pun terjadi. Cairan sperma itu tumpah didalam rahim Sena. Terasa hangat dan menggelitik bagian terdalam vaginanya.

“Aaaahhh.. akhh akhh..”

“Aaaakkhhh.”

Keduanya mencoba untuk menetralkan napas masing-masing. Wajah Sena telah merah padam begitu pula Kai yang terselimuti hasrat lebih-menjamah-tubuh-kekasihnya.

Kai merapikan rambut Sena yang berantakan, memberikan senyum terbaiknya kepada Sena. Layaknya sudah tidak bercinta selama bertahun-tahun, namun faktanya mereka hanya berpisah selama beberapa minggu.

Kai mengecup bibir Sena kilas, lalu menggigit bibir bawahnya meminta akses lidah untuk menjamah mulut kekasihnya.

“Ahn.. eumm.. akh..” desahan Sena kembali keluar ketika lidah Kai bergeliatan didalam mulutnya. Eungg.. Kai memang ahli dalam memanjakan tubuhnya.

“Menungginglah baby.” Pinta Kai dengan nada seduktif. “Aku akan lebih menghajar lubang kenikmatanmu tanpa ampun. Akan kupenuhi lubangmu akan diriku.. Awwhh..” ucap Kai seraya melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Sena yang sempat ia ikat dengan sengaja.

Seperti hipnotis, Sena menuruti perintah Kai dengan cepat. Sena menungging membelakangi Kai, hingga dapat Kai lihat dengan jelas vagina milik kekasihnya.

Kai mengelus pantat sintal Sena dengan gerakan seduktif, membuat Sena harus menggigit bibir bawahnya menahan sensasi.

Lalu berumah menjadi remasan. Sesekali menyentuh lubang vagina dan lubang anal Sena dengan sengaja.

#plak!

#plak!!

Kini Kai menampar pantat sintal gadis itu dengan kasar, namun yang Sena rasakan adalah— nikmat.

Tangan besar lelaki itu menampar bokongnya tanpa ampun. Sena lebih menonjolkan pantatnya minta lebih. Dan Kai mengerti, lebih mengeraskan tamparannya hingga kini pantat indah itu telah merah sempurna.

“Haahhh.. haahh..” napas Sena memburu

Tak lama hingga Kai memasukkan kembali kejantanannya, mengeluar-masukkannya dengan kasar. Menghajar sweet-pot sena bertubi-tubi.

“Aaahh.. Aaakkh oppa ini lebihh— nikmat dari sebelumnya..”

“Aaaahh chagii..”

“Aaaahhh.. aaakhh— eumm… eennhh.. aahhh..”

Junior Kai terasa lebih terjepit dalam posisi seperti ini. Memberi sensasi kenikmatan berkali-kali lipat dari sebelumnya. Dan vagina Sena terasa terkoyak hebat oleh kejantanan Kai yang semakin membesar didalam sana. Sena memejamkan matanya, menikmati rasa perih dan manis pada waktu bersamaan.

Dengan posisi seperti ini dapat terlihat dengan jelas payudara Sena yang menggantung. Tak ingin menyia-nyiakan bagian itu, tangan kanan Kai pun meraih nipple Sena dan mencubitnya gemas. Sesekali memijat buah dadanya, dan memelintir putting kemerahan itu.

Satu tangannya menahan pinggul gadis itu agar tetap bergerak maju-mundur memanjakan juniornya. Kai benar-benar memanjakan titik-titik kenikmatan Sena dengan baik.

“Aaahh.. lagi oppahh.. semakin dalaamm..”

“Aaahh.. ne Sena-ya.. akkhh..”

Gerakan Kai semakin kasar dan cepat. Membuat Sena menjerit lebih keras. hingga—

*croootttt*

*bluuuurrr*

Mereka klimaks di saat yang bersamaan. Cairan mereka bercampur menjadi satu di dalam rahim Sena, dan sisanya yang tak tertampung pun meleleh keluar karena saking banyaknya.

Badan Sena ambruk di kasur. Disusul Kai yang juga berbaring di sebelahnya.

Permainan panjang malam ini ditutup dengan sebuah kecupan di dahi Sena oleh Kai.

.

.

-END-

Haii.. haii.. balik lagi sama saya author gaje yg nulis FF beginian. Hehehe entah kenapa ini otak yadong kembali muncul, dan kali ini pemerannya adalah bangKai..^^

Aiihh maap ya bagi reader sekalian kalau ceritanya kurang bagus atau sex scene-nya kurang HOT (?)

Karena saya emang gak spesialisnya bikin FF beginian. Cuma pada kali ini saya pengen buat, ya akhirnya nulis deh FF ini huehehe.. jangan lupa kasih komentar yah entah baik atau buruk.😀

See you in my another FF..!

-morschek96

https://morschek96.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s