Tag Archives: choi seung hyun

[Re-Post] But I Love You

Title: “but I love u”
Genre : tak bisa dijelaskan (?) yg penting YAOI but niatnya sad romance *pasaran amat yak!
Rate : G
Length : oneshoot
Author : lailla mustika pertiwi
Pairing : G-dragon-TOP

Karena ternyata postingan ini ga lengkap, jadi gue repost aja deh. Hihihi (?)
Ini ff lama gue, jadi maap kalo bahasanya masih alayhissalam (?)
Oke, check it check it aja deh ya 😀

***

Continue reading

THE ADVENTURE CLUB episode #1 part 1

Title : “The Adventure Club” episode #1

Subtitle : First Adventure

Genre : horor *gatau seremnya mah*, a little comedy, a little sadistic, friendship, family, a little romance

Length : 1 of ? di episode #1

Rate : PG 13+ ajalah..

Main cast : *liat di perkenalan*

Other cast :

–       park yoohwan

–       mr sammy

Summary : Club petualang akan mengadakan “First Adventure” dalam waktu dekat karena liburan sekolah. Lalu, bisakah club itu mendapatkan izin dari kepala sekolahnya setelah kejadian ‘gugur’-nya 5 pahlawan sekolah?

Disclaimer : semua yang ada di FF ini punya saya, termasuk castnya *dibakarmassa* kalo ternyata ada ff yang sama, ya maafkan saya.. saya ga pernah baca yang kaya gini soalnya..

A/N : annyeong!! Inilah part 1 dari episode 1 ff nista ini..!! hahaha.. kalo ada yang ga niat baca, tapi malah ikut baca, jangan marah. Itu urusan anda kenapa baca ff ini *plakk*

THE ADVENTURE CLUB (prolog)

Title : “The Adventure Club”

Genre : horor *gatau seremnya mah*, a little comedy, a little sadistic, friendship, family, a little romance

Length : 5 Episode, entah berapa part dalam satu episode #plakk# ditambah prolog+epilog

Rate : PG 13+ ajalah..

Main cast : *liat di perkenalan*

Other cast :

Disclaimer : semua yang ada di FF ini punya saya, termasuk castnya *dibakar massa* kalo ternyata ada ff yang sama, ya maafkan saya.. saya ga pernah baca yang kaya gini soalnya..

A/N : ini baru prolog. Seterah dah mau kepanjangan/kelebaran/ketinggian ato begimana.. yang penting ini saya bikin ga sampe 2 hari *yaiyalahhhh

Happy readingggg..

 

-prolog-

 

Lapangan upacara dipenuhi anak-anak kelas 1 yang sedang berada dalam masa orientasi. Demo eskul sudah dilakukan beberapa club yang harus diikuti oleh anak-anak baru itu.

Di sisi lain, ada 3 orang yang sedang berdiskusi di ruang rapatnya, untuk mendiskusikan tentang anggota baru agar club itu tidak dihapus dari daftar eskul.

“okay. Gimana nih cara biar anak-anak tau tentang club ini? Biar kita ga di cemooh terus. Bosen kan jadi bahan gosipan aneh-aneh di sekolah?” ujar seung hyun sang ketua.

Dua lainnya mengangguk.

“kita tempel di mading, gimana?” usul yoochan.

Seung hyun menatap gadis itu. “gimana? Yang ada langsung dirobek sama kepsek! Kaya ga tau aja sekarang dia tuh murka banget sama club ini!”

Yoochan mengangguk. Dia harus memaklumi, karna setiap postingan di mading yang berhubungan dengan club petualang itu pasti akan dirobek oleh kepala sekolahnya, Mr sammy. Tapi kalau ada berita yang tidak benar tentang club petualang, dia akan mendukungnya dan tidak akan merobeknya.

“brosur?” yoochun, saudara kembar gadis tadi ikut memberi usul.

“nggak!!” tolak yoochan langsung. “nanti pasti kan dibuang juga sama anak-anak! Ketauan sama si pitak itu nanti kita mati!!”

Yoochun mengangguk mengerti.

“terus pake cara apa? Kita sebarin ke anak-anak kelas 1 secara lisan? Nanti malah jadi bahan omongan dan ketauan sama yang lain terutama sammy dan penggosip lain. Nanti aib di club ini bakal dikasih tau sama anak-anak yang hobby ngegosip dan anak-anak kelas 1 yang pengen ikut langsung terprovokasi.” Kata yoochun frustasi.

Mereka bertiga menghela nafas.

Sejak club petualang itu melakukan kegiatan diving yang mengakibatkan 5 orang sekaligus menjadi korban orang-orang sekolah jadi membenci mereka.

“perlu 6 orang biar club ini masih dianggap oleh warga sekolah.” Kata seung hyun. “ayo kita bangkitkan semangat petualang!! Fighting!!”

 

*

 

Anak-anak kelas 1 memasuki kelasnya dengan gembira. Mereka sibuk berdiskusi tentang pilihan mereka tentang kegiatan luar sekolah yang tadi di demokan.

Sepasang anak kembar hanya diam, tidak ikut berdiskusi seperti yang lainnya. Ekskul yang mereka inginkan ternyata tidak ada di daftar demo, padahal di brosur tertulis eskul itu.

“eh, mau ikut apa lo?” tanya seorang laki-laki berwajah manis pada anak kembar itu, yang yoseob.

Dua anak itu hanya menggeleng dan mengerdikan bahu.

“lo sendiri?” tanya kwangmin, anak yang bermata lebar.

“dance!” jawab yoseob mantap. “liat kan tadi keren banget tuh yang ngedance! Ada yunho hyung lagi yang jago banget! Ckckck..”

Anak kembar yang lebih dikenal dengan jo twins itu hanya mengangguk sebagai jawaban.

“kok lesu gitu sih? Emang kalian mau ikut apa? Dance aja kali!! Kan lo pada keliatannya jago dance!” kata yoseob sambil duduk di depan kursi jo twins.

