Tag Archives: choi siwon

TWINS HIGH SCHOOL part 2

Title : “twins high school”

Length : chaptered (2/??)

Main cast :

–       2wins Yoo a.k.a park yoo chun & park yoo chan

Other cast : Find yourself~~

 

Annyeong…!!

Yoochunnie twins here..

Oh ya, saya mau ralat. Murid di kelas X-5 tuh 17 orang! Baru sadar saya kebanyakan muridnya.. haha..

Ini FF makin lama makin gaje aja ya ?? kalo pada ga suka saya berentiin dah ni FF..

Douzoo..

 

***

 

“ok..” pak siwon memulai acara pengajarannya dengan satu kata dua huruf itu. “kalian buka buku fisika halaman 225.”

Yoochan membuka buku itu dan meletakannya di sisinya sendiri. Buku itu memang disediakan satu untuk berdua, untuk membantu menumbuhkan kerja sama antar saudara.

“chan!!” yoochun mencoba merebut buku itu dari jangkauan yoochan.

“ooo.. tidak bisa!!” yoochan membuka bukunya kurang dari 90 derajat untuk menghindari yoochun.

“ehh, dimarahin baru tau rasa lo!!” ancam yoochun.

Yoochan menurunkan bukunya. “udah biasa kaliiii..”

Yoochun baru sadar kalau saudara kembarnya sudah sering dimarahi, dan mendapat hukuman fisik. Akhirnya ia hanya bisa menatap pasangan kembar lain yang lebih mesra darinya dan saudaranya. Ia menatap iri ke 3G (trio ji) yang walaupun kembar 3, tapi persaudaraan tetap dipegang. Mereka memakai buku untuk bertiga. Sedangkan ia? Satu kembaran saja sudah membuatnya keok.

“nih! Gue udah ngerti!” yoochan melempar buku itu ke depan yoochun dan menimbulkan suara yang sangat keras.

Pak siwon, langsung menatap yoochan dengan tatapan khas guru yang amat sangat baik. Ia tersenyum manis pada gadis itu.

“pak, saya beneran takut deh kalo bapak suka saya! Senyumnya.. hiii~~” kata yoochan cablak.

Semua anak langsung tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan yang keluar dari bibir murid baru itu. Dalam hati mereka—terutama para cewek—ingin menikam yoochan yang sudah berani membuat pak siwon, guru terganteng seantero sekolah malu.

“saya gak suka kok sama kamu..” kata pak siwon tenang. “saya Cuma sayang sama kamu, karna kamu murid saya. Saya juga sayang sama murid-murid twins..”

Semuanya langsung bersorak gembira.

“oh my god.. lebay deh!!” kata yoochan.

“SUDAH.. SUDAH!!” kata pak siwon. “kita lanjutkan!”

semua langsung kembali ke pelajaran. Pak siwon menerangkan setiap rumus dari yang ditanyakan oleh soal. Yoochan hanya manggut-manggut karena ia sudah pernah mempelajarinya sebelumnya.

“yong jun hyung, kerjakan soal nomor 2!!” pinta pak siwon.

Yang dipanggil tidak langsung ke depan. Tapi malah memberi jitakan gratis pada kembarannya yang perempuan.

“yahh. Itu tinggal dikali terus dibagi susah amat. Ckckck..” kata yoochan. “ampun dah tu orang! Kembarannya keliatan pinter, ngapa dia kagak?”

Yoochan kembali melanjutkan monolognya.

“yahh dia juga gatau rumus sih, jadi bingung sendiri kan! Makanya apalin dong!” katanya. “yahhh dia malah nulis rumus apa tuh! Ga ada tuh rumus gitu di—puehh.. puehhh..”

Yoochun tertawa lepas—namun masih bisa dikontrol—setelah sukses memasukkan gulungan kertas ke mulut yoochan yang tidak berhenti bermonolog. Yoochan yang kesal langsung menginjak kaki yoochun.

“AAAAARRRGGGG~~ BEGO SAKIT!!!” katanya sambil menendang betis yoochan.

Yoochan balas menendang lagi. “ehh, gue juga!!”

Yoochun balas jitak sekarang.

Yoochan balas tampar.

Yoochun balas tampar pipi kanan.

Yoochan balas tampar pipi kiri.

Yoochun balas narik rambut yoochan.

Yoochan balas teplok (?) jidat yoochun yang kelewat jenong.

“anjrittt monkey!! Sakit!!” yoochun mendorong yoochan ke samping. Untungnya sebelahnya tembok, jadi yoochan tenang.

“who’s monkey here??” yoochan menendang yoochun ke samping dan terjadilah..

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA..

Semua anak tertawa lepas melihat yoochun jatuh terduduk di samping shindong si gendut. Yoochan dengan puas ikut tertawa sambil melempar gulungan kertas ke arah kembarannya. Sedangkan yoochun yang emosi dengan kembarannya langsung mencopot sepatu adidasnya dan memasukannya ke mulut yoochan dengan paksa.

“mampus lo!! Makan tu sepatu!!” kata yoochun sambil menjambak rambut yoochan.

Pak siwon yang melihatnya hanya bisa menggeleng pasrah. Kenapa murid-murid gue jadi gini? Akhirnya ia mengambil langkah tegas. Menjewer dua anak keluarga park sampai ke lapangan!

 

***

 

“gara-gara lo sih, chan!!” omel yoochun sambil menjaga keseimbangannya.

“kok gue? Yang mulai siapa?” tanya yoochan balik sambil menjaga keseimbangan tubuhnya pula.

“kalo lo ga bermonolog ria kayak tadi, dijamin deh kaga bakal begini!!”

“siapa suruh dengerin? Ckckck..”

“eh, lo tuh bego apa kelewat idiot sih?!”

“sayangnya gue kelewat jenius!”

“oh jenius ya? Saking jeniusnya albert einstein aja kalah! Ckckck..”

“oh pastilah. Albert einstein kan murid gue. Emang lo yang ga punya pengikut? Ckckck..”

“pengikut? Gue ga punya. Tapi kalo pada ikut gue pasti ga sesat kayak lo!”

