Tag Archives: choi seung hyun

TWINS HIGH SCHOOL part 1

Title : “twins high school”

Length : chaptered (1/??)

Main cast :

–       2wins Yoo a.k.a park yoo chun & park yoo chan

–       Jo twins a.k.a jo kwangmin & jo youngmin

 

Annyeonghaseyo yorobeun…!!!

Disini semua cast aye jadiin kembar !! no bash, no plagiat, karna ni ff jelek-jelek juga mikir. Ok ???

 

***

 

“ANDWAE!!!!!” teriak sepasang anak kembar keluarga park, park yoo chan dan dan park yoo chun.

“enak aja jadi satu sekolah sama dumb satu itu!” tolak anak perempuan satu-satunya keluarga park, park yoo chan.

“eh, yang ada lo yang dumb!” balas yoochun, anak laki-lakinya.

“udah deh ga usah dibales, loser!”

“eh, yang ada lo tuh yang loser!”

“hahaha.. loser apaan yang ga pernah berenti dapet ranking 1 di kelas?”

“loser apa yang selalu berantem ga jelas di belakang lapangan?”

“oh?! Dumb banget tuh kalo diem terus dipalakin sama choi bersaudara!”

“loser banget kalo di skors seminggu sama guru!”

“dumb tuh yang ga pernah dapet 3 besar di sekolah? Ckckck..”

Mr dan mrs park hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar adu mulut anak kembarnya yang tidak pernah akur. Dari kecil malah. Tidak ada yang bisa mengalah dari keduanya.

Yoochun dan yoochan adalah anak kembar yang perbedaan lahirnya 7 menit. Yoochun yang lebih tua. Anak laki-laki yang satu itu memang tidak sejagoan adiknya yang perempuan.

“sudah bertengkarnya?” tanya mr park dengan nada menyindir, setelah dua anak itu saling membuang muka.

“BELOM!!!” jawab keduanya sambil memberi bogeman jarak jauh.

Mr park memberikan kode kepada istrinya. Setelah itu mrs park langsung masuk ke kamar anak perempuannya.

“jadi?” mr park mencoba memanas-manasi dua anaknya.

“sekali nggak mau, tetep nggak mau!” jawab yoochan.

“mendingan di titipin ke rumah nenek di osaka deh!” jawab yoochun.

“nenek kan baik sama lo. Pantes aja mau sama lo!” kata yoochan sengit.

“heh, ngiri ya? Makanya jadi anak baik!” balas yoochun tak kalah sengit.

“oh?!”

 

***

 

“YOOCHAN, CEPET!!” teriak mr park kesal karena anak perempuannya yang satu itu tidak kunjung datang ke meja makan.

“mau kemana sih? Pagi-pagi udah siap!” tanya yoochun dongkol sambil memasukkan makanan ke mulutnya.

“pagi? Jam 9 dibilang pagi? Ckckck..” balas yoochan yang tiba-tiba datang dan langsung mengambil roti bakar.

“kayak sendirinya bangun paling pagi aja!”

“gue bangun lebih pagi daripada lo, park yoochun!”

“oh yeah?! I don’t care e e e e e e..”

“damn!!”

 

***

 

Setelah selesai sarapan, keluarga park langsung berjalan bersama ke depan rumah untuk menemui mobil audi pribadi milik keluarga. Mereka akan pergi ke suatu tempat yang sudah direncanakan tanpa sepengetahuan dua anak kembarnya. Karena pasti mereka bakal ngamuk kalau diceritakan tempat tujuannya.

Mr dan mrs park duduk di jok depan pastinya. Sedangkan dua anaknya di belakang dengan posisi berjauhan. Mereka berdua memang tidak bisa akur walaupun hanya sehari. Sejam saja belum bisa. Inilah yang membuat orangtua mereka bingung. Padahal jelas-jelas mereka lahir di hari, tanggal, waktu dan tempat yang sama. ASI-pun mereka berbagi. Tapi kenapa tidak bisa akur??

Inilah satu-satunya jalan. Memasukkan mereka ke TWINS HIGH SCHOOL. Sekolah dengan fasilitas yang bagus dan tidak sembarang orang bisa masuk. Bukan uang yang diperlukan disini. Tapi ANAK KEMBAR! Sekolah ini berbeda dari sekolah lain. Bukan hanya karena muridnya anak-anak kembar, tapi untuk menentukan kelulusan juga harus membuktikan ‘chemistry’ anak-anaknya.

Inilah alasan mr dan mrs park untuk memasukkan anak kembarnya ke twins walaupun harus merelakan anak-anaknya yang jauh dari pengawasan. Apalagi anak perempuannya yang lebih jahil dan galak dari anak perempuan lainnya.

“ma, mau kemana sih?” tanya yoochan yang mulai bosan dengan pemandangan dari dalam mobil.

“iya! Sampe bosen disini.” Sambung yoochun.

“dasar plagiat!” kata yoochan sengit.

“mulai deh.. mulai deh..” sindir mr park kesal karena pasti pertandingan adu mulut akan dilaksanakan.

“nanti umma ga bisa liat kalian lagi deh..” kata mrs park tiba-tiba yang membuat 2wins yoo—sebutan anak kembar itu—membulatkan mata.

“maksudnya-umma—“ kata yoochan terbata.

“MAU BUANG KITA?!!!” sambung mereka berdua serempak.

“BUKAAAN!!!” sergah mrs park langsung. “tega banget umma mau buang darah daging umma sendiri.”

“lagian katanya umma nanti ga bisa liat kita lagi. Emang kita mau dititipin ke panti jompo apa?!” kata yoochan.

“HAHAHA.. lo aja tuh yang dimasukkin panti jompo. Kan udah cukup umur!” kata yoochun terkekeh.

“HAHAHA.. sebelumnya lo dulu dong. Kan lo yang lebih tua. Hayooo..” balas yoochan.

“kan kita kembar! Jadi bareng dong..”

“jih enak banget! Ogah amat gue jadi kembaran lo! Ckckck..”

“udah terlanjur lahir chan.. terima aja kali..”

“TAPI KENAPA GA KEMBAR SAMA AVRIL LAVIGNE GITU YANG CAKEPAN?! KENAPA HARUS SAMA ANAK MANJA KELUARGA PARK? CKCKCK..”

“YOOCHAN..!!!!”

Dengan emosi yoochun langsung melempar bantal ke arah yoochan. Tapi langsung ditangkap oleh tangan terampil yoochan.

“hahaha.. anak manja kan pakenya benda! Ckckck..” sindir yoochan yang sukses membuat mr park emosi dan akhirnya menghentikan mobilnya.

“UDAH!!!” teriak mr park. “kalian benar appa buang lho kalo ga selesai-selesai berantemnya!!”

Semua langsung diam.

“yoochan, sini kamu di depan sama appa! Biar ga onar di belakang!” kata mr park.

Mrs park langsung membuka pintu kanan dan bertukar posisi dengan yoochan. Dan akhirnya nyamanlah keadaan di mobil.

Setelah beberapa jam berada di dalam mobil mewah itu, sampailah keluarga park ke sebuah gedung tinggi besar yang megah. Tempat parkir saja mungkin bisa menampung ribuan mobil dan motor.

Keluarga park memasuki pintu gerbang di gedung megah itu. Mata yoochan dan yoochun langsung membulat melihat keadaan gedung. Lapangan serbaguna yang mungkin digunakan untuk upacara, dan beberapa gedung. Tapi bukan itu yang mereka bingungkan. Tapi sebuah tulisan..

“TWINS HIGH SCHOOL?!!!” pekik mereka berdua.

Tiba-tiba dua orang wanita cantik yang tinggi dengan pakaian kembar mendatangi keluarga itu. Dan setelah dilihat baik-baik, dua orang itu KEMBAR!