“kita udah bisa!” jawab youngmin, kakak kembar kwangmin. “kita udah pernah juara dance. Malah pernah dikontrak. Tapi kita masih kecil. Jadi fokus sekolah dulu!”

Yoseob tersenyum. “wow.. lo harusnya ikut lagi! Pengen tau gue kemampuan lo gimana!”

Jo twins menghembuskan nafas panjang. Mereka menundukkan kepala lesu. Harapan mereka untuk menjadi petualang pupus sudah.

“lo pada mau ikut apa sih sebenernya? Kan ga mungkin kalian kesini Cuma buat belajar!” tanya yoseob.

Kwangmin mengangkat wajahnya. Senyum manisnya mengembang walaupun dipaksakan.

“adventure!” jawabnya lemas.

“m-mwo? Adventure? Club yang paling dibenci? Ckckck.. lo mau mati disitu, hah?!” yoseob memasang tampang kaget.

“dibenci? Wae?” tanya youngmin ikut nimbrung.

“yeah.. kemaren ada 5 orang mati gara-gara diving. Dan 5 orang itu adalah kebanggaan sekolah. Jadi club itu harus dihindari!”

“tapi kenapa di daftar eskul ada? Gue bingung!!” kata youngmin.

“ehmm.. emang sih mereka masih ada di daftar. Tapi lebih baik kalian hindari deh club itu!”

“Cuma gara-gara 5 orang kebanggaan sekolah mati club itu dibenci? Kematian itu takdir tahu!!” kata kwangmin emosi. “lo tau dimana markas club itu? Please kasih tau!!”

“nggak!!” tolak yoseob. “gue ga mau kehilangan lo pada!”

Kwangmin menggeleng. “gue juga ga mau kehilangan nyawa! Tapi itu impian kita dari dulu. Dan orangtua kita setuju kalo kita masuk ke club itu!”

“tapi itu suram!! Nilai lo bakalan anjlok tau gak?!”

“makin tinggi pohon tumbuh, makin kencang angin yang menerpanya!” youngmin mencoba berperibahasa (?)

“yuk!! Kita harus cari tau tentang club itu!” ajak kwangmin yang dibalas anggukan youngmin.

 

***

 

Jungmin meremas surat yang bergambar winnie the pooh itu. Air matanya sebisa mungkin ia tahan agar tidak keluar. Masih terngiang kata-kata dalam surat itu yang meminta bantuannya.

Lelaki jangkung itu berdiri dari tempat duduk diatas atap sekolah. Lalu menatap suasana kota yang padat oleh kendaraan. Air matanya sudah tidak bisa ia bendung lagi.

“ANDWAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriaknya frustasi.

Tanpa dikomando, kakinya langsung bergerak dan berlari kencang menuju tangga. Kaki panjangnya terus mencoba melangkahi 1-2 tangga untuk menghemat waktu. Dengan surat di tangannya, ia mencoba mengumpulkan tekadnya.

Bruk!! Bruk!! Bruk!!

Beberapa anak jatuh tersungkur setelah ditabrak oleh kekuatan besar jungmin. Mereka saling melempar kata-kata untuk menyerangnya.

Salah satu korbannya adalah jo twins. Mereka hanya menahan emosi itu untuk menemukan club yang menjadi tujuannya sekarang.

 

*

 

BRAKKK!!!

Pintu ruang rapat club petualang di dobrak orang yang dikenal si kembar, tapi tidak dikenal seung hyun.

“wae gudae? Bisa kan ga pake dobrak gitu? Asma kembaran gue bakal kumat!” kata yoochan.

“m-mian..” lelaki itu membungkukan badan. “a-aku mau ikut!”

Senyum mengembang dan hembusan nafas lega memenuhi ruangan itu. Seorang laki-laki dari kelas XI-2 ingin masuk ke club yang ‘suram’ itu.

“g-gomapta!!” kata yoochan lemas saking senangnya. “gomapta!!”

“n-ne..” jungmin tersenyum.

 

***

 

“mau tanya ke siapa lagi? Sumpah deh! Kalo ga mau ngasih tau diem aja!! Jangan ngancurin mimpi orang dong!!” kesal youngmin sambil menendang tembok yang ada di dekat tangga.

“iya!! Kenapa sih emang? Kan murid disini ga Cuma 5 orang itu! Latih aja mereka biar kaya 5 orang itu!” kata kwangmin.

“yaudah. Masuk aja yuk!! Bosen gue marah-marah mulu!” ajak youngmin.

Mereka berjalan lesu menuju kelas.

Tapi langkah mereka terhenti ketika melihat seorang perempuan keluar dari ruangan yang sepertinya adalah kelas bekas atau malah gudang, karena lokasinya berada jauh dari ‘pandangan’ anak-anak.

“sunbae!!!!” teriak jo twins bebarengan.

Gadis itu menoleh. Lalu tersenyum.

“anak kelas 1?” tanyanya ramah.

“n-ne!!” jawab jo twins bebarengan lagi.

“bangapta, hoobae!!” katanya lalu membungkukan badan dan kembali masuk ke ruangan suram itu.

“sunbae!!” panggil kwangmin. Dadanya bergemuruh, ingin bertanya.

“ne?”

“i-itu ruangan apa?” tanya kwangmin takut-takut.

Gadis itu menghela nafas. Lalu mendekati jo twins yang masih berdiri mematung memandangi ruangan itu.

“kaget ya ada ruangan jelek disini?” tanyanya. “oh ya! Gue park yoochan!”

Gadis itu mengulurkan tangannya pada dua laki-laki kembar di depannya yang lebih tinggi beberapa senti darinya.

“jo youngmin!” youngmin menjawab lebih dulu sambil membalas uluran tangannya.

“jo kwangmin!” disusul kwangmin.