“hahaha.. ajaran lo apa sih? Dipalak choi bersaudara diem aja, dimarahin guru nangis, dikatain temen bales ngatain, mukul kembarannya selalu pake benda, manja-manjaan sama umma, minta sambil nangis sama appa, tebar pesona di depan cewek-cewek murahan, ckckck..”

“yahh masih mending. Daripada ditantangin geng motor mau aja, ditantangin 3 points mau aja, ditembak cowok malah ditolak mentah-mentah, ga berani deket anak kecil, ga berani ulet bulu, takut banget sama brokoli, suka banget ngisepin darah, takut sama nenek gara-gara pernah dimasukkin ke panti, ga punya hape karna takut dibacain isinya sama kakek-nenek umma-appa, ga punya malu buat deket sama cowok-cowok buat dijadiin temen, dan tentunya ga bakal nolak kalo ada cowok pengen megang-megang!”

Ucapan yang awal-awal sampai hampir akhir adalah fakta. Tak bisa ia pungkiri dan ia harus mengalah. Tapi yang terakhir?

Yoochan menurunkan tangan dari kupingnya, juga kaki kirinya yang diangkatnya. Lalu mendorong yoochun sampai terjungkal ke belakang. Yoochun yang kaget reflek langsung berteriak. Membuat perhatian tertuju pada mereka. Yoochan menindih tubuh yoochun dan memberi bogeman gratis pada wajah yoochun.

“jaga tuh mulut lo!! Yang awal emang fakta, tapi yang akhir itu karangan!! Ini dunia asli, tolol!!” yoochan memukuli wajah yoochun lagi seperti orang kesetanan. Beberapa orang mencoba menariknya. Tapi malah orang itu yang kena. Jadi dua guru dengan bodi besar dan bagus keluar dan melerai pertengkaran saudara kembar itu.

“BERHENTI!!!!” teriak salah satu guru yang berbadan tinggi besar. Dikenal dengan nama ok taecyeon.

Satu guru lagi yang bernama ok taeyang langsung mencoba mengangkat tubuh yoochun untuk mendudukkan posisinya. Yoochun yang wajahnya penuh dengan darah dan lebam langsung dibawa ke UKS guna mendapat pengobatan. Sedangkan yoochan langsung ditarik ke ruang BP.

 

***

 

7 orang guru dengan pasangan masing-masing—kecuali pak taec—mengadili yoochan di ruang BP yang tertutup dan bercahaya remang. Ruangan itu lebih baik lagi diberi nama ‘death room’ daripada ruang BP.

“siapa nama kamu?” pak taec memulai pidatonya.

“park yoochan!” jawab yoochan datar.

“umur?” tanya pak siwon.

“14!” jawab yoochan kesal—karena pak siwon sudah menanyakan umurnya tadi di kelas

“berapa lama jadi murid twins?” sekarang pak seunghyun yang bertanya *laki gue euyyy..

“23 jam lalu saya datang kesini. Dan 2 jam lalu saya baru masuk ke kelas!” jawab yoochan dengan nada tenang.

“dari sekolah mana?” tanya pak ryeowook sekarang.

“SMA daeham!”

“kamu tahu apa motto sekolah ini?” pak ryeohwan—kembaran pak ryeowook—bertanya dengan nada galak.

“menjadikan anak-anak kembar hidup tenram dan damai tanpa perseteruan tidak jelas!” jawab yoochan yang masih ingat dengan slogan di pintu masuk twins.

“dan kamu tahu apa hukuman bagi anak yang membuat perseteruan?” pak junho memberikan tekanan pada setiap kata yang penting (?)

“MENSKORSING SAUDARA KEMBAR DAN MENYURUH MEREKA MENGERJAKAN TUGAS DI LUAR!” 7 orang itu menjawab serempak.

Dia yang nanya dia yang jawab. Ckckck.. dasar guru aneh!!! Batin yoochan kesal.

“jadi,” pak junsu—kembaran pak junho menambahkan, “karna kau murid baru, masih bisa dimaafkan. Kalian bisa belajar di kelas besok!”

 

In other side..

Yoochun mengerang kesakitan ketika wajahnya di tempeli es batu yang di balut kain putih. Air mata terus mengalir dari ujung matanya saking sakitnya. Beberapa anak terus mengamati kejadian di UKS. Mereka ada yang memuji yoochan, ada juga yang mencaci yoochan. Terutama para cewek.

“gila tu orang! Si yoochun jadi jelek gitu mukanya gara-gara dia!”

“emang!! Sarap..! ga bersyukur amat punya kembaran mukanya ganteng manis imut gitu!”

“ahh~ mending kembar sama gue aja dah!! Dijamin ga bakal gue apa-apain wajah manisnya.”

 

***

 

Yoochan masuk ke kelas kembali dengan wajah penuh amarah. Ia memasukkan seluruh barang yang berserakan di meja ke dalam tas. Setelah itu ia gendong tas-nya dan hendak keluar.

“mau kemana?” tanya youngmin yang berpapasan dengan yoochan di depan pintu.

“keluar!” jawab yoochan ketus.

“loh.. loh..” kwangmin datang dengan tergopoh. “kenapa?”

“BISA GAK GA HALANGIN JALAN GUE? ATO GUE BEJEK-BEJEK MUKA LO KAYAK YOOCHUN!!”

Jo twins langsung menyingkir dan memberi jalan pada gadis itu. Setelah itu yoochan berjalan dengan gaya premannya yang membuat anak-anak langsung menyingkir dan masuk ke kelas masing-masing.

Jo twins saling pandang.

“yoochun emang kenapa?” tanya kwangmin pada kakaknya.

Youngmin menggeleng sambil mengangkat dua bahunya. “tadi katanya pas lagi dihukum duaan berantem. Ehh yoochun bonyok!”

“kok bisa?” tanya kwangmin kaget.

“eh, yoochan tuh bukan cewek biasa bro!!” youngmin membisikkan sesuatu pada kembarannya. “yoochan itu pernah ngalahin geng motor Cuma dengan satu tenaga!!”

Kwangmin tak percaya. Tapi dari cerita kembarannya sepertinya memang benar adanya. Dia jadi takut membiarkan anak itu pergi.

“mau kemana?” tanya youngmin saat kwangmin langsung berlari kencang ke arah yoochan pergi.