“annyeonghaseyo..” sapa dua wanita cantik itu santun.

“saya jung hyo min,” salah satu wanita memperkenalkan diri.

“dan saya jung hyo ri..” satu wanita lagi membungkukan badan.

“SELAMAT DATANG DI TWINS HIGH SCHOOL.” Sapa mereka berdua kompak.

“siapa nama kalian?” tanya jung hyo min.

Yoochan dan yoochun saling pandang. Meminta salah satu dari mereka untuk memperkenalkan diri duluan. Karena bosan dengan keheningan ini, mrs park langsung merangkul pundak yoochun.

“yang laki-laki ini park yoochun. Yang perempuan park yoochan. Beda lahirnya 7 menit..” kata mrs park memperkenalkan anaknya.

“WOA~ JARANG SEKALI ADA YANG BERBEDA JENIS!” kata hyo twins itu.

“kita memang beda,” sekarang yoochan bersuara. “yang perempuan jagoan, yang laki-laki MANJA!”

Twins hyo tersenyum menanggapi perkataan yoochan.

“tapi yang perempuan BERANI PAKE OTOT, yang laki-laki BERANI PAKE OTAK!!” balas yoochun sambil menekankan 6 kata yang saling berkaitan.

“lebih beda lagi, yang perempuan PUNYA OTAK dan yang laki-laki PUNYA OTAK TAPI GA DIPAKE!!”

“dan yang lebih penting, yang perempuan OTAKNYA DIPAKE BUAT HAL YANG GA BENER, dan yang laki-laki OTAKNYA DIPAKE BUAT HAL YANG BERMANFAAT!”

“STOOOOOP!!” teriak mr park emosi. “ini ga bakal selesai kalo dilanjut. Umm.. miss, tolong antar anak saya ke asramanya!”

“WHAT?! ASRAMA?!!!” pekik 2wins yoo.

“iya,” jung hyo ri tersenyum. “disini anak kembar akan mendapat kamar yang sama, dan fasilitas yang sama. Tidak peduli perempuan atau laki-laki!”

“what?! Sekamar sama dumber?” tanya yoochan tak percaya.

“ya ampun.. sekamar sama loser?!” pekik yoochun tak kalah heboh (?)

“tapi kasurnya ada 2 kok!” kata jung hyo ri cepat-cepat daripada dua anak itu ribut lagi. “jadi kalian bisa tenang kok!”

“tapi gimana mau tenang deket sama si jagoan ayam itu?!” sindir yoochun.

“yah ma. Yoochun mau mati tuh!” balas yoochan. “cepet selamatin! Nanti keburu is det tu anak!”

“umm.. kita langsung ke asrama aja yuk. Orangtua-nya mau ikut?” tanya hyo min.

“i-iya..”

 

***

 

Sore pun tiba. Mr dan mrs park sudah pulang ke rumah kembali dan meninggalkan dua anak kembarnya di asrama THS *author ketauan males tulis nama* dan suasana pun berubah tegang. Sebelumnya mereka belum pernah berada pada ruangan yang sama. Sekolah saja mereka berbeda.

Sebelumnya, yoochan dan yoochun bersekolah di SMA DaeHam *author ga punya nama lain yang lebih bagus* tapi yoochan dikeluarkan dari sekolah karena ketahuan sedang bertengkar melawan geng brandal di sekolah lain. Akhirnya kedua orangtuanya memutuskan untuk memindahkan mereka berdua ke sekolah baru yang bagus itu setelah mereka pisah sekolah selama 3 minggu.

“keluar ahh~” kata yoochan dan langsung berdiri dari kasur.

“ehh, ikut!” ujar yoochun.

Yoochan tersenyum jahil. “ehm ehm.. anak mami takut nih.. kasiaaaan~”

“g-gue kan pengen nyari temen!”

“eh, anak manja ini mau punya temen juga yah? Kirain temennya sama boneka barbie atau teddy bear!!”

“KYAA~ MATI LO CHAN~!!!!”

 

***

 

Malam…..

Waktunya makan!!

Anak-anak twins high school langsung berhamburan keluar asrama dan berkerumun di ruang bawah. Ruang bawah adalah ruangan yang penuh makanan. Ada berbagai macam makanan yang disajikan disitu. Mereka tidak perlu membayar. Tapi orang tua yang membayar setiap bulannya. Mereka juga makan bersama di tempat yang hampir sama dengan kantin. *bayangin BBF deh XD

“hai!” seorang lelaki menyapa yoochan yang akan memasukkan makanan ke mulutnya.

“kenapa?” tanya yoochan tanpa senyum kepada lelaki itu.

“b-boleh duduk disini?” tanyanya.

Yoochan mengangguk. “silakan! Ga ada yang nempatin kok!”

Lelaki itu langsung menaruh nampannya di meja dan duduk di tempatnya. Ia tersenyum terus hingga membuat yoochan kehilangan napsu makannya.

“siapa nama lo?” tanya yoochan to the point.

“jo kwangmin!” jawab lelaki itu malu-malu. “lo?”

Yoochan mengulurkan tangan. “park yoochan.”

Lelaki manis bernama kwangmin itu membalas uluran tangan yoochan. Ia lalu tersenyum malu-malu(in) sambil menundukkan kepala.

“kelas berapa?” yoochan lagi sambil memasukkan sesendok kecil ice cream ke mulutnya.

“X-5. ka-kamu?” tanyanya balik.

“jangan aku-kamu ah! Geli!” kata yoochan. “anggep aja kita udah kenal. Jadi bilang aja lo-gue.”

“i-iye..” kwangmin mengangguk. “lo-kelas-berapa?”

“yaelah kaku banget sih min!!” kata yoochan kesal. “nada biasa kalo lo ngomong sama kembaran lo aja ngapa!”

Kwangmin menyedot jus alpukatnya. “itu dia! Aku sama youngmin kan ngomongnya setengah-setengah!”

Yoochan mengangguk-angguk tak mengerti sambil memasukkan beberapa sendok es ke mulutnya.

“jadi kembaran lo namanya youngmin? Jadi gue kudu panggil lo kwang dong kalo mau nyingkat. Kalo gue panggil min malah ge-er tu kembaran lo!” kata yoochan dengan logat khas-nya.

“i-iya. Aku sama youngmin beda 6 menit.” Katanya. “a-aku sama youngmin beda banget!”

et dah ni orang. Disuruh bilang lo-gue tetep aja kamu-aku! Emang kita pacaran apa? Batin yoochan kesal.

“gue sama yoochun juga beda!” kata yoochan langsung. “gue jagoan, nah laki satu itu manjanya minta digetok! Tadi aja hampir nangis Cuma gara-gara perang bantal di mobil! Ckckck..”

“ke-kembaran kamu—cowok?” tanya kwangmin malu-malu.

“ya ampun kwang.. gue udah bilang jangan panggil aku-kamu!! Geli tau gak?! Serasa dunia sempit!” kata yoochan protes. “iya kembaran gue cowok. Tuh lagi dikerubungin 3 cewek!” pandangan sengit yoochan mengarah pada meja nomor 18 yang dihuni 4 orang.

“keliatan banget playboy-nya..” kata kwangmin.

“playboy sih. Tapi yah.. kalo udah deket gue keliatan banget cengengnya. Liat aja tuh mukanya! PALSU~!!!”

Kwangmin tersenyum memandangi wajah jengkel gadis yang baru dikenalnya itu. Gadis yang cukup manis, pikir kwangmin. Tapi juga sok akrab. Udah serasa dunia ini miliknya aja!

“nambah lagi boleh gak sih?” tanya yoochan karena persediaan es-nya tinggal tempatnya saja.

Kwangmin hampir tidak bisa menelan saking kagetnya. Ini cewek beneran apa bukan sih?