“YOOCHAN, LAMA BANGET SIH?!!!” teriak seorang lelaki dari dalam.

“IYA BENTAR!!” jawab yoochan berteriak juga.

Jo twins saling pandang. Ada orang lagi?? Batin mereka bingung.

“ini ruangan club petualang.” Jelas yoochan yang membuat mata dua anak itu berbinar. “a-adventure?” youngmin mencoba mengulangi dengan bahasa inggris.

“yes!! Adventure.” Yoochan tersenyum.

“YOOCHAN!!! JANGAN BIKIN GUE MARAH. CEPEEEEEEET!!!!!!!!!!!!!” teriak orang di dalam lagi.

“IYA DUMBER!! SABAR NAPA!!” balas yoochan kesal. “sori. Kakak gue udah manggil.”

“sunbae!!” panggil jo twins lagi.

“wae?” tanya yoochan yang sudah berada di depan pintu markas adventure club.

“kita—“

“MAU IKUT CLUB INI!!” teriak kwangmin lantang.

 

*

 

“MAU IKUT CLUB INI!!”

Kata-kata itu menggema di dalam ruangan khusus untuk club petualang atau markas. Yoochun, seung hyun dan jungmin bungkam. Tidak bisa melakukan apapun.

Seung hyun tidak bisa berkonsentrasi beberapa saat karena hal itu. Kemudian ia berdiri untuk melihat siapa yang mau bergabung dengan club suram itu.

“kita suka petualangan!” kata kwangmin sambil menundukkan kepalanya.

“kita masuk sini karena itu!” tambah youngmin.

Yoochan masih berdiri mematung di depan pintu. Di belakangnya sudah ada seung hyun yang siap menjaga kalau-kalau yoochan tiba-tiba pingsan. Sedangkan yoochun dan jungmin berdiri di belakang seung hyun.

“b-bener—“

“BENER!! SUMPAH!! KITA DARI TADI NYARI-NYARI CLUB INI SAMPE LANTAI 5!” teriak youngmin dengan nafas memburu.

Yoochan menarik nafas dalam-dalam. Lalu membuangnya perlahan untuk menanyakan sesuatu yang ‘mengganjal’ di hatinya.

“kalian tau kan kalo club ini dibenci warga sekolah? Kenapa masuk sini?” tanya yoochan dengan nada yang galak.

“chan..” gertak seung hyun.

PLAKK!!

“punya otak ga sih lo?!” tanya yoochun setelah menampar yoochan.

Yoochan menatap saudara kembarnya sambil tersenyum sinis. “gue punya otak. Makanya gue tanya itu!”

“tapi lo bakal ngebatalin rencana mereka untuk masuk ke club ini!!” kata yoochun dengan suara kecil.

“kita tahu kok!!” kata kwangmin mencairkan suasana. “tapi kita tetep pada pendirian. Kita pengen masuk club ini!!”

Seung hyun menatap bangga ke arah dua anak kembar yang sepertinya memang benar-benar berniat untuk masuk ke club. Ia lalu mengangguk.

“masuk.. masuk aja..” seung hyun speechless.

“ok.. kita harus rayain!!” kata yoochan.

“SETUJUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!”

Akhirnya, club petualang itu tidak bisa dihapus dari daftar eskul. Anggotanya sudah ada di jumlah minimal, 6 orang.

Suasana haru menyelimuti mereka. Yoochun yang paling mudah tersentuh langsung mengeluarkan air matanya sambil memeluk dua anak kembar yang baru masuk ke club.

“ehh kalian belom kenalan kan sama mereka?” tanya yoochan sambil menunjuk jo twins. “mereka kembar. Yang blonde jo youngmin, yang matanya lebar jo kwangmin.”

“ga nyangka ada dua pasang anak kembar disini!” kata seung hyun senang.

“iya…” celetuk jungmin.

“ehh, di club ini ada peraturannya!!” kata yoochan sambil tersenyum. “kita ga boleh egois, kita ga boleh mentingin diri kita sendiri! Kita harus berbagi. Mau susah, senang, atau apalah~”

“SETUJU!!!”

“kita ga boleh pelit. Kita berbagi disini. Kalian ada masalah, cerita aja!” kata yoochan sambil menatap dua anak kelas 1 di depannya.

“kalo PR minta ajarin yoochan atau seung hyun hyung aja! Mereka jago tuh!!” celetuk yoochun sambil menunjuk dua orang di sebelahnya.

Tawa menggema di depan markas club. Mereka tidak peduli sekarang. Dimana mereka berdiri, dimana posisi mereka di sekolah, dan lainnya.

“ehh satu lagi!!” yoochan menghentikan aktivitas tawa anak-anak. “disini, kita ga boleh diem aja! Kita harus ngomong. Jangan takut!! Petualang kok takut. Iya gak??”

Semuanya saling pandang. “SETUJUUUUUUU!!!”

“oke..” seung hyun mengangguk. “sekarang kita pikirin mau makan-makan dimana. Masuk ke dalem yuk!! Pegel nih berdiri mulu.”

“emang sih ini bekas gudang. Tapi kita udah rapiin kok!!” kata yoochan.

Semuanya langsung masuk ke dalam markas yang terhitung kecil. Lalu melanjutkan pembicaraan dan perkenalan mereka terhadap satu sama lain.

 

-prolog end-

 

Akan berlanjut ke episode #1 : first adventure

 

Are you ready????????

u-u-u-u-kiss brave sound.. brave sound.. *gaje

byeeeeeeeee!!!!!!!!!!!!!!

THE ADVENTURE CLUB (intro)

Title : “The Adventure Club”

Genre : horor *gatau seremnya mah*, a little comedy, a little sadistic, friendship, family, a little romance

Length : 5 Episode, entah berapa part dalam satu episode #plakk# ditambah prolog+epilog

Rate : PG 13+ ajalah..

Main cast : *bakal dijelasin disini*

Other cast : *tergantung sama ceritanya*

Disclaimer : semua yang ada di FF ini punya saya, termasuk castnya *dibakar massa* kalo ternyata ada ff yang sama, ya maafkan saya.. saya ga pernah baca yang kaya gini soalnya..

A/N : annyeonggg!!! Saya adalah author yang paling ga bertanggung jawab karna ff yang lalu belom selesai udah bikin baru lagi *digampar

FF ini udah dipersiapkan oleh saya.. jadi insya allah bakal selesai ga kayak ff yang laen ^^

Karna nama author ga pernah saya tulis, jadi kalo ada yang mau ngeplagiat gampang aja.. tinggal tulis nama kalian sebagai author. Tapi dosanya jangan lempar ke saya !! *plakkkkk

-Perkenalan cast FF The Adventure Club-

 

The adventure club, sebenarnya club ini adalah club yang sudah lama hilang dari pandangan anak SMA St john’s. club ini sangat sepi karena peminatnya sudah tidak sebanyak dulu.

Tahun ini peminat club petualang ini tinggal 6 orang. Mereka mempunyai karakter dan mimpi yang berbeda.

Ada choi seung hyun, sang ketua yang selalu berusaha untuk mempertahankan club ini walaupun warga sekolah membenci club itu. Dia adalah orang yang tegas dan kadang egois. Tapi dia lebih banyak meluangkan waktu untuk orang lain dan alam daripada dirinya sendiri. Dia yang paling senior di club.

Di club ini juga ada dua pasang anak kembar. Pasangan pertama adalah pasangan yoochan dan yoochun, yang sering disebut desperatwins *udah ganti skarang* karena mereka tidak pernah absen membuat orang stres karena tingkahnya. Mereka sering bertengkar. Tapi sekalinya mereka damai, mereka terlihat ‘romantis’ dan jarang ada yang mau percaya kalau mereka benar-benar kembar.

Yang pertama Park yoochun, sang wakil ketua Adventure Club yang pintar dan selalu mementingkan orang lain diatas segalanya. Dia sering membantu seung hyun untuk mempertahankan club ini, dan membantunya untuk memberikan club petualang ini kesan yang ‘baik’ untuk dikenang.

Yang satu lagi park yoochan, kembaran yoochun yang berjenis kelamin perempuan, tapi jarang mencerminkan diri bahwa dia memang benar perempuan (?). sifatnya keras kepala dan tidak mau kalah. Makanya anak-anak lain kalau sudah adu mulut dengan gadis itu memilih diam agar suasana tidak menjadi lebih ribut. Tapi dibalik sifat itu, dia juga berjiwa pemimpin. Buktinya dia menjadi ketua OSIS yang dihormati murid-murid sekolah.

Sepasang saudara kembar lagi akan dijelaskan setelah teman sekelas dari ‘desperatwins’ yang paling ‘mencolok’ ini diceritakan.

Bermarga sama dengan duo desperatwins itu. Tapi tidak ada hubungan apa-apa dengan mereka. Park jungmin! Seorang yang tidak pernah ada niatan untuk masuk ke club yang paling dibenci warga sekolah. Ada satu alasan yang membuatnya bertahan disana. Humm.. *ga mau kasih tau ahhh!!!*

Satu pasang anak kembar lagi di club ini. Dua-duanya laki-laki. Tampan pula! Sering disebut jo twins untuk menyingkatnya.

Yang pertama muncul ke dunia adalah jo youngmin. Berambut blonde untuk membedakan antara ia dan saudara kembarnya. Agak dingin dan tertutup orangnya. Tapi akan terbuka kalau sudah dekat dengannya.

Dan jo kwangmin, si magnae dari club ini yang selalu tersenyum dan memberi semangat dimanapun dan kapanpun. Punya ambisi untuk memajukan club ini dengan mengabadikan petualangan mereka dengan video. Tapi pasti tidak ada yang mau menontonnya. Tapi tetap saja kwangmin setia pada club yang telah membangkitkan jiwanya.

 

%

 

Mungkin inilah episode-episode di TAC ini *kaya nama majalah ya ?? ==’

 

Prolog

Episode #1 : first adventure

Episode #2 : the escape

Episode #3 : heidi?

Episode #4 : baby doll *sumpah gue takut ama yang ini!!

Episode #5 : death room

Epilog

 

Episode-episode ini gatau deh bakal jadi kaya sinetron apa kagak.. yang penting ada aja tuh !! dan setiap episode mungkin ada 1-2 part ato malah lebih..

 

 

Sekianlah untuk perkenalan~ *penonton KE-CE-WA

Apabila ada yang ditanyakan, silakan komentar..

Oh ya,, kemungkinan bahasa yang dipake pas dialog itu bahasa saya sehari-hari—‘lo-gue’ gitu..

Kalo ada yang ga suka, ya bilang aja.. tapi saya tetep pengen pake yang gue-lo.. oh!! Kalo doa kalian yang pengen bahasanya bahasa ff biasa terkabul ya saya pake *plakplakplak

 

Sekian dari saya *dua kali aja gue ngomong –“

Wassalamu’alaikum, warahmatullahi waBAROkatuh..

 

TWINS HIGH SCHOOL part 2

Title : “twins high school”

Length : chaptered (2/??)

Main cast :

–       2wins Yoo a.k.a park yoo chun & park yoo chan

Other cast : Find yourself~~

 

Annyeong…!!

Yoochunnie twins here..

Oh ya, saya mau ralat. Murid di kelas X-5 tuh 17 orang! Baru sadar saya kebanyakan muridnya.. haha..

Ini FF makin lama makin gaje aja ya ?? kalo pada ga suka saya berentiin dah ni FF..

Douzoo..

 

***

 

“ok..” pak siwon memulai acara pengajarannya dengan satu kata dua huruf itu. “kalian buka buku fisika halaman 225.”

Yoochan membuka buku itu dan meletakannya di sisinya sendiri. Buku itu memang disediakan satu untuk berdua, untuk membantu menumbuhkan kerja sama antar saudara.

“chan!!” yoochun mencoba merebut buku itu dari jangkauan yoochan.

“ooo.. tidak bisa!!” yoochan membuka bukunya kurang dari 90 derajat untuk menghindari yoochun.

“ehh, dimarahin baru tau rasa lo!!” ancam yoochun.

Yoochan menurunkan bukunya. “udah biasa kaliiii..”

Yoochun baru sadar kalau saudara kembarnya sudah sering dimarahi, dan mendapat hukuman fisik. Akhirnya ia hanya bisa menatap pasangan kembar lain yang lebih mesra darinya dan saudaranya. Ia menatap iri ke 3G (trio ji) yang walaupun kembar 3, tapi persaudaraan tetap dipegang. Mereka memakai buku untuk bertiga. Sedangkan ia? Satu kembaran saja sudah membuatnya keok.

“nih! Gue udah ngerti!” yoochan melempar buku itu ke depan yoochun dan menimbulkan suara yang sangat keras.

Pak siwon, langsung menatap yoochan dengan tatapan khas guru yang amat sangat baik. Ia tersenyum manis pada gadis itu.

“pak, saya beneran takut deh kalo bapak suka saya! Senyumnya.. hiii~~” kata yoochan cablak.

Semua anak langsung tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan yang keluar dari bibir murid baru itu. Dalam hati mereka—terutama para cewek—ingin menikam yoochan yang sudah berani membuat pak siwon, guru terganteng seantero sekolah malu.

“saya gak suka kok sama kamu..” kata pak siwon tenang. “saya Cuma sayang sama kamu, karna kamu murid saya. Saya juga sayang sama murid-murid twins..”

Semuanya langsung bersorak gembira.

“oh my god.. lebay deh!!” kata yoochan.

“SUDAH.. SUDAH!!” kata pak siwon. “kita lanjutkan!”

semua langsung kembali ke pelajaran. Pak siwon menerangkan setiap rumus dari yang ditanyakan oleh soal. Yoochan hanya manggut-manggut karena ia sudah pernah mempelajarinya sebelumnya.

“yong jun hyung, kerjakan soal nomor 2!!” pinta pak siwon.

Yang dipanggil tidak langsung ke depan. Tapi malah memberi jitakan gratis pada kembarannya yang perempuan.

“yahh. Itu tinggal dikali terus dibagi susah amat. Ckckck..” kata yoochan. “ampun dah tu orang! Kembarannya keliatan pinter, ngapa dia kagak?”

Yoochan kembali melanjutkan monolognya.

“yahh dia juga gatau rumus sih, jadi bingung sendiri kan! Makanya apalin dong!” katanya. “yahhh dia malah nulis rumus apa tuh! Ga ada tuh rumus gitu di—puehh.. puehhh..”

Yoochun tertawa lepas—namun masih bisa dikontrol—setelah sukses memasukkan gulungan kertas ke mulut yoochan yang tidak berhenti bermonolog. Yoochan yang kesal langsung menginjak kaki yoochun.

“AAAAARRRGGGG~~ BEGO SAKIT!!!” katanya sambil menendang betis yoochan.

Yoochan balas menendang lagi. “ehh, gue juga!!”

Yoochun balas jitak sekarang.

Yoochan balas tampar.

Yoochun balas tampar pipi kanan.

Yoochan balas tampar pipi kiri.

Yoochun balas narik rambut yoochan.

Yoochan balas teplok (?) jidat yoochun yang kelewat jenong.

“anjrittt monkey!! Sakit!!” yoochun mendorong yoochan ke samping. Untungnya sebelahnya tembok, jadi yoochan tenang.

“who’s monkey here??” yoochan menendang yoochun ke samping dan terjadilah..

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA..

Semua anak tertawa lepas melihat yoochun jatuh terduduk di samping shindong si gendut. Yoochan dengan puas ikut tertawa sambil melempar gulungan kertas ke arah kembarannya. Sedangkan yoochun yang emosi dengan kembarannya langsung mencopot sepatu adidasnya dan memasukannya ke mulut yoochan dengan paksa.

“mampus lo!! Makan tu sepatu!!” kata yoochun sambil menjambak rambut yoochan.

Pak siwon yang melihatnya hanya bisa menggeleng pasrah. Kenapa murid-murid gue jadi gini? Akhirnya ia mengambil langkah tegas. Menjewer dua anak keluarga park sampai ke lapangan!

 

***

 

“gara-gara lo sih, chan!!” omel yoochun sambil menjaga keseimbangannya.

“kok gue? Yang mulai siapa?” tanya yoochan balik sambil menjaga keseimbangan tubuhnya pula.

“kalo lo ga bermonolog ria kayak tadi, dijamin deh kaga bakal begini!!”

“siapa suruh dengerin? Ckckck..”

“eh, lo tuh bego apa kelewat idiot sih?!”

“sayangnya gue kelewat jenius!”

“oh jenius ya? Saking jeniusnya albert einstein aja kalah! Ckckck..”

“oh pastilah. Albert einstein kan murid gue. Emang lo yang ga punya pengikut? Ckckck..”

“pengikut? Gue ga punya. Tapi kalo pada ikut gue pasti ga sesat kayak lo!”

“hahaha.. ajaran lo apa sih? Dipalak choi bersaudara diem aja, dimarahin guru nangis, dikatain temen bales ngatain, mukul kembarannya selalu pake benda, manja-manjaan sama umma, minta sambil nangis sama appa, tebar pesona di depan cewek-cewek murahan, ckckck..”