“nyari dia!!” jawab kwangmin sambil menghentikan langkahnya dan berbalik badan. Lalu kembali berlari.

“gue ikut!!!”

 

***

 

Yoochun ke asrama dengan membawa luka lebam di wajahnya. Kepalanya amat sangat pening karena mendapat bogeman gratis dari kembarannya yang sudah memegang sabuk hitam taekwondo di umur 7 tahun.

“mana tu anak?” tanya yoochun sambil menahan sakit di wajahnya. “chan!!”

Akhirnya ia mengambil jaket dan mencoba mencari adiknya dalam keadaan separah itu. Walaupun yoochan sering banget—kelewat sering malah—menjahili yoochun, memukul yoochun, mengniaya yoochun, tapi sebagai kakak yang baik yoochun akan selalu sayang pada adiknya. Yahh.. walaupun kadang-kadang suka kesel sendiri.

 

***

 

Di sisi lain, yoochan sedang berjalan menuruni tangga di sekolahnya yang sepi. Di lantai atas—tempatnya berdiam dari tadi—lampunya dipadamkan. Itulah tempat yang pas untuk yoochan. Tempat yang gelap, tentram dan damai.

Ia tidak mau berurusan dengan kembarannya, kasusnya yang baru dikalangan murid-murid, dan juga hukuman yang akan diterimanya karna yoochun melaporkan ke umma dan appanya.

“chan~” sebuah suara di kegelapan membangunkan bulu kuduknya. Yoochan menengok kesana kemari untuk mencari sosok dalam kegelapan itu.

“chan~” lagi-lagi suara itu memanggilnya. Sontak yoochan langsung bersandar di pegangan tangga dan bertanya, “siapa?”

Secercah cahaya muncul di persimpangan (?) tangga antara lantai 3 dan lantai 4. Baru kali ini yoochan merasakan ketakutan yang luar biasa.

“AAAAARRRGGGHHH~~” teriak seseorang setelah terkena bogem mentah.

Yoochan langsung mengambil senter dari orang itu dan menyenternya. Betapa kesalnya ia ketika mengetahui bahwa yang mencarinya adalah orang yang tidak diinginkannya.

“sarap!! Gue udah takut setengah idup lo malah nyenter-nyenter!!” sembur yoochan langsung pada lelaki di depannya, jo kwangmin.

“y-ya maap.” Kwangmin memberikan jaket kepada yoochan. “i-ini pake dulu. Takut lo kedinginan!”

Yoochan tersenyum. “ga perlu! Gue berlapis kok. Yuk turun!!”

 

***

 

“kok lo tau gue disitu?” tanya yoochan langsung ketika di kantin.

Kwangmin tersenyum. “gatau! Feeling aja.”

Yoochan melahap kentang gorengnya. “umm.. perasaan lo tajem banget ya! Apalagi ama kembaran lo!”

Kwangmin langsung cemberut mendengar yoochan mengatakan ‘kembarannya’ di depan kwangmin.

“hubungan gue sama youngmin ga semulus yang laen!” kata kwangmin.

Yoochan mencelupkan kentang goreng panjangnya ke dalam saus sambal yang super pedas. Lalu memasukannya ke mulutnya. “lo kate gue sama yoochun mulus? Mimpi terbesar keluarga gue tuh ngeliat gue sama yoochun akur! Ckckck…”

“itu kan buat nilai chemistry, chan!!”

Yoochan membelalakkan mata. “nilai chemistry? Apa tuh? Perasaan di sekolah lain kagak ada?”

“iya. Cuma disini yang ada nilai itu!” kata kwangmin. “chemistry yang menentukan lulus atau tidaknya kita disini! Kalo kita pinter se-einstein pun, kalo chemistry ama kembarannya keok sama aja boong! Disini tuh menjunjung tinggi persaudaraan!”

Yoochan mengangguk-anggukan kepalanya. “bahaya banget nih!!”

“astaganagagede YOOCHAN..!!!” seseorang berteriak sambil mendekati yoochan dengan tampangnya yang lagi galak.

“kangen?” tanya yoochan sinis.

“anjir ni bocah!!” yoochun menarik tangan yoochan. “gue udah cariin lo sampe ke balkon. Ternyata lo bocah ada disini lagi pacaran! Ckckck..”

“siapa yang pacaran?” kwangmin ikut nimbrung di pembicaraan dua saudara kembar itu. “kita Cuma maen kok!”

“ini dinner bareng. Mana ni bocah makannya banyak lagi!!” yoochun menempeleng kepala yoochan kebawah—padahal yoochan sedang mencampurkan saus tomat dan saus sambal bekas makannya.

“YOOCHUN LOLOT, PEDES TAU..!!!!!”

 

***

 

KRING..

KRING..

KRING..

KRING..

KRING..

KRING..

I HATE THIS LOVE SONG..

I’M SO STUPID I’M SO STUPID I’M SO STUPID IN LOVE..

EVERYNIGHT IN MY DREAM I SEE YOU I FEEL YOU..  

WOYYYY PEMALES..!! BANGUN..!!!

10 alarm di kamar 2wins yoo belum juga berhasil membangunkan sang empu dari tidur nyenyaknya. Kejadian semalam benar-benar menyisakan kecapekan yang amat sangat besar.

 

~flashback

 

Yoochun langsung membawa yoochan ke kamar setelah yoochan membersihkan wajahnya dari bekas saus campuran yang rasanya benar-benar mak nyuss. Lebih dari gado-gado deh pokoknya!! *apaan sih ni author gaje –‘

“arrrggghhh.. sakit tau..!! ahhh~~ sakit..!!” erang yoochan karena kakaknya tidak bisa melepaskan tangannya dari kupingnya.

“biar tau rasa lo!!” kata yoochun dengan evil smile-nya.

“haaah~~ tapi ga usah pake jewer bisa kan?”

“udah sepaket!! Ga bisa ditawar-tawar!!”

Yoochan berusaha menyingkirkan tangan yoochun dari kupingnya.

“mau paket merah, bonyok, rumah sakit, ato kuburan?” tawar yoochun.