“ya udah ya kwang. Gue ke kelas kamar dulu! Masih laper sih! Bye~~”

“bye juga~”

 

***

 

“pokoknya lo yang di sofa!!”

“eh, lo kan cowok, micky!!”

“eh, jangan panggil pake nama amrik ah!!”

“kenapa? Takut ketauan ya kalo lo ga pantes jadi american boy?”

“yaudah, nicky, lo di sofa ya!! Kan lo tau gue manja!”

“oh?! Iya deh buat anak MAMI pasti DIBOLEHIN! Daripada minta balon bentuk dirigen minyak!”

Yoochan langsung duduk di sofa. Ia mengeluarkan i-podnya dan memasang headphone ke kupingnya. Setelah itu ia menyambar PSP yang tadi ia sembunyikan di bawah bantal jumbo sofa merah itu.

Yoochun memandangi saudara kembarnya yang sedang asyik dengan dua benda kesayangannya—hasil dari tabungannya selama beberapa bulan. Ia lalu mendekatinya dan mengubah keputusannya.

“udah gue di sofa! Sekali-kali aja!” kata yoochan.

“nggak! Gue cowok, gue yang harusnya di sofa!” kata yoochun sambil menarik tangan saudara kembarnya.

“baru nyadar cowok?” yoochan menyeringai nakal. “karna ini malem, gue jadi cowok. Jadi kita impas! Lo di kasur, gue di sofa.”

“nggak!! Nanti gue yang dimarahin!”

“ehh, nggak!! Nanti gue yang urus. Jadi, lo di kasur! Cepet!! Udah jam 10. ngantuk gue mau tidur!” yoochan merebahkan dirinya di sofa. “selimut!!!”

 

***

 

Jam weker yang berjumlah 10 buah dipasang di kamar asrama milik 2wins yoo. Jadi jam 5 pagi jam itu akan berteriak keras membangunkan sang empu yang masih terlelap. Apalagi 2wins yoo termasuk anak-anak yang susah bangun pagi.

Yoochan bangun lebih dulu dari kembarannya—seperti biasa. Ia lalu membangunkan yoochun dengan cara apapun.

“eh dumber, bangun!!” kata yoochan.

“hooaaaammm.. 5 menit!!” tawar yoochun.

“shittttt damn!!”

Yoochan masuk ke kamar mandi yang tersedia di kamar. Ia lalu keluar lagi membawa segayung air dan menyiramkannya tepat di wajah yoochun.

“bangun.. bangun.. bangun.. pemales..!!” yoochan menampar-nampar pipi yoochun dengan keras sampai anak itu terbangun. Lalu kembali masuk kamar mandi sebelum ditampar balik.

“KYEA~!! TANGGUNG JAWAB LO CHAN KASUR BASAH..!!”

 

***

 

Hari pertama 2wins yoo sekolah di twins high school memberikan kesan yang baik di awal. Dari murid-muridnya yang semuanya kembar—dan duduk di satu meja yang sama, guru pengajarnya juga kembar walaupun dua-duanya tidak mengajar di satu kelas.

“hai, yoochan!” sapa seseorang pada yoochan saat gadis itu sedang membaca buku.

“eh, kwangmin!” balas yoochan sambil tersenyum. Ia menyuruh yoochun untuk menyingkir dari bangkunya dan mencari tempat lain sementara karena ia dan kwangmin akan mengobrol panjang lebar.

“ka-kamu X-5 juga?” tanyanya tak percaya.

“kalo gue disini berarti iya dong..” jawab yoochan geram.

“umm.. oh ya, ke-kembaran aku mau kenalan sama kamu!” kwangmin menunjuk satu laki-laki yang sedang duduk di barisan kedua dari depan yang sedang menatapnya dengan tajam.

Laki-laki yang menjadi objek itu langsung berdiri dari bangkunya dan mendatangi bangku tempat yoochan dan kwangmin duduk. Ia mengulurkan tangan dan tersenyum.

“jo youngmin!” katanya to the point.

Yoochan membalas uluran tangannya. “pasti tau kan nama gue!” yoochan langsung melepaskan uluran tangannya.

“d-dia yoochan. Park yoochan!” kata kwangmin memperkenalkan yoochan.

“iya. Eh, lo kembarannya yoochun ya?” tanya youngmin langsung akrab.

“iya! Orang sejagat kuburan juga tau gue sama yoochun kembar. Emang kita mirip ya?” tanya yoochan heran.

Youngmin tertawa kecil. “nama kalian mirip sih. Dan anak-anak lagi pada heboh ngomongin lo berdua!”

Yoochan membulatkan matanya. “what?! Emang gue sama yoochun punya skandal apa sampe pada heboh? Apa karna gue tidur di sofa tadi?”

“mwo-a?!!” pekik jo twins bersamaan.

“bukaaaan!!” kata youngmin buru-buru. “kalian kan kemaren datengnya heboh banget. Jadi digosipin deh! Apalagi sama trio itu!”

“trio itu?” tanya yoochan. “siapa?”

“dasar murid baru!” tiba-tiba yoochun datang dan langsung menoyor kepala kembarannya. “trio itu tuh ji yeon, ji young sama ji hye! Mereka kembar 3!”

“what?! Kembar 3? Ga mabok tuh emaknya?” pekik yoochan yang lebih bagus dibilang candaan.

“ye ini anak!” yoochun menoyor kembali kepala kembarannya. “ranking 1 se-DaeHam kok gitu aja gatau? Cckck..”

“ehh, gue diemin lo ye! Nanti di kamar gue obok-obok tu perut lo biar gue sumbangin tu bagian dalemnya ke orang yang membutuhkan!” ancam yoochan sambil menonjok pelan perut yoochun.

“HAHAHA.. GA MEMPAN!!”

 

TTTIITTTTUUUUUTTTTEEEEETTTTTOOOOOTTTTTTT… *ngga banget dah bunyi belnya

Bel masuk berbunyi. Anak-anak kelas X-5 berlarian ke tempatnya masing-masing. Yoochan dan yoochun berada di meja paling belakang karena mereka datang terlambat. Mereka juga saling menjauhkan kursi karena tidak mau terlihat ‘mesra’ seperti pasangan lainnya. Seperti pasangan trio ‘ji’ yang duduk bertiga di satu meja, atau double ‘yong’ yang berjenis sama dengan yoochan dan yoochun.

Tap! Tap! Tap!

Seorang guru pria dengan gayanya yang keren masuk ke kelas X-5 dan langsung menyambut dengan senyuman manisnya. Para wanita di kelas langsung meleleh dibuatnya—tentu saja kecuali yoochan yang menganggap cowok bukanlah orang yang harus disuka atau dicinta.

“annyeonghaseyo yorobeun..” sapanya ramah. “annyeonghaseyo dua murid kembar baru yang ada di belakang!”

Yoochan dan yoochun langsung duduk tegak di tempatnya.

“silakan perkenalkan diri kalian di depan sini!” kata guru itu.

Yoochan dan yoochun langsung berdiri dari tempatnya. Mereka berjalan dengan cool ke depan. Para murid yang lain hanya bisa melebarkan mata dan menganga lebar melihat pemandangan itu.

“annyeonghaseyo yorobeun, naneun park yoochan imnida. Bangapseumnida^^” yoochan memperkenalkan diri lebih dulu karena ia kalah bermain suit tadi sebelum guru tampan itu masuk.

“annyeonghaseyo yorobeun, naneun park yoochun imnida. Bangapseumnida^^” yoochun membungkukan badannya sambil tersenyum manis. Membuat para wanita di kelas langsung berteriak kagum.

Oh my god.. kenapa berisik banget sih ini anak-anak? Cuma ada 27 anak aja berisiknya kaya gini. Ckckck.. batin yoochan.

“siapa yang lebih tua?” tanya guru itu.

“saya!” yoochun langsung menjawab. “aku 7 menit lebih dulu dari dia.”

“dan dia lebih cengeng dari lelaki manapun!” kata yoochan—membeberkan rahasia.

“eh, jangan ngajak berantem deh!” bisik yoochun.

“ok.. ok..” guru tampan itu mengelus pundak dua anak itu. “umur kalian?”

“14!!” jawab mereka serempak.

“14 tahun china. Jadi kita masih 13 tahun di tahun sebenarnya.” Kata yoochan mewakili kembarannya.

Semua murid langsung bertepuk tangan ria karena kaget ada anak yang dibawah umur seperti mereka.

“nama bapak siapa?” tanya yoochan langsung.

Guru tampan itu tersenyum. Ia baru akan menjawab pertanyaan itu ketika seorang guru yang tampan juga, dengan tinggi yang semampai pula, ia masuk ke ruang kelas memberikan lampiran dari kepala sekolah.

“kembar?” tanya yoochan pada dua guru tampan itu.

Dua guru itu saling pandang. Lalu tersenyum dan memandang yoochan dengan tatapan khas gurunya.

“saya siwon. Choi siwon!” guru kelas X-5 memperkenalkan diri pertama kali.

“saya seung hyun!” guru yang baru datang itu tersenyum.

“dia murid termuda disini, hyun!” kata siwon. “yang perempuan yoochan, yang laki-laki yoochun.”

“oh.. bangapseumnida!” kata seung hyun tersenyum.

“ne..” jawab yoochan tanpa malu.

“n-ne..” dan jawab yoochun malu.

“ok. Cuma nyerahin lampiran dari pak yunho. Sudah ya!” seung hyun lalu keluar dan kedua murid baru dipersilakan duduk kembali.

 

***

 

Perjalanan si kembar di hari itu tidak berhenti sampai di situ. Masih banyak yang perlu diceritakan. Hanya saja bukan di part ini..

See y’all next chap..!!!

TBC

Advertisements

“BIGBANG is 6??” prolog

Title : “BIGBANG is 6??”

Subtitle : “6th members”

Genre : gaje, aneh, ngayal kelebihan, de el el

Cast :

–       BIGBANG members *of course

–       Yang Yoo Chan *kali” author maen gitu.. marga ganti bentar *yoochun pundung

–       YG family

 

***

 

Sebuah pertemuan singkat yang sangat mengesankan..

Sebuah pertemuan yang tidak pernah diduga siapapun..

Sebuah pertemuan antara orang yang tidak pernah saling mengenal..

 

***

 

Pagi itu, 5 orang dari boyband terkenal yang bernama BIGBANG, yang terdiri dari Kwon Ji Yong a.k.a G-Dragon a.k.a GD, Dong Yong Bae a.k.a Taeyang, Choi Seung Hyun a.k.a TOP, Kang Daesung, dan juga Lee Seung Hyun a.k.a Seungri ak.a Vi, sedang mencoba mencerna apa yang sedang terjadi sekarang.

“Kenapa harus dia?” tanya Ji Yong kesal.

Yang Hyun Suk, atau lebih dikenal dengan nama Yang Goon atau YG, adalah seorang CEO dari perusahaan tempat boyband itu bernaung. YG baru saja membawa anak perempuannya yang terkenal sangat bandel ke Korea. Anaknya itu baru saja di skors selama sebulan oleh sekolah karena dituduh melakukan perkelahian dengan alumni SMA-nya.

“Hanya satu jawabannya,” jawab YG tenang. “ini untuk hukuman anakku!”

“Tapi ada lagi kan pasti cara lain?” tanya Yang Yoo Chan, nama anak perempuan YG. “Kenapa bukan dancer Madonna, atau Justin Timberlake? Oh.. mungkin bikin scandal dengan Justin Bieber? Atau—“

“Kau suka Justin Timberlake?” tanya Vi dengan wajah berbinar.

“Penting?” Yoochan bertanya balik dengan nada angkuh.

“YANG YOO CHAN!!” tegur YG kesal.

“Ne, appa..” jawab Yoochan kesal sambil terus mengotak-atik playlist di HP-nya.

“Hanya setahun, bisa kan?” tanya YG pada Ji Yong.

“A year? Only? Ohh.. you’re so crazy, YG papa!!” desis Yoochan.

 

Ji Yong POV

 

“A year? Only? Ohh.. you’re so crazy, YG papa!!” desis Yoochan.

Desisan yang terlalu berani menurutku. Biar bagaimanapun itu kan juga ayahnya! Benar-benar bad girl. Pantas saja dia di skors selama itu!

Dari tampilannya memang terlihat brandal. Rambut acak-acakan—walaupun tetap terlihat manis—baju dengan warna gelap yang selalu dikeluarkan dari celana jeans-nya, celana jeans yang bergaya seperti tentara, topi yang menutupi kepala dan sedikit wajahnya, hoodie yang menutupi kepalanya juga. Jika menatap matanya pasti akan terlihat ‘bad’-nya. Ahh.. mana bisa aku mengurusnya!!

Tapi anak ini tidak bisa diragukan otaknya. Masa umur 15 tahun sudah bisa mencicipi perguruan tinggi? Dia hanya kurang beruntung saja. Selalu ketahuan berantem, kabur dari pelajaran kimia, menjahili guru, menjahili anak-anak, sampai kepala sekolah kesal karena jadi korban kejahilannya.

“Coba saja appa tanya Ji Yong, dia pasti tidak bisa menjadi leader yang baik kalau ada aku!”

Shit!! Anak ini benar-benar cari mati! Beraninya dia bilang aku tidak bisa menjadi leader yang baik! Memangnya dia pikir siapa yang menciptakan lagu-lagu hits bigbang? Siapa yang memproduseri? Siapa yang membuat orang-orang melihat FASHION STYLE bigbang yang diatas rata-rata?! Benar-benar bad girl ini!!

“Ji Yong-ah,”

Hah! Bahkan dia dengan mudahnya memanggilku dengan nama itu. Tidak memakai embel-embel oppa, atau apalah yang sopan!

“Bisa kau memanggilku dengan sopan?” tanyaku kesal.

“Memangnya aku tidak cukup sopan, Ji Yong-sshi?” sekarang dia mencoba memuncratkan emosiku!

“Hyung, kelihatannya anak itu akan menjadi the next leader deh!” bisik Vi padaku.

“What?! Jadi kau mendukungnya?” tanyaku kesal.

Vi langsung diam. “Ahh.. memang berbeda antara kau berbicara denganku dan yang lain. Ckckck..”

Aku kembali fokus ke pembicaraan awal. Anak itu sekarang sudah masuk ke dalam dunia di headset-nya yang sepertinya distel dengan volume sangat keras sampai terdengar di kupingku.

“YANG YOO CHAN!”

Tapi ternyata ia masih bisa mendengar YG hyung memanggilnya. Ia mencopot salah satu headset dari kuping kirinya dan mendengar ocehan yang tidak disukainya.

 

*end Ji Yong POV*

 

*author POV*

 

“Kau harus menjalani hukuman ini selama satu tahun. Karena dihitung-hitung kau berhasil mencapai waktu setahun untuk skors-mu dari SMP yang hanya setahun itu. Kau akan sekolah di MyungHan High School tahun ajaran baru ini. Jadi kau akan nganggur selama 3 bulan. Pemilik sekolah itu adalah keluarga jung, temanku. Dan kau juga harus menjaga kelakuanmu. Amerika dan Korea itu beda. Kau tidak boleh menjahili guru-gurumu lagi. Kalau tidak hukumanmu kutambah. Jangan berantem!! Itu akan memalukan. Sekarang kau adalah member BIGBANG yang ke-6! Jadi kau tidak boleh asal gerak!” jelas YG panjang lebar.

Yoochan langsung terduduk lemas di sofa empuk milik studio YG entertainment. Ia menghembuskan nafas kesal dari mulutnya. Ia ingin protes. Tapi apadaya, ia juga bersalah disini.

“kenapa tidak ada yang percaya kalau aku melakukannya untuk pembelaan diri?” gumam Yoochan kesal sambil terus menatap Ji Yong dengan tatapan kesal.

“Berhenti menatapku begitu!!” risih Ji Yong.

Yoochan memalingkan pandangannya ke arah lain. Wajahnya masih diliputi kejengkelan. Wajahnya yang kelihatan jutek jadi kelihatan tambah jutek.

“Ok. Sudah cukup kan urusanku? Yang Yoochan, ikut appa!” kata YG.

Yoochan melepas topi hoodie dari puncak kepalanya. Tapi topinya masih tetap stay cool di atas kepala. Ia berjalan dengan malas mengikuti ayahnya. 5 member BIGBANG yang melihatnya langsung memberikan komentar.

“Really? 4 tahun, setahun skors..?” Ji Yong tidak percaya dengan kata-kata bos-nya tadi.

“Benar-benar anak yang bandel!” TOP bertepuk tangan sendiri.

“Sebenarnya dia itu perempuan atau laki-laki sih?” tanya Daesung bingung.

“Sebandel-bandelnya aku sebagai lelaki, tidak sampai segitu juga!” kata Vi kagum (?)

“Ajaib!” komentar Taeyang ikut kagum.

“Bagaimana aku harus mengurusnya?!! Yang ada aku selalu bertengkar dengannya!!” pikir Ji Yong frustasi. “HELP ME, BRO..!!” Ji Yong berbicara di depan wajah Vi.

“Nan otorago?!!” tanya Vi kesal. “kenapa harus aku yang menerima semuanya, Kwon Jiral?!!”

“SEKARANG KAU YANG MELAWAN?!!” tanya Ji Yong sambil bersiap-siap menonjok Vi.

“Ayo pukul..!! beranikah kau?” tantang Vi.

“Ye.. kenapa malah bertengkar! Keuman!! Now, peace..” kata Taeyang bijak. Ia mengambil salah satu tangan dari sang leader dan magnae itu. Lalu menempelkannya. “Shake it.. shake.. haha..”

 

***

 

Yang Hyun Suk dan Yang Yoo Chan sedang ada pembicaraan serius. Di ruangan yang sangat tertutup. Ruangan ini dipakai para trainee untuk melakukan interview dengan bos.

“Masih berani melakukannya?” tanya YG pada anak perempuannya yang paling besar ini.

“Yeah,” jawab yoochan santai. “I’ll do it if I want!”

“But, u must work with me.”

“I’ll do it if I have money from that!”

“What for?”

“Hang out? Maybe!”

“U have no one friend here, girl!” YG tersenyum penuh kemenangan.

“Don’t u think that I’m easy going? I’ll get some friends easily!” Yoochan juga tersenyum penuh kemenangan.

“I believe in u,” kata YG akhirnya. “Tapi tetap, kau harus jaga imej-mu! Di sekolah itu juga ada fangirl bigbang.”

“So? Must I care about it?”

YG menghembuskan nafasnya kesal. Lalu menatap anaknya yang sedang duduk di kursi empuk di depannya dengan serius.

“I believe u will understand what is the mean of LIFE..” desis YG dengan senyum.

“Yeah.. keep praying!” jawab Yoochan jengkel.

 

***

 

Malam yang cerah. Bintang-bintang bertaburan menghiasi langit hitam pekat malam yang menjadikannya berwarna. Yoochan menatap keremangan malam ini dengan ditemani lagu you are not alone dari michael jackson. Ia tersenyum iba untuk dirinya sendiri.

“so poor you, Yang Yoochan. Memangnya ada yang salah kalau namanya melindungi diri? Ckckck.. so crazy!” gumam Yoochan.

Kali ini ia mendapatkan peraturan yang paling menyakitkan. Bergabung dengan BIGBANG yang notabene-nya adalah boyband terkenal di korea, yang mempunyai segudang fans fanatik hampir di seluruh asia. Mungkin amerika? Yeah.. musik mereka pasti gampang masuk pasar amerika! Tapi sebelumnya harus melalui perjalanan yang sangat sulit. Mengalahkan hasil penjualan penyanyi terkenal seperti bruno mars, justin timberlake, justin bieber, miley cyrus, dan lainnya.

Hufffttt…

Yoochan tersenyum jahil ke arah langit. Pikiran untuk menjahili orang langsung datang di saat ia sedang galau. Tapi ia tidak akan melakukannya hari ini karena ayahnya stay di ruang tamu dorm bigbang.

“I’m ready for tomorrow! Help me god!!”

 

TBC

 

Just prolog 😛

Ini FF yang bikin saya senyum” sndiri loh !! di HP saya critanya ngawur soalnya malah cerita hubungan yoochan sama ji hwan. Haha..

Dimohon komentarnya bagi orang yang baca karna yah.. kan lumayan kalo liatin komentar banyak :-p

 

Mo tau part 1 nanti gimana ?? part 1 akan diberi judul “1st day” jadi ga terlalu panjang.. haha..

Yuk.. mari..

 

“Sekarang gimana?” tanya Ji Yong sambil menatap tumpukkan kertas berisi lirik lagu disana.

“Dunno! U’re the producer, right?” Yoochan menyunggingkan senyum dingin plus angkuh.

 

Brak!!

Ji Yong memukul meja sampai tumpukan kertas lirik lagu itu langsung beterbangan. Ia menatap anggota keenam bigbang yang masih stay cool padahal sudah melihat dengan jelas wajah sang leader yang marah.

“Mad?” tanya yoochan jahil.

“Get out!” kata ji yong kesal.

“Hmm?”

“Can u hear me? GET OUT!!”

“Ok!!”

 

***

 

Pokonya ni couple paling ribet dah XD

Anggep aja yoochan tuh diri sendiri. Sebenernya mah itu official nama saya karna kembaran sama yoochun *pletakk

“sunset glow”

Just MINI FF.. Yg pasti geje bgt ! Haha..

“seung hyun hyung..” panggil ji yong. “benarkah kau mau melakukannya?”
Seung hyun menatap adiknya perhatian.
“mungkin kau tak mengizinkan. Tapi, ini demi kebaikan orang-orang! Aku mau jadi pahlawan!”
Ji yong menatap laut yang disinari matahari sore yang warna airnya seperti kumpulan darah orang-orang baik.
“yong-ah,” kata seung hyun. “pandang sinar matahari sore itu!” seung hyun menunjuk sinar matahari jingga itu. “kalau aku gugur, aku akan menjadi sunset glow itu! Aku akan memperhatikanmu! Dan kau, kau adalah mataharinya!” seung hyun menitikkan air mata melihat reaksi ji yong yang tidak merespon apa-apa.
“yong, jangan takut!” seung hyun menyandarkan kepala ji yong di pundaknya. “aku tetap akan menjagamu! Itulah aku!” seung hyun kembali menunjuk sinar matahari sore yang sedikit demi sedikit terkikis oleh sinar malam (?)

Hari H..
Seung hyun menenteng pistol besarnya di pundak kanan. Dan tas yang berisi barang-barangnya dia genggam di tangannya.
“yong, doakan aku! Aku akan membela negara!”
ji yong tak bergeming. Dia hanya diam menatap kakaknya yang akan terjun ke medan perang.
“kalau langit terang, berarti aku bisa tenang karena kau senang. Dan aku ikut senang. Dan kalau sinarmu tidak seterang biasanya, aku pastikan kau sedang bersedih. Dan aku pun ikut sedih. Jaga sunset glowku yong! Biarkan aku senang!” kata seung hyun sambil merangkul adiknya. Ji yong hanya menangis. Dan terus menangis di pundak kakaknya. Seung hyun pun memasuki pagar markas.
“tersenyumlah yong ! Jaga glow-ku!”

1 tahun kemudian..

*ji yong POV*
hyung, kau tahu, sekarang aku menatapmu! Sunset glow itu bersinar redup! Sekarang aku menatapmu. Aku bersedih. Aku menangis. Mianhe hyung.. Aku menangis karena kau pergi. Dan aku senang karena kau gugur karena membela negara! Seung hyun hyung, tersenyumlah! Kaulah matahariku. Dan aku sinarnya!

END..

*ktawa geje
Aneh bgt yak kga ad awal akhir yg jelas ! Hahaha.

“letting u go”

Title : “letting u go”

Genre : sad (maybe) angst (maybe?) romance (ga yakin) death character (pikir dah siapa yg mati xD)

Cast : choi seung hyun and YOU

***

Sebenernya udah buat di HP.. tapi karna HP-nya ga mau baekan sama saya jadilah saya tulis ulang –“

***

Aku tahu tidak ada kehidupan yang kekal..

Aku tahu tidak ada manusia yang tidak akan mati..

Aku tahu tidak mungkin dia ada disampingku selamanya..

Ku genggam tangannya..

Kuberikan seluruh semangat yang kumiliki untuknya..

Kuberikan semua cinta yang kumiliki lewat sentuhan..

“semua manusia akan merasakan,” kata seung hyun. “hanya satu yang harus kau lakukan.”

Aku tidak bisa menahan air mataku lagi. Kutumpahkan semua yang kurasakan padanya.

“aku tidak bisa melakukannya!!!” teriakku frustasi, ditambah isak tangis.

Seung hyun tersenyum sambil mengelus lembut rambutku. “kamu bisa!”

Aku memukul lengannya pelan. Menumpahkan emosi dalam pukulan lembut itu.

“dasar!! Kenapa masih bisa tertawa disaat aku menangis?”

Seung hyun menarik tubuhku ke dalam tubuhnya yang sedang berada dalam posisi tidur. Kepalaku bertahan di atas. Jadi aku bisa melihat tatapan matanya yang mengejek. Seung hyun mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku tidak kuat! Aku memejamkan mataku agar tidak melihat kelanjutannya.

“funny!” seung hyun menjepit hidungku dengan dua jari tangannya yang besar.

“ahh!!” aku langsung menarik tubuhku dari tubuhnya.

“bolehkah? Sekalii.. saja aku mencicipi bibir kecilmu?”

Aku menjitak kepalanya agak keras. “dasar! Aku tak mau first kiss-ku diambil orang yang akan mati!”

Seung hyun tersenyum lagi. Senyum paling jahil yang pernah kulihat, dan senyum terjahil yang paling manis.

“tapi kalau itu permintaan terakhirku, kau mau kan?”

Aku menggelengkan kepala. “Sekali tidak, tetap tidak!” bohong! Itu semua bukan kata-kata dari hatiku. Itu hanya ungkapan kegengsianku!!

“tidak usah takut begitu!” seung hyun berusaha menghibur dengan tersenyum dan mengelus rambutku. “aku tidak akan merebut first kiss-mu kok! Hanya orang yang pantas yang boleh menciummu!!”

Dan orang yang pantas adalah kau, choi seung hyun! Tambahku dalam hati.

***

Tuhan..

Adakah pilihan lain selain ini?

Adakah jalan lain yang bisa kutempuh selain ini?

Haruskah aku merelakannya pergi?

“bagaimana keadaannya?” tanyaku pada dokter yang memeriksa kekasihku.

Dokter itu menggeleng lesu. “tidak ada harapan,” jawabnya. “kami sudah melakukan yang terbaik.”

“gamsahamnida!” aku menunduk hormat.

Kreekk..

Aku menggeser pintu ruang 504 yang didalamnya berbaring dengan tenang kekasih hatiku, orang yang membuatku mengerti cinta, persahabatan, dan.. kehidupan. Kudekati ia sambil menahan tumpahan air mata yang sepertinya sebentar lagi akan membanjiri pipiku. Kuulurkan tanganku untuk mengelus wajah pucatnya.

“sudah puas menyakitiku?” tanyaku padanya. No respond! “sudah puas membuatku menderita??” aku menangis di sebelah lengan kirinya yang tidak dilewati selang apapun. Kupukul lengannya, agak kencang agar dia bangun.

“ireona!!” teriakku. “ireona!!” aku meneriakkan kata itu untuk kedua kalinya. “IREONA!!”

***

Kimi no koe setsunaku fade away.. away-ay-ay-ay

Kaze ni kakikesareteyuku stay…stay-ay-ay-ay

kore ijou wa I can’t take it, sono namida don’t cry for me

kimi no tame never look back again

sekaranglah saat yang tepat..

angin berhembus syahdu..

awan yang semula cerah berubah mendung..

burung-burung beterbangan, menerbangkan semua kenangan indah yang kulalui disini..

Disinilah aku dan seung hyun sekarang.

Di taman bermain tempatku pertama bertemunya..

Di taman tempatku mengenalnya..

Dan di taman tempatnya meninggalkanku..

Seung hyun menggenggam tanganku. Tangannya sangat dingin. Lebih dingin dari semua es yang pernah kutemui di seluruh dunia.

“jadilah orang yang tegar setelah aku pergi~” seung hyun membawaku ke dalam pelukan hangatnya. Pelukan yang selama ini membawa ketenangan untukku. “hari ini kau boleh menangisiku. Tapi besok, kau tidak boleh menampakkan air mata untukku!”

Aku tidak mau menangis. Aku tidak bisa menjadi orang yang tegar. Aku tidak bisa menjadi apa yang ia mau setelah ini.

“boleh aku—“

Ia menunjuk bibir merahku. Aku langsung menyambar bibirnya. Aku tidak mau tahu siapa yang memulai duluan. Tidak ada kata gengsi sekarang! Hanya ada cinta, cinta, dan cinta!! Seung hyun membalas ciumanku. Melumatnya dengan lembut, menikmatinya sebelum habis waktunya di dunia.

Seung hyun melepaskan ciumannya terlebih dahulu. Wajahnya yang pucat, tidak kuat lagi menahan beban dunia, ia paksakan mengulas senyum pilu. Senyum yang menyakitiku.

“jangan menyakitiku, bodoh!!” aku menarik kepalanya ke dadaku. “dengarkan detak jantungku!! Aku ketakutan, bodoh!!”

Aku terus menahan kepalanya di dadaku. Tanpa sadar, aku menangis. Seung hyun masih bisa bertahan! Ia memeluk pinggangku. Dengan berat, ia mengatakan :

“goodbye..” tunggu! Masih ada lagi.. “my love..”

Dan pelukan di pinggangku pun terasa renggang. Tubuh yang ku peluk pun terasa sangat ringan. Seperti tidak ada isinya. Seung hyun-ku sudah tiada~ seung hyun-ku mati di taman bermain jelek ini! Seung hyun-ku direnggut oleh penyakit mematikan, yang dideritanya dari dulu, GAGAL JANTUNG!!

“ireona!!” teriakku kesal. “ireona!!”

Kini aku sadar..

Benar-benar sulit untuk hidup di saat yang seperti ini..

Ditinggal oleh orang yang dicintai, bagaimana rasanya?? Sakit! Sangat menyakitkan..

Sekarang aku berjanji..

Aku akan menjadi anak yang tegar..

Aku akan menjadi orang yang berani untuk hidup sendiri di dunia ini..

Aku akan merelakannya pergi!!

***

Akankah kau melihatku, saat ku jauh

Akakah kau merasakan kehilanganku

Jiwaku yang telah mati.. bukan cintaku

Janjiku selalu abadi hanya milikmu..

Aku.. pergi.. dan takkan kembali..

Akhir.. dari.. cinta yang abadi..

Aku pergi ke alam yang suci

Akhir dari cinta yang abadi..

~FIN

*ada beberapa lagu yg gw jadiin ungkapan (?) pas terakhir” itu lagu tell me goodbye, dan yg paling terakhir itu lagu akhir cinta abadi – nidji..*

*ketawa gaje* HAHAHAHA.. niatnya bikin orang nangis, termasuk diriku (kan diriku orang) eh.. malah bikin ngakak gini.. Dimohon komentarnya^^

ff : “secret game” prolog

Di siang hari yang sangat panas itu, empat orang anak bermain di kebun belakang. Empat anak itu adalah seung hyun, jiyong, yunho dan jae joong. Mereka sekarang sedang bermain monopoli.
“ih curang!” kata jae joong kesal.
“kenapa sih??” balas yunho.
“masa jiyong main ambil duit aja?? Emang gratis apa duit!” jawab jae joong sambil mengerucutkan bibirnya.
“siapa sih yang curang? Jiyong kan emang harus ngambil duit karna bank ngutang 40 ribu ke jiyong!” bantah seung hyun.
“utang apaan? Emang bank bisa ngutang? Bank kan banyak duit!” kata yunho.
“aduh.. Kamu kok bego banget sih?” kata jiyong geram sambil menjitak yunho. “kan tadi aku belum ngambil duit yang pas awal tadi 20rb!”
“eh? Bukannya tadi kamu ngambil duit ya?” tanya yunho balik.
“iya! Aku ngambil 40rb ini! Puas?” jawab jiyong.
Mereka semua akhirnya menghentikan permainan. Mereka saling membentuk dua kubu. Jiyong-seung hyun dan yunho-jaejoong. Mereka membiarkan kulit halus mereka menjadi hitam dibawah sinar matahari.
Tiba-tiba, sinar matahari meredup. Angin kencang menerpa. Tapi empat anak itu masih bisa bertahan di tempat mereka duduk. Awan tebal menyelimuti pemandangan di depan mereka. Lalu keluarlah sebuah makhluk yang menyeramkan.
“rahasiakan ini pada orang lain!” kata makhluk itu. “jangan dibuka sampai aku kesini lagi!”
“memangnya, apa isinya?” tanya jae joong polos.
“isinya? Sebuah game rahasia besar!” jawab makhluk itu.
“game?” tanya semuanya.
“yeah.” jawab makhluk itu. “jangan dibuka sampai aku kembali dari tahun 9095 nanti!”
Makhluk itu langsung menghilang dari hadapan mereka. Suasana pun kembali seperti tadi.
“ahh. Sepertinya di dalam ada kaset PS!” duga seung hyun.
“iya juga!” sahut yunho.
“kita buka yuk??” rajuk jae joong.
“jangan!” cegah jiyong. “kan katanya tidak boleh!”
“sudahlah.. Tidak apa! Mungkin ini game keluaran baru!” duga seung hyun.
Ji yong langsung meninggalkan 3 anak itu. Lalu..

TBC

ff oneshoot : but i love u

Title: “but I love u”

Genre : tak bisa dijelaskan (?) yg penting YAOI but niatnya sad romance *pasaran amat yak!

Rate : PG

Length : oneshoot

Pairing : G-dragon-TOP

 

Terinspirasi dari lagu “but I love u”-nya g-dragon yg bener” saya suka! Denger deh lagunya..! #promo

Kayaknya lebih enak kalo baca ni ff sambil denger lagu westlife yang slow” deh. Haha.. trus lgu bigbang yg slow” jga trutama haru haru.. hehe.. #saran #mending ad yg baca

 

***

 

Cinta itu bukan hanya sebuah perasaan main-main. Tetapi benar-benar serius menyayangi orang itu. Cinta itu menguatkan. Setidaknya jika orang yang dicintai itu benar-benar merasakan perasaan itu.

 

***

 

“seung hyun, kamu tuh sayang nggak sih sama aku?!” bentakku kesal.

Seung hyun menatapku. Terlihat jelas pancaran kasih sayang dari matanya. Aku tidak bisa berkutik lagi kalau dia sudah menatapku begitu. Matanya menghipnotis. Ya! Aku selalu merasa lebih baik kalau menatap mata sendunya itu. Seung hyun tersenyum lalu mengusap rambutku lembut.

“kalau aku sayang kenapa?” tanyanya lembut.

Aku tidak bisa menjawab lagi. Seung hyun sudah ada di depanku. Berlutut di depanku sambil menggenggam erat tanganku.

“hyunnie, kau mau mati? Kau mau orang-orang tahu hubungan ini?” bisikku di kupingnya.

“aku ingin membuktikan cintaku padamu. Jadi, aku harus melakukannya!” seung hyun menyandarkan kepalanya di atas pahaku. Orang-orang menatap kami dengan tatapan heran. Aku selalu takut dengan tatapan ini.

Aku dan seung hyun adalah sepasang kekasih dari 3 bulan lalu. Tidak ada yang tahu hubungan ini kecuali teman dekat seung hyun. Kenapa teman dekatnya? Karena aku tidak punya teman. Aku tidak tahu kenapa aku tidak mempunyai teman padahal sikapku sudah cukup baik pada orang. Aku cukup sopan dan berbudi luhur. Sejak aku dekat dengan seung hyun hidupku berubah. Aku jadi termotivasi untuk belajar, aku jadi sering tersenyum, dan aku sering menciptakan lagu. Seung hyun adalah orang yang tampan, baik, supel, perhatian, dan pintar. Ia tidak pernah melarangku melakukan hubungan lain selain dengannya. Aneh? Ya! Aku saja bingung kenapa. Tapi dia selalu bilang kalau itu adalah untuk kebaikanku. Kebaikan? Itu malah membuatku merasa kalau dia tidak mencintaiku! Apakah dia punya simpanan lain? Aku tidak tahu. Tetapi seingatku dia hanya punya aku. Di HP-nya tidak pernah tersimpan pesan dari perempuan kecuali ibunya. Hal ini malah membuatku bertambah bingung. Bagaimana mungkin ada orang yang bilang ‘sayang’ tetapi membiarkan orang yang disayang itu pergi atau berhubungan dengan orang lain.

“kau sudah rasakan cintaku kan?” tanya seung hyun membuyarkan lamunanku tentang dirinya.

“umm.. yeah!” jawabku seadanya.

Seung hyun bangun dari duduknya. Lalu mengecup keningku. Bisa kurasakan mukaku memerah karena malu. Mukaku panas karena bibirnya menyentuh keningku ini. Seung hyun lalu mengulurkan tangan untuk menyuruhku pergi dari kantin ini untuk kembali ke kelas.

“yong, maaf nanti aku nggak bisa nganter kamu pulang. Maaf banget ya!” ujar seung hyun penuh penyesalan.

Aku tidak heran! Dia selalu sibuk pada hari-hari seperti ini. Ia punya segudang kegiatan yang wajib dilakukan seperti bimbel, nge-band, dll. Hampir tidak ada waktu untukku tetapi dia tetap menyisakan waktu untukku. Aku senang walaupun aku harus mendapatkan waktu sisa.

“kamu marah ya?” tanya seung hyun. “aku harus bimbel yong. Aku kan sudah kelas 3, sebentar lagi aku kan masuk high school. Kamu juga sebentar lagi!”

Aku mengangguk memaklumi. Lalu masuk ke kelasku tanpa pamit. Aku yakin seung hyun pasti hanya tersenyum penuh pikiran positif.

 

@besoknya@

 

Aku kembali ke sekolah. Biasanya aku bertemu dengannya di gerbang ini. Tetapi sekarang kenapa dia tidak ada? Apakah ia telat? Ohh.. mungkin benar! Be positive yong! Aku ingat kata-kata ini. Kata-kata positif yang diberikan seung hyun ketika aku benar-benar merasa kesepian karena tidak ada orang di rumah. Karena tidak menemukan seung hyun, aku akhirnya masuk ke dalam.

“ji yong,” panggil yong bae, teman se-band seung hyun.

“ne?”

“umm.. seung hyun mana?” tanyanya sambil menengok ke kanan dan kiri mencari seung hyun.

“aku tidak tahu!” jawabku seadanya. “aku harus ke kelas hyung. Umm.. annyeong.”

Aku langsung berjalan ke kelas tanpa mempedulikan yong bae hyung yang sepertinya bingung dengan keadaan seung hyun. Ia memang selalu datang ke sekolah. Jadi, sangat mengherankan kalau dia tidak masuk. Dia itu salah satu murid teladan! Semua penghargaan tentang IPA dan matematika pasti ia sabet! Tidak pernah pulang dengan tangan kosong kalau ia sudah mengikuti lomba itu. Itulah yang membuatku benar-benar bangga padanya!

Saat istirahat, aku mencari seung hyun ke kelasnya. Tetapi dia tidak ada. Katanya ia ijin. Dan aku tanya yong bae hyung, ia bilang juga tidak tahu ijin apa. Mungkin lomba? Ahh.. mungkin! Be positive yong!

“yong bae hyung!” panggilku saat aku melihat yong bae hyung di kantin.

“ne?” tanya yong bae hyung.

“apa seung hyun bilang padamu kemana ia ijin?”

Yong bae hyung menggeleng. “aku juga tidak tahu!” yong bae hyung menepuk pundakku. “sabar! Seung hyun akan kembali. Jangan takut, ok?”

Aku mengangguk saja sambil tersenyum. Senyum paksaan. Ya.. aku memaksakan senyum ini! Aku tidak mau yong bae hyung tahu kalau aku benar-benar cemas tentang seung hyun.

Besoknya, aku kembali mencarinya ke kelasnya. Tetapi tetap saja aku tidak menemukannya. Hyunnie, kau kemana??

Tepat seminggu setelah hari dimana seung hyun menyatakan kalau ia benar-benar menyayangiku. Aku menyerah. Aku menyerah mencari keberadaannya. Harusnya aku mencari ke rumahnya! Tapi bagaimana jika aku tidak tahu? Aku benar tidak tahu dimana tempat tinggalnya. Bahkan anggota keluarganya pun aku tak tahu. Yang kutahu hanya seung hyun. Choi seung hyun.

Aku duduk di bangku taman yang biasa aku dan seung hyun duduki kalau mengunjungi tempat ini. Aku menikmati angin sepoi-sepoi ini sendirian. Tanpa seung hyun yang bisa dijadikan sandaran kalau aku ngantuk akibat angin ini.

“ji yong!”

Aku menengok ke arah suara dan mendapati yong bae hyung sedang tersenyum. Aku balas senyum. Lalu ia duduk di sampingku.

“kau mau tahu dimana seung hyun?” tanya yong bae hyung.

Aku tersentak. Lalu mengangguk. Aku menenangkan diriku dulu agar siap mendengar setiap kata tentang seung hyun dari mulut yong bae hyung.

“aku harap jangan marah!” kata yong bae hyung.

“pasti!” aku menganggukkan kepala sambil tersenyum.

Yong bae hyung memelukku erat. Aku terus memberontak untuk melepas pelukannya. Akhirnya yong bae hyung melepaskanku.

“ada apa dengan seung hyun?” tanyaku.

“maaf aku terpaksa berbohong.” Jawab yong bae hyung. “aku menyembunyikan sesuatu darimu.”

Apa sih maksudnya? Benar-benar orang ini ingin membuatku mati penasaran!

“seung hyun..” yong bae hyung menatap langit. “ia sedang melihatmu diatas!”

“ma-maksudmu—“

ia sedang melihatmu diatas! Apakah seung hyun—

“ia ada disana?” aku bertanya sekali lagi sambil menunjuk ke arah langit.

“ia kritis. Tidak ada harapan lagi untuknya!”

Deg—

“a-apa ma-maksudmu?” aku harus mengontrol bicaraku. Aku harus menahan air mataku.

Dddrrttt… dddrrrttt…

Getaran HP yong bae hyung terasa sampai tubuhku. Menggetarkan pertahananku sampai air mataku yang sedari tadi kutahan membanjiri pipiku. Yong bae hyung tersentak setelah menerima SMS yang dikirimkan orang di HP-nya. Lalu menarik tanganku tanpa menunggu persetujuanku. Aku hanya mengikutinya tanpa memberontak. Yong bae hyung membawaku ke mobilnya dan mengendarai mobil sampai ke rumah sakit besar. Ia lalu menggandengku masuk ke dalam RS itu sambil sesekali menyeka air mata. Sebenarnya apa yang terjadi dengan seung hyun-ku? Apakah ia mendapat kecelakaan yang sebegitu parah? Akhirnya yong bae hyung melepaskan pegangannya. Ia jatuh terduduk di depan dae sung, salah satu anggota band-nya juga yang sedang duduk di kursi depan ruang ICU.

“ma-mana seung hyun?” aku memberanikan diri bertanya.

Dae sung mendekatiku. Ia menepuk pundakku sambil memberikan sinyal untuk menguatkanku. Tetapi sama saja. Aku tidak merasakan apapun. Tidak ada energi positif yang bisa diambil dari tatapannya. Beda dengan tatapan seung hyun!

“ia lelah di dalam sana.” Kata dae sung. “ia menghembuskan nafas terakhir. Tepat setelah yong bae bilang ia dan kau sampai di RS ini!”

Deg—

Seperti ada yang mengganjal jantungku aku mendengar kata-kata ini. Seung hyun-ku, ia pergi! IA PERGI! Pergi jauh ke tempat yang tidak tahu ada dimana itu.

“be-benarkah?” tanyaku tak percaya.

Dae sung mengangguk. Lalu pintu ICU dibuka dan keluarlah beberapa orang dokter dan suster sambil membawa tempat tidur dorong yang diatasnya berbaring orang dengan selimut yang menutupi seluruh badannya.

“anda keluarga choi seung hyun?” tanya dokter itu pada aku, dae sung, dan yong bae hyung.

“aku temannya. Keluarganya tidak bisa kesini sekarang. Mereka—sedang pergi ke tempat yang jauh!” jawab dae sung hyung.

Satu-satunya orang yang tidak menangis. Ia masih bisa tegar di depan kami semua. Dae sung memang orang yang tidak mau menampilkan kesedihannya di depan orang. Cukup ia dan tuhan yang boleh tahu kesedihannya.

“ji yongie, ini seung hyun-mu!” kata dae sung.

Aku langsung mendekati jasad yang ada di atas tempat tidur itu. Aku membuka kain yang menutupi kepalanya itu dan melihat seorang lelaki dengan tampangnya yang polos tertidur di kasurnya. Melepas lelah akibat bebannya di dunia selama ini. Matanya yang menghipnotis tertutup karena lelah melihat keadaan ini. Bibirnya yang selalu melantunkan lagu-lagu dan kata-kata indah tertutup karena lelah berbicara. Aku menurunkan kain itu sampai ke pinggangnya. Ku genggam tangannya yang biasa menggenggamku kalau aku sedang membutuhkannya. Ku berikan kehangatanku berharap ia akan bangun lagi.

“hyun,,” aku menggenggam tangannya yang dingin itu. Lalu menangis di sampingnya. “kenapa kau meninggalkanku secepat ini?” tanyaku lirih. “kenapa???”

Dae sung dan yong bae hyung menepuk pundakku. Yong bae hyung lalu membisikkan sesuatu kepadaku.

“aku akan tunjukkan sesuatu padamu. Peninggalan seung hyun!” bisik yong bae hyung. “aku akan tunjukkan setelah seung hyun dimakamkan.”