“yahh masih mending. Daripada ditantangin geng motor mau aja, ditantangin 3 points mau aja, ditembak cowok malah ditolak mentah-mentah, ga berani deket anak kecil, ga berani ulet bulu, takut banget sama brokoli, suka banget ngisepin darah, takut sama nenek gara-gara pernah dimasukkin ke panti, ga punya hape karna takut dibacain isinya sama kakek-nenek umma-appa, ga punya malu buat deket sama cowok-cowok buat dijadiin temen, dan tentunya ga bakal nolak kalo ada cowok pengen megang-megang!”

Ucapan yang awal-awal sampai hampir akhir adalah fakta. Tak bisa ia pungkiri dan ia harus mengalah. Tapi yang terakhir?

Yoochan menurunkan tangan dari kupingnya, juga kaki kirinya yang diangkatnya. Lalu mendorong yoochun sampai terjungkal ke belakang. Yoochun yang kaget reflek langsung berteriak. Membuat perhatian tertuju pada mereka. Yoochan menindih tubuh yoochun dan memberi bogeman gratis pada wajah yoochun.

“jaga tuh mulut lo!! Yang awal emang fakta, tapi yang akhir itu karangan!! Ini dunia asli, tolol!!” yoochan memukuli wajah yoochun lagi seperti orang kesetanan. Beberapa orang mencoba menariknya. Tapi malah orang itu yang kena. Jadi dua guru dengan bodi besar dan bagus keluar dan melerai pertengkaran saudara kembar itu.

“BERHENTI!!!!” teriak salah satu guru yang berbadan tinggi besar. Dikenal dengan nama ok taecyeon.

Satu guru lagi yang bernama ok taeyang langsung mencoba mengangkat tubuh yoochun untuk mendudukkan posisinya. Yoochun yang wajahnya penuh dengan darah dan lebam langsung dibawa ke UKS guna mendapat pengobatan. Sedangkan yoochan langsung ditarik ke ruang BP.

 

***

 

7 orang guru dengan pasangan masing-masing—kecuali pak taec—mengadili yoochan di ruang BP yang tertutup dan bercahaya remang. Ruangan itu lebih baik lagi diberi nama ‘death room’ daripada ruang BP.

“siapa nama kamu?” pak taec memulai pidatonya.

“park yoochan!” jawab yoochan datar.

“umur?” tanya pak siwon.

“14!” jawab yoochan kesal—karena pak siwon sudah menanyakan umurnya tadi di kelas

“berapa lama jadi murid twins?” sekarang pak seunghyun yang bertanya *laki gue euyyy..

“23 jam lalu saya datang kesini. Dan 2 jam lalu saya baru masuk ke kelas!” jawab yoochan dengan nada tenang.

“dari sekolah mana?” tanya pak ryeowook sekarang.

“SMA daeham!”

“kamu tahu apa motto sekolah ini?” pak ryeohwan—kembaran pak ryeowook—bertanya dengan nada galak.

“menjadikan anak-anak kembar hidup tenram dan damai tanpa perseteruan tidak jelas!” jawab yoochan yang masih ingat dengan slogan di pintu masuk twins.

“dan kamu tahu apa hukuman bagi anak yang membuat perseteruan?” pak junho memberikan tekanan pada setiap kata yang penting (?)

“MENSKORSING SAUDARA KEMBAR DAN MENYURUH MEREKA MENGERJAKAN TUGAS DI LUAR!” 7 orang itu menjawab serempak.

Dia yang nanya dia yang jawab. Ckckck.. dasar guru aneh!!! Batin yoochan kesal.

“jadi,” pak junsu—kembaran pak junho menambahkan, “karna kau murid baru, masih bisa dimaafkan. Kalian bisa belajar di kelas besok!”

 

In other side..

Yoochun mengerang kesakitan ketika wajahnya di tempeli es batu yang di balut kain putih. Air mata terus mengalir dari ujung matanya saking sakitnya. Beberapa anak terus mengamati kejadian di UKS. Mereka ada yang memuji yoochan, ada juga yang mencaci yoochan. Terutama para cewek.

“gila tu orang! Si yoochun jadi jelek gitu mukanya gara-gara dia!”

“emang!! Sarap..! ga bersyukur amat punya kembaran mukanya ganteng manis imut gitu!”

“ahh~ mending kembar sama gue aja dah!! Dijamin ga bakal gue apa-apain wajah manisnya.”

 

***

 

Yoochan masuk ke kelas kembali dengan wajah penuh amarah. Ia memasukkan seluruh barang yang berserakan di meja ke dalam tas. Setelah itu ia gendong tas-nya dan hendak keluar.

“mau kemana?” tanya youngmin yang berpapasan dengan yoochan di depan pintu.

“keluar!” jawab yoochan ketus.

“loh.. loh..” kwangmin datang dengan tergopoh. “kenapa?”

“BISA GAK GA HALANGIN JALAN GUE? ATO GUE BEJEK-BEJEK MUKA LO KAYAK YOOCHUN!!”

Jo twins langsung menyingkir dan memberi jalan pada gadis itu. Setelah itu yoochan berjalan dengan gaya premannya yang membuat anak-anak langsung menyingkir dan masuk ke kelas masing-masing.

Jo twins saling pandang.

“yoochun emang kenapa?” tanya kwangmin pada kakaknya.

Youngmin menggeleng sambil mengangkat dua bahunya. “tadi katanya pas lagi dihukum duaan berantem. Ehh yoochun bonyok!”

“kok bisa?” tanya kwangmin kaget.

“eh, yoochan tuh bukan cewek biasa bro!!” youngmin membisikkan sesuatu pada kembarannya. “yoochan itu pernah ngalahin geng motor Cuma dengan satu tenaga!!”

Kwangmin tak percaya. Tapi dari cerita kembarannya sepertinya memang benar adanya. Dia jadi takut membiarkan anak itu pergi.

“mau kemana?” tanya youngmin saat kwangmin langsung berlari kencang ke arah yoochan pergi.

“nyari dia!!” jawab kwangmin sambil menghentikan langkahnya dan berbalik badan. Lalu kembali berlari.

“gue ikut!!!”

 

***

 

Yoochun ke asrama dengan membawa luka lebam di wajahnya. Kepalanya amat sangat pening karena mendapat bogeman gratis dari kembarannya yang sudah memegang sabuk hitam taekwondo di umur 7 tahun.

“mana tu anak?” tanya yoochun sambil menahan sakit di wajahnya. “chan!!”

Akhirnya ia mengambil jaket dan mencoba mencari adiknya dalam keadaan separah itu. Walaupun yoochan sering banget—kelewat sering malah—menjahili yoochun, memukul yoochun, mengniaya yoochun, tapi sebagai kakak yang baik yoochun akan selalu sayang pada adiknya. Yahh.. walaupun kadang-kadang suka kesel sendiri.

 

***

 

Di sisi lain, yoochan sedang berjalan menuruni tangga di sekolahnya yang sepi. Di lantai atas—tempatnya berdiam dari tadi—lampunya dipadamkan. Itulah tempat yang pas untuk yoochan. Tempat yang gelap, tentram dan damai.

Ia tidak mau berurusan dengan kembarannya, kasusnya yang baru dikalangan murid-murid, dan juga hukuman yang akan diterimanya karna yoochun melaporkan ke umma dan appanya.

“chan~” sebuah suara di kegelapan membangunkan bulu kuduknya. Yoochan menengok kesana kemari untuk mencari sosok dalam kegelapan itu.

“chan~” lagi-lagi suara itu memanggilnya. Sontak yoochan langsung bersandar di pegangan tangga dan bertanya, “siapa?”

Secercah cahaya muncul di persimpangan (?) tangga antara lantai 3 dan lantai 4. Baru kali ini yoochan merasakan ketakutan yang luar biasa.

“AAAAARRRGGGHHH~~” teriak seseorang setelah terkena bogem mentah.

Yoochan langsung mengambil senter dari orang itu dan menyenternya. Betapa kesalnya ia ketika mengetahui bahwa yang mencarinya adalah orang yang tidak diinginkannya.

“sarap!! Gue udah takut setengah idup lo malah nyenter-nyenter!!” sembur yoochan langsung pada lelaki di depannya, jo kwangmin.

“y-ya maap.” Kwangmin memberikan jaket kepada yoochan. “i-ini pake dulu. Takut lo kedinginan!”

Yoochan tersenyum. “ga perlu! Gue berlapis kok. Yuk turun!!”

 

***

 

“kok lo tau gue disitu?” tanya yoochan langsung ketika di kantin.

Kwangmin tersenyum. “gatau! Feeling aja.”

Yoochan melahap kentang gorengnya. “umm.. perasaan lo tajem banget ya! Apalagi ama kembaran lo!”

Kwangmin langsung cemberut mendengar yoochan mengatakan ‘kembarannya’ di depan kwangmin.

“hubungan gue sama youngmin ga semulus yang laen!” kata kwangmin.

Yoochan mencelupkan kentang goreng panjangnya ke dalam saus sambal yang super pedas. Lalu memasukannya ke mulutnya. “lo kate gue sama yoochun mulus? Mimpi terbesar keluarga gue tuh ngeliat gue sama yoochun akur! Ckckck…”

“itu kan buat nilai chemistry, chan!!”

Yoochan membelalakkan mata. “nilai chemistry? Apa tuh? Perasaan di sekolah lain kagak ada?”

“iya. Cuma disini yang ada nilai itu!” kata kwangmin. “chemistry yang menentukan lulus atau tidaknya kita disini! Kalo kita pinter se-einstein pun, kalo chemistry ama kembarannya keok sama aja boong! Disini tuh menjunjung tinggi persaudaraan!”

Yoochan mengangguk-anggukan kepalanya. “bahaya banget nih!!”

“astaganagagede YOOCHAN..!!!” seseorang berteriak sambil mendekati yoochan dengan tampangnya yang lagi galak.

“kangen?” tanya yoochan sinis.

“anjir ni bocah!!” yoochun menarik tangan yoochan. “gue udah cariin lo sampe ke balkon. Ternyata lo bocah ada disini lagi pacaran! Ckckck..”

“siapa yang pacaran?” kwangmin ikut nimbrung di pembicaraan dua saudara kembar itu. “kita Cuma maen kok!”

“ini dinner bareng. Mana ni bocah makannya banyak lagi!!” yoochun menempeleng kepala yoochan kebawah—padahal yoochan sedang mencampurkan saus tomat dan saus sambal bekas makannya.

“YOOCHUN LOLOT, PEDES TAU..!!!!!”

 

***

 

KRING..

KRING..

KRING..

KRING..

KRING..

KRING..

I HATE THIS LOVE SONG..

I’M SO STUPID I’M SO STUPID I’M SO STUPID IN LOVE..

EVERYNIGHT IN MY DREAM I SEE YOU I FEEL YOU..  

WOYYYY PEMALES..!! BANGUN..!!!

10 alarm di kamar 2wins yoo belum juga berhasil membangunkan sang empu dari tidur nyenyaknya. Kejadian semalam benar-benar menyisakan kecapekan yang amat sangat besar.

 

~flashback

 

Yoochun langsung membawa yoochan ke kamar setelah yoochan membersihkan wajahnya dari bekas saus campuran yang rasanya benar-benar mak nyuss. Lebih dari gado-gado deh pokoknya!! *apaan sih ni author gaje –‘

“arrrggghhh.. sakit tau..!! ahhh~~ sakit..!!” erang yoochan karena kakaknya tidak bisa melepaskan tangannya dari kupingnya.

“biar tau rasa lo!!” kata yoochun dengan evil smile-nya.

“haaah~~ tapi ga usah pake jewer bisa kan?”

“udah sepaket!! Ga bisa ditawar-tawar!!”

Yoochan berusaha menyingkirkan tangan yoochun dari kupingnya.

“mau paket merah, bonyok, rumah sakit, ato kuburan?” tawar yoochun.

“sekarang siapa yang sesat, hah?” yoochan mencoba membangunkan siwon (read : simba) yang sedang tidur. *abaikan

“oh?! Jadi masih masalahin yang tadi?”

Yoochun melepaskan jeweran dari kuping adik kembarnya.

“belom cukup gue bonyok gini, hah?” tanya yoochun kesal. “lo mukul gue tuh kaya kesetanan deh!!”

“emang gue kesetanan, setan!!” yoochan meneplok (?) jidat yoochun.

“ebujet ni anak beneran—“ yoochun langsung memperlakukan hidung yoochan seperti kuping kembarannya tadi sambil berjalan ke atas, menaiki tangga.

Di kamar, belum selesai juga mereka bertengkar. Untung saja di setiap kamar tidak tembus dengar. Jadi tidak ada yang bisa mendengar mereka bertengkar dan adu mulut di jam 10 ini.

“eh dumber, lo mau bikin gue mati nutup idung gue, hah??” yoochan berteriak murka.

“eh loser sejati, lo sendiri juga pengen bunuh gue kan? Tapi ga bisa? Hahaha.. gue udah nyolong nyawa kucing jadi ada banyak!!”

“yaelah.. Cuma 10 doang! Nanti ketabrak kereta juga ngilang tu angka satunya!!”

“iya!! Tapi nyawa gue sekarang ada 8, jadi jangan pernah nyoba bunuh gue! Nanti malah dapet malu.”

“oh yeah?! Bukannya lo yang malu yah?”

“malu? What for? Emang gue punya malu di depan lo?”

“oh anak manja ini udah bertransformasi jadi anak SOK kuat ya? Ckckck.. sayangnya ga cocok banget tuh!!”

“hahaha.. iyakah??”

“iya!!” yoochan mendekatkan wajahnya ke wajah kembarannya.

“oh?!” yoochun juga ikutan begitu, sambil melotot.

“pengecut!!”

“pecundang!!”

“dumb!!”

“idiot!”

 

Bye bye bye bye my love~

Bye bye bye bye my love~

 

Lagu love bye love mengalun lembut dari HP yoochun. Perdebatan tak jelas itupun langsung selesai.

 

*end of story* RALAT *end of flashback*

 

Dan sekaranglah saat yang paling menegangkan. 2wins yoo bangun dan melihat bahwa mereka sama-sama tidur di sofa karena tadi malam juga ada acara berebut tontonan. Mata mereka ternyata sama-sama tidak kuat, dan akhirnya tertidur di satu tempat yang sama.

“Gue dulu!!”

“gue!!”

“ladies first!!”

“gentlement first!!”

“ga ada tuh ketentuan gitu.”

BRAKK!!

“gue dulu!!”

“ehh,, keluar!!”

BRAKK!!

“ladies first, dari dulu!!”

“sekarang ga jaman tuh! Apalagi ladies setengah gadungan kayak lo.”

“yaudah. Sekarang siapa yang paling muda?”

“yang tua yang duluan!!”

“ehh ketentuan darimana tuh?”

“dari lahir. Yang keluar duluan kan gue!!”

“ya berarti yang keluar yang tua ya?”

“iyalah.”

“siapa yang tua gue tanya?!”

“gue!!” yoochun menyadari kebodohannya, dan akhirnya pasrah akan kesempatan mandinya. Ia pun keluar dari kamar mandi dan duduk di sofa.

Begitulah kehidupan 2wins yoo. Apapun pasti bisa dijadikan bahan perdebatan dan menimbulkan korban! Termasuk orang tua 2wins yoo yang kadang-kadang kalau pulang ke rumah langsung disambut sama suara piring plastik diadu, spatula dijadiin pedang, telur yang harganya mulai melambung dijadiin senjata..

Kadang-kadang mr dan mrs park dibuat gila. Tapi juga senang karena dengan begitu mereka akan saling membutuhkan. Tapi tidak ada tanda-tandanya sampai anaknya hidup sekarang.

Kakek-nenek dari 2wins yoo pun sedikit merasa terganggu oleh kelakuan dua anak itu—walaupun dalam hati terdalam bangga karena dua anak itu adalah penghasil penghargaan terbesar di sekolah.

Om-tante, sepupu-sepupu dan anggota keluarga lain sering sekali menunggu kedatangan double troublemaker itu. Biasanya mereka menjadi stalker gratisan 2wins yoo untuk melihat adegan sinetron dari pasangan kembar itu.

“heboh sih” atau “gaje!” atau malah ada yang terang-terangan mengatakan “unnie-oppa seru banget berantemnya! Aku jadi pengen deh punya kembaran kayak gitu”

 

***

 

“kalian lagi?” pak seung hyun menatap kesal ke arah dua murid yang mendapat kasus kemarin. Tapi tatapan tajamnya—yang lebih tajam dari piso dapur—mengarah ke yoochan yang tidak menunduk sama sekali.

“kalian telat lagi?” pak seung hyun menahan emosinya.

Yoochun mengangguk, sedangkan yoochan yang kelewat stress malah meralat perkataan gurunya.

“kami baru sekali kok telatnya!!” kata yoochan yang langsung mendapat hukuman sikut yoochun.

Pak seung hyun seperti menyadari kelancangannya. Saking marahnya dia lupa menghitung berapa kali murid kesayangannya (?) itu telat.

“ya sudah. Taruh tas kalian dan ikut saya ke lapangan!”

 

***

 

Kira-kira lanjut gak yah ??

Udah lah.. 8 halaman nih.. takut kepanjangan nanti susah diliat dari HP !! haha..

Maap ya kalo ceritanya makin ancur. Seperti biasa, saya ga memaksa orang untuk komen. Hanya memberikan komen jika anda ikhlas~

See y’all at part 3 !!