“sekarang siapa yang sesat, hah?” yoochan mencoba membangunkan siwon (read : simba) yang sedang tidur. *abaikan

“oh?! Jadi masih masalahin yang tadi?”

Yoochun melepaskan jeweran dari kuping adik kembarnya.

“belom cukup gue bonyok gini, hah?” tanya yoochun kesal. “lo mukul gue tuh kaya kesetanan deh!!”

“emang gue kesetanan, setan!!” yoochan meneplok (?) jidat yoochun.

“ebujet ni anak beneran—“ yoochun langsung memperlakukan hidung yoochan seperti kuping kembarannya tadi sambil berjalan ke atas, menaiki tangga.

Di kamar, belum selesai juga mereka bertengkar. Untung saja di setiap kamar tidak tembus dengar. Jadi tidak ada yang bisa mendengar mereka bertengkar dan adu mulut di jam 10 ini.

“eh dumber, lo mau bikin gue mati nutup idung gue, hah??” yoochan berteriak murka.

“eh loser sejati, lo sendiri juga pengen bunuh gue kan? Tapi ga bisa? Hahaha.. gue udah nyolong nyawa kucing jadi ada banyak!!”

“yaelah.. Cuma 10 doang! Nanti ketabrak kereta juga ngilang tu angka satunya!!”

“iya!! Tapi nyawa gue sekarang ada 8, jadi jangan pernah nyoba bunuh gue! Nanti malah dapet malu.”

“oh yeah?! Bukannya lo yang malu yah?”

“malu? What for? Emang gue punya malu di depan lo?”

“oh anak manja ini udah bertransformasi jadi anak SOK kuat ya? Ckckck.. sayangnya ga cocok banget tuh!!”

“hahaha.. iyakah??”

“iya!!” yoochan mendekatkan wajahnya ke wajah kembarannya.

“oh?!” yoochun juga ikutan begitu, sambil melotot.

“pengecut!!”

“pecundang!!”

“dumb!!”

“idiot!”

 

Bye bye bye bye my love~

Bye bye bye bye my love~

 

Lagu love bye love mengalun lembut dari HP yoochun. Perdebatan tak jelas itupun langsung selesai.

 

*end of story* RALAT *end of flashback*

 

Dan sekaranglah saat yang paling menegangkan. 2wins yoo bangun dan melihat bahwa mereka sama-sama tidur di sofa karena tadi malam juga ada acara berebut tontonan. Mata mereka ternyata sama-sama tidak kuat, dan akhirnya tertidur di satu tempat yang sama.

“Gue dulu!!”

“gue!!”

“ladies first!!”

“gentlement first!!”

“ga ada tuh ketentuan gitu.”

BRAKK!!

“gue dulu!!”

“ehh,, keluar!!”

BRAKK!!

“ladies first, dari dulu!!”

“sekarang ga jaman tuh! Apalagi ladies setengah gadungan kayak lo.”

“yaudah. Sekarang siapa yang paling muda?”

“yang tua yang duluan!!”

“ehh ketentuan darimana tuh?”

“dari lahir. Yang keluar duluan kan gue!!”

“ya berarti yang keluar yang tua ya?”

“iyalah.”

“siapa yang tua gue tanya?!”

“gue!!” yoochun menyadari kebodohannya, dan akhirnya pasrah akan kesempatan mandinya. Ia pun keluar dari kamar mandi dan duduk di sofa.

Begitulah kehidupan 2wins yoo. Apapun pasti bisa dijadikan bahan perdebatan dan menimbulkan korban! Termasuk orang tua 2wins yoo yang kadang-kadang kalau pulang ke rumah langsung disambut sama suara piring plastik diadu, spatula dijadiin pedang, telur yang harganya mulai melambung dijadiin senjata..

Kadang-kadang mr dan mrs park dibuat gila. Tapi juga senang karena dengan begitu mereka akan saling membutuhkan. Tapi tidak ada tanda-tandanya sampai anaknya hidup sekarang.

Kakek-nenek dari 2wins yoo pun sedikit merasa terganggu oleh kelakuan dua anak itu—walaupun dalam hati terdalam bangga karena dua anak itu adalah penghasil penghargaan terbesar di sekolah.

Om-tante, sepupu-sepupu dan anggota keluarga lain sering sekali menunggu kedatangan double troublemaker itu. Biasanya mereka menjadi stalker gratisan 2wins yoo untuk melihat adegan sinetron dari pasangan kembar itu.

“heboh sih” atau “gaje!” atau malah ada yang terang-terangan mengatakan “unnie-oppa seru banget berantemnya! Aku jadi pengen deh punya kembaran kayak gitu”

 

***

 

“kalian lagi?” pak seung hyun menatap kesal ke arah dua murid yang mendapat kasus kemarin. Tapi tatapan tajamnya—yang lebih tajam dari piso dapur—mengarah ke yoochan yang tidak menunduk sama sekali.

“kalian telat lagi?” pak seung hyun menahan emosinya.

Yoochun mengangguk, sedangkan yoochan yang kelewat stress malah meralat perkataan gurunya.

“kami baru sekali kok telatnya!!” kata yoochan yang langsung mendapat hukuman sikut yoochun.

Pak seung hyun seperti menyadari kelancangannya. Saking marahnya dia lupa menghitung berapa kali murid kesayangannya (?) itu telat.

“ya sudah. Taruh tas kalian dan ikut saya ke lapangan!”

 

***

 

Kira-kira lanjut gak yah ??

Udah lah.. 8 halaman nih.. takut kepanjangan nanti susah diliat dari HP !! haha..

Maap ya kalo ceritanya makin ancur. Seperti biasa, saya ga memaksa orang untuk komen. Hanya memberikan komen jika anda ikhlas~

See y’all at part 3 !!

Advertisements

MY EVERYTHING

Title : “my everything”

Length : oneshoot~

Pair : EUNHAE~~

 

Inilah FF gaje oneshoot saya !! haha.. udah lama ga bikin yang oneshoot..

FF ini kayak diary gitu. Jadi alurnya cepet.. dan POV adalah eunhyuk!!

 

WARNING!!

FF INI BISA MENYEBABKAN :

  1. KEJANG GAJE
  2. GA NAPSU MAKAN
  3. MUNTAH
  4. NANGIS GARA-GARA NYESEL
  5. MARAH
  6. STRESS
  7. DAN BERUJUNG PADA GILA

 

#PLAAAAAKKKKKKK

 

Oh ya, ni FF juga pernah di publish di FB, tapi ada editing dikit karna saya lupa masukin bagian itu..

Okayy,, don’t forget to RCL!!

 

***

 

Kau tahu apa yang dimaksud kehilangan? Mau tahu bagaimana rasa sakit ketika dikhianati oleh orang yang sudah dipercaya? Sangat sakit!

Inilah ceritaku dari awal sampai akhir hayat. Berawal dari pengkhianatan, dan berakhir dengan kenangan..

 

24 desember 2008

 

The loneliness of nights alone..

The search for strenght to carry on..

My every hope have seemed to die..

My eyes had no more tears to cry..

 

Sendirian..

Itulah yang kurasakan pertama kali di hari yang harusnya aku kencan ini. Aku mencari kekuatan di malam natal yang dingin ini. Bisakah?

 

*flashback*

 

“hyuk, mianhe. Aku harus mengatakan ini! Tapi, sejujurnya aku tidak bisa. Umm.. maksudku..”

“apa??”

“umm.. kita PUTUS!”

“mwo?”

“iya. Kita putus, ok? Aku sadar kalau selama ini kita tidak cocok satu sama lain. So, lebih baik kita pilih jalan sendiri-sendiri.”

“apa kau mendapat yang terbaik?”

“ya! Bahkan lebih baik. Yang sehat, cantik, dan lucu. Mianhe, hyukkie.”

“siwon-ah..”

“annyeong. Kita masih bisa berteman, ok? Urus saja penyakitmu itu, semoga saja cepat sembuh.”

 

*end flashback*

 

Aku bodoh! Ya.. bodoh. Aku hanya bisa menerimanya tanpa melihat hatinya. Ia yang pertama kali menyatakan cinta, dan ia juga yang pertama kali memutuskan. Yah.. aku hanya pelarian. Gumamku sambil tersenyum pilu mengingat percakapan dengan lelaki bernama siwon itu.

Sebuah alasan yang pantas untuk membuatku patah hati di kala aku membutuhkannya. Gumamku lagi.

Penyakit.. itulah yang selalu dipermasalahkan orang-orang yang dekat dengaku. Aku selalu merasa kesakitan di dada kalau aku kaget, atau kelelahan. Ya.. penyakit jantung!

Hanya penyakit sepele, kenapa dipermasalahkan? Apakah yang salah? Aku hanya ingin merasakan cinta sebelum aku benar-benar pergi dari dunia ini!

 

Pengalaman pahitku ini semoga saja tidak terulang oleh orang lain. Aku sudah cukup sakit merasakannya. Apalagi ditambah penyakit jantung sialan ini! Ahh~ lebih baik aku mati saja!

 

20 januari 2009

 

Then like the sun shining up above..

You surounded me with your endless love..

Coz all the things I couldn’t see..

Are now so clear to me..

 

Untungnya aku bertemu dengannya. Bertemu dengan seseorang yang berhasil membawaku kembali ke kehidupan asliku. Aku merasa tidak ingat kalau mempunyai penyakit mematikan. Aku tidak ingat lagi tentang siwon dan yang lainnya!

Ia mengusap wajahku lembut. Selembut sutra yang terbuat dari ulat asli yang dirajut dengan penuh cinta. Ia menyandarkanku ke dadanya. Terasa sekali hangat tubuhnya.. wangi badannya.. dan detak jantungnya..

“hyukkie, kau merasa senang?” tanya donghae, lelaki yang sekarang menjadi penyemangatku.

“yeah. Gomawo~”

Aku bertemu dengannya malam natal itu.. di malam yang bersalju. Bodohnya aku keluar di saat hujan salju!

 

*flashback*

 

Malam natal ini seharusnya menjadi malam yang paling indah. Jalanan dipenuhi oleh orang-orang yang sibuk membeli perlengkapan natal. Ada juga yang pulang-pergi ke gereja untuk berdoa, semoga di hari yang indah ini diberikan kenikmatan, dan juga perlindungan untuk keluarga jauh.

Aku berdoa juga di taman ini. Bukan hanya untuk diriku, tapi juga untuk umma, appa, dan untuk.. siwon? Yeah.. aku berharap bisa melupakannya, dan dia juga bisa melupakanku dan mencari kehidupan yang lebih baik.

Mataku terus berkeliling mencari objek yang tepat untuk dilihat. Seorang laki-laki tampan sedang melukis di bawah cahaya remang taman di malam hari. Ia terus menggoreskan pensil sambil menatap ke arah.. aku? Ohh.. ini hanya perasaanku! Ia terlalu serius. Entah setan apa yang merasukiku, aku jadi mendekatinya. Ohh.. ternyata aku membuatnya terganggu! Jeongmal mianhae..

“hey!” lelaki itu menyambutku senang. Ia berdiri dan tersenyum. Ohh.. senyuman mematikan!

“kenapa diam?” tanyanya.

“umm..” aku mencoba menatap wajahnya. “ani. Aku.. ingin lihat lukisanmu!”

Lelaki itu menyodorkan kertas gambarnya setelah menyobek salah satu kertas di bagian akhir. Aku memperhatikan goresan pensilnya yang indah ini. Ahh~ andai saja ia mau melukis wajahku. Pasti terlihat sangat.. emmpghh.. tampan? Atau malah cantik?

“lukisanmu..terlihat real!” komentarku takjub.

“benarkah?” lelaki itu menatapku sambil tersenyum sumringah. “ahh~ jeongmal gomawo!!”

“bisa kau lukis wajahku?” tanyaku dengan senyum. Terlihat kebingungan di wajahnya. Aku langsung buru-buru meralat.

“ani~ aku hanya bercanda. Yahh.. bercanda!” aku membolak-balik kertas gambarnya.

Kami berdiam sangat lama. Sampai suara anak kecil yang melengking sedang berteriak terdengar di kupingku. Ahh.. memekakan telinga!

“kau.. benar ingin dilukis?” tanyanya sambil menatap kedepan. Tangannya ia sembunyikan dibalik hoodie untuk menghangatkan tubuh.

Aku terkesiap. Aku memang ingin. Tapi aku terlalu munafik. Ehh? Kenapa aku merasa nyaman dengan lelaki ini? Apa karena siwon mengkhianatiku? Oohh.. akhirnya nama itu muncul lagi! Tuhan, bisakah kau mencuci otakku dan mengganti memori dengan lelaki di sebelahku ini?

“lee donghae imnida!” lelaki itu mengulurkan tangannya padaku. Aku langsung menatapnya lekat-lekat. “kau tidak mau berkenalan denganku?” lelaki itu menurunkan tangannya lalu tersenyum sambil menghembuskan nafas panjang di udara dingin ini. Membuat asap kedinginan dari mulut lelaki itu keluar dan memberiku kehangatan.

“lee hyuk jae imnida! Tapi panggil saja eunhyuk, atau.. hyukkie?” kataku sambil mengulurkan tangan.

Lelaki itu kembali menaikkan tangannya dan menjabat tanganku. Masih dengan senyum manis yang tersungging di bibirnya.

“mulai sekarang, ku panggil kau hyukkie!”

 

*end flashback*

 

Disitulah awal aku bertemunya, dan mengenalnya. Juga mencintainya. Itu hal tolol bukan? Menyukai orang yang ajimumpung ada di depan? Haahh.. kisah ini memang terlalu sinetron!

“waktuku tinggal sedikit, hae-ah.” Lirihku mengingat kebersamaan ini takkan selamanya.

Semenjak itu aku jadi sering keluar. Dan hasilnya jantungku tidak kuat, dan akhirnya parah. Dokter memvonis, jika aku terus-terusan keluar, hidupku tidak lebih lama dari 3 bulan. Tapi aku tetap keluar, demi lee donghae.

“aku tetap disini, hyukkie..”

 

4 april 2009

 

You are my everything

Nothing your love wont bring

My life is yours alone

The only love I ever known

 

Inilah hari yang paling aku suka! Hari ulang tahunku!! Tanggal 4 april! Donghae mengajakku keluar, walaupun dia tahu hari ini sangatlah sulit bagiku untuk bertahan. Aku dirawat di rumah sakit karena jantungku kumat 2 hari lalu.

“saengil chukahamnida, hyukkie-ah!!” senyum donghae yang mengembang membuatku semangat.

“ulljima!!” donghae menghapus air mata haru yang turun dengan lancarnya dari kelopak mataku.

“ne..” aku menghapus sisa air mata itu dengan punggung tanganku. “mana kueku?”

Donghae menggeleng. “yahh.. tadi aku cepat-cepat. Jadi lupa!” jawab donghae dengan wajah polosnya.

“haah??! Hae jahat!!!!!” aku langsung memukul dadanya keras-keras. Padahal aku hanya bercanda. Tapi mendengarnya mengatakan itu dengan tampang polosnya aku jadi kesal sendiri. Pabo hyukkie!!

“yang terpenting bukanlah kue ulangtahun, hyukkie..” donghae memelukku. “kau dengar?”

Degdegdegdegdegdegdegdegdegdegdegdegdegdeg..

Bunyi detakan jantungnya begitu bergemuruh. Dari sinilah kehangatan itu muncul. Kehangatan hati seorang lee donghae yang mencintai seorang berpenyakit bernama lee hyukjae.

 

8 april 2009

 

Your spirit pulls me through

when nothing else will do

everynight I pray on bended knee

and you will always be my everything..

 

Aku mendapat donor jantung!!

Ya tuhan, terimakasih karena akhirnya aku punya harapan lagi! Apalagi pria di sampingku selalu mengucapkan hal-hal yang menarik dan menyuruhku untuk bertahan. Aku bertahan.. aku bertahan.. aku bertahan..

“besoklah pertaruhan nyawamu dimulai. Kemudian, kita bisa dengan mudah memulai hidup baru..” katanya menyemangati.

Semangatnya adalah hidupku..

Tuhan, jangan pernah lepaskan dia dari hidupku..

Malam pun tiba. Aku menyuruh orang terdekatku itu pulang. Aku ingin mendekatkan diriku pada sang pencipta. Aku ingin menyampaikan semuanya ke sang pencipta.

Aku berlutut dibawah kasur tempatku tidur. Aku menggenggam tanganku sendiri dan menundukkan kepala. Memejamkan mata untuk menikmati sensasi luar biasa dari doa itu.

Tuhan, berikan aku kelancaran untuk operasi besok..

Tuhan, berikan kemudahan untuk melupakanku bagi orang-orang yang dicintai setelah aku pergi..

Tuhan, jagalah orangtuaku, dan.. lee donghae..

Tuhan, berikan kesempatan bagi kami untuk bersama lagi..

Amiiiiinn..

 

***

 

Akhirnya pemakaman selesai. Aku bisa tenang karenanya. Aku melihat orang-orang yang memakai baju serba hitam dibawah sana. Orang-orang itu menangisi seseorang yang telah tiada. Menangisi seorang insan yang tidak ada artinya bagi dunia ini. Tidak ada yang bisa dilakukannya seumur hidup..

Seorang laki-laki masih bertahan disitu. Menatap ukiran batu nisan yang namanya tidak asing baginya. Di elus-elusnya batu nisan itu seperti ia mengelus seseorang..

Ia tersenyum, dan sesekali menghapus air mata yang keluar tanpa persetujuannya. Ia berlutut di depan gundukan tanah yang mengubur seseorang. Terus menangisi keadaan.

“hyukkie, kenapa pergi duluan?” tanyanya lembut.

Di-dia menanyakanku?

“kenapa kau tega meninggalkan aku sendirian?” tanyanya lagi.

Yeah, aku baru ingat. Aku sekarang hanyalah arwah yang mengawasinya setiap saat. Aku bisa terbang kemana-mana sesukaku, aku bisa melirik-lirik orang tanpa larangan, aku bisa berjalan-jalan tanpa mempedulikan kesehatanku, jantungku.. karena aku tidak hidup!

Aku masih ingat betapa indahnya cintaku pada orang itu. Aku masih ingat berapa aku sangat menginginkannya hidup berdampingan dengannya. Ohh lee donghae..

“kembalilah..”

Tidak bisa, cintaku..

Aku hanya bisa mengawasimu dari atas sini. Aku tidak bisa kembali! Tapi aku ingin kembali..

“temani pangeranmu..”

Yeah, my prince..

Aku akan lebih ketat menjagamu dari malaikat-malaikat jahat diluar sana.. aku akan menjagamu dari pria atau wanita lain yang lebih menarik daripada aku!

“kau segalanya bagiku, hyukkie..”

Kau segalanya bagiku juga, lee donghae..

“kau senang disana?”

Senang? Aku tidak tahu! Tapi aku lebih senang ketika melihatmu dari sini. Dari dekat sini.

“kalau senang, aku juga!”

Aku senang kalau kau senang

“kalau sedih, akupun sedih..”

Aku janji aku tidak akan membuatmu sedih lagi!!

“hyukkie..”

Ia mengeluarkan air mata lagi. Aku mengulurkan tanganku ke wajahnya, ingin menyeka air mata dari wajah tampannya. Ohh.. tembus! Aku baru ingat sekali lagi..

“berjanjilah kalau kau akan bahagia disana..” ia menyeka air matanya. “berjanjilah kau tidak akan merasakan sakit seperti disini lagi..”

Ok..

“berjanjilah kau akan selalu melihatku, menjagaku dari atas sana..”

I’m beside you, my love~

Donghae meninggalkan sebuah benda. Kertas gambar yang mengawali pertemuan kita! Angin bertiup agak kencang, membuat kertas itu membalikkan dirinya. Terlihatlah gambar-gambar yang mengawali kisah kita. Kertas pertama adalah gambarku saat aku menatap langit.. lalu gambarku yang sedang tersenyum sambil berkacak dada—karena berhasil mengenyahkan pikiran akan siwon. Ketiga adalah gambar dimana aku memintanya untuk melukisku, selanjutnya gambarku saat sedang memakan ice cream, dan terakhir gambarku saat aku di rumah sakit. Tertidur dengan damainya..

 

The loneliness of nights alone..

The search for strenght to carry on..

My every hope have seemed to die..

My eyes had no more tears to cry..

Then like the sun shining up above..

You surounded me with your endless love..

Coz all the things I couldn’t see..

Are now so clear to me..

You are my everything

Nothing your love wont bring

My life is yours alone

The only love I ever known

Your spirit pulls me through

when nothing else will do

everynight I pray on bended knee

and you will always be my everything..

 

~fin..

 

Tuh kan gaje !! dijamin nyesel dah bacanya..

Ini sya bikin karna saya lagi kesel, Cuma dapet naek 1 peringkat dari yang kemaren. Tapi lumayan lah.. haha..

Ini songfic kedua saya yang gagal.. yang pertama juga gagal..

Okay,, thx for ur understanding^^

TWINS HIGH SCHOOL part 1

Title : “twins high school”

Length : chaptered (1/??)

Main cast :

–       2wins Yoo a.k.a park yoo chun & park yoo chan

–       Jo twins a.k.a jo kwangmin & jo youngmin

 

Annyeonghaseyo yorobeun…!!!

Disini semua cast aye jadiin kembar !! no bash, no plagiat, karna ni ff jelek-jelek juga mikir. Ok ???

 

***

 

“ANDWAE!!!!!” teriak sepasang anak kembar keluarga park, park yoo chan dan dan park yoo chun.

“enak aja jadi satu sekolah sama dumb satu itu!” tolak anak perempuan satu-satunya keluarga park, park yoo chan.

“eh, yang ada lo yang dumb!” balas yoochun, anak laki-lakinya.

“udah deh ga usah dibales, loser!”

“eh, yang ada lo tuh yang loser!”

“hahaha.. loser apaan yang ga pernah berenti dapet ranking 1 di kelas?”

“loser apa yang selalu berantem ga jelas di belakang lapangan?”

“oh?! Dumb banget tuh kalo diem terus dipalakin sama choi bersaudara!”

“loser banget kalo di skors seminggu sama guru!”

“dumb tuh yang ga pernah dapet 3 besar di sekolah? Ckckck..”

Mr dan mrs park hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar adu mulut anak kembarnya yang tidak pernah akur. Dari kecil malah. Tidak ada yang bisa mengalah dari keduanya.

Yoochun dan yoochan adalah anak kembar yang perbedaan lahirnya 7 menit. Yoochun yang lebih tua. Anak laki-laki yang satu itu memang tidak sejagoan adiknya yang perempuan.

“sudah bertengkarnya?” tanya mr park dengan nada menyindir, setelah dua anak itu saling membuang muka.

“BELOM!!!” jawab keduanya sambil memberi bogeman jarak jauh.

Mr park memberikan kode kepada istrinya. Setelah itu mrs park langsung masuk ke kamar anak perempuannya.

“jadi?” mr park mencoba memanas-manasi dua anaknya.

“sekali nggak mau, tetep nggak mau!” jawab yoochan.

“mendingan di titipin ke rumah nenek di osaka deh!” jawab yoochun.

“nenek kan baik sama lo. Pantes aja mau sama lo!” kata yoochan sengit.

“heh, ngiri ya? Makanya jadi anak baik!” balas yoochun tak kalah sengit.

“oh?!”

 

***

 

“YOOCHAN, CEPET!!” teriak mr park kesal karena anak perempuannya yang satu itu tidak kunjung datang ke meja makan.

“mau kemana sih? Pagi-pagi udah siap!” tanya yoochun dongkol sambil memasukkan makanan ke mulutnya.

“pagi? Jam 9 dibilang pagi? Ckckck..” balas yoochan yang tiba-tiba datang dan langsung mengambil roti bakar.

“kayak sendirinya bangun paling pagi aja!”

“gue bangun lebih pagi daripada lo, park yoochun!”

“oh yeah?! I don’t care e e e e e e..”

“damn!!”

 

***

 

Setelah selesai sarapan, keluarga park langsung berjalan bersama ke depan rumah untuk menemui mobil audi pribadi milik keluarga. Mereka akan pergi ke suatu tempat yang sudah direncanakan tanpa sepengetahuan dua anak kembarnya. Karena pasti mereka bakal ngamuk kalau diceritakan tempat tujuannya.

Mr dan mrs park duduk di jok depan pastinya. Sedangkan dua anaknya di belakang dengan posisi berjauhan. Mereka berdua memang tidak bisa akur walaupun hanya sehari. Sejam saja belum bisa. Inilah yang membuat orangtua mereka bingung. Padahal jelas-jelas mereka lahir di hari, tanggal, waktu dan tempat yang sama. ASI-pun mereka berbagi. Tapi kenapa tidak bisa akur??

Inilah satu-satunya jalan. Memasukkan mereka ke TWINS HIGH SCHOOL. Sekolah dengan fasilitas yang bagus dan tidak sembarang orang bisa masuk. Bukan uang yang diperlukan disini. Tapi ANAK KEMBAR! Sekolah ini berbeda dari sekolah lain. Bukan hanya karena muridnya anak-anak kembar, tapi untuk menentukan kelulusan juga harus membuktikan ‘chemistry’ anak-anaknya.

Inilah alasan mr dan mrs park untuk memasukkan anak kembarnya ke twins walaupun harus merelakan anak-anaknya yang jauh dari pengawasan. Apalagi anak perempuannya yang lebih jahil dan galak dari anak perempuan lainnya.

“ma, mau kemana sih?” tanya yoochan yang mulai bosan dengan pemandangan dari dalam mobil.

“iya! Sampe bosen disini.” Sambung yoochun.

“dasar plagiat!” kata yoochan sengit.

“mulai deh.. mulai deh..” sindir mr park kesal karena pasti pertandingan adu mulut akan dilaksanakan.

“nanti umma ga bisa liat kalian lagi deh..” kata mrs park tiba-tiba yang membuat 2wins yoo—sebutan anak kembar itu—membulatkan mata.

“maksudnya-umma—“ kata yoochan terbata.

“MAU BUANG KITA?!!!” sambung mereka berdua serempak.

“BUKAAAN!!!” sergah mrs park langsung. “tega banget umma mau buang darah daging umma sendiri.”

“lagian katanya umma nanti ga bisa liat kita lagi. Emang kita mau dititipin ke panti jompo apa?!” kata yoochan.

“HAHAHA.. lo aja tuh yang dimasukkin panti jompo. Kan udah cukup umur!” kata yoochun terkekeh.

“HAHAHA.. sebelumnya lo dulu dong. Kan lo yang lebih tua. Hayooo..” balas yoochan.

“kan kita kembar! Jadi bareng dong..”

“jih enak banget! Ogah amat gue jadi kembaran lo! Ckckck..”

“udah terlanjur lahir chan.. terima aja kali..”

“TAPI KENAPA GA KEMBAR SAMA AVRIL LAVIGNE GITU YANG CAKEPAN?! KENAPA HARUS SAMA ANAK MANJA KELUARGA PARK? CKCKCK..”

“YOOCHAN..!!!!”

Dengan emosi yoochun langsung melempar bantal ke arah yoochan. Tapi langsung ditangkap oleh tangan terampil yoochan.

“hahaha.. anak manja kan pakenya benda! Ckckck..” sindir yoochan yang sukses membuat mr park emosi dan akhirnya menghentikan mobilnya.

“UDAH!!!” teriak mr park. “kalian benar appa buang lho kalo ga selesai-selesai berantemnya!!”

Semua langsung diam.

“yoochan, sini kamu di depan sama appa! Biar ga onar di belakang!” kata mr park.

Mrs park langsung membuka pintu kanan dan bertukar posisi dengan yoochan. Dan akhirnya nyamanlah keadaan di mobil.

Setelah beberapa jam berada di dalam mobil mewah itu, sampailah keluarga park ke sebuah gedung tinggi besar yang megah. Tempat parkir saja mungkin bisa menampung ribuan mobil dan motor.

Keluarga park memasuki pintu gerbang di gedung megah itu. Mata yoochan dan yoochun langsung membulat melihat keadaan gedung. Lapangan serbaguna yang mungkin digunakan untuk upacara, dan beberapa gedung. Tapi bukan itu yang mereka bingungkan. Tapi sebuah tulisan..

“TWINS HIGH SCHOOL?!!!” pekik mereka berdua.

Tiba-tiba dua orang wanita cantik yang tinggi dengan pakaian kembar mendatangi keluarga itu. Dan setelah dilihat baik-baik, dua orang itu KEMBAR!

“annyeonghaseyo..” sapa dua wanita cantik itu santun.

“saya jung hyo min,” salah satu wanita memperkenalkan diri.

“dan saya jung hyo ri..” satu wanita lagi membungkukan badan.

“SELAMAT DATANG DI TWINS HIGH SCHOOL.” Sapa mereka berdua kompak.

“siapa nama kalian?” tanya jung hyo min.

Yoochan dan yoochun saling pandang. Meminta salah satu dari mereka untuk memperkenalkan diri duluan. Karena bosan dengan keheningan ini, mrs park langsung merangkul pundak yoochun.

“yang laki-laki ini park yoochun. Yang perempuan park yoochan. Beda lahirnya 7 menit..” kata mrs park memperkenalkan anaknya.

“WOA~ JARANG SEKALI ADA YANG BERBEDA JENIS!” kata hyo twins itu.

“kita memang beda,” sekarang yoochan bersuara. “yang perempuan jagoan, yang laki-laki MANJA!”

Twins hyo tersenyum menanggapi perkataan yoochan.

“tapi yang perempuan BERANI PAKE OTOT, yang laki-laki BERANI PAKE OTAK!!” balas yoochun sambil menekankan 6 kata yang saling berkaitan.

“lebih beda lagi, yang perempuan PUNYA OTAK dan yang laki-laki PUNYA OTAK TAPI GA DIPAKE!!”

“dan yang lebih penting, yang perempuan OTAKNYA DIPAKE BUAT HAL YANG GA BENER, dan yang laki-laki OTAKNYA DIPAKE BUAT HAL YANG BERMANFAAT!”

“STOOOOOP!!” teriak mr park emosi. “ini ga bakal selesai kalo dilanjut. Umm.. miss, tolong antar anak saya ke asramanya!”

“WHAT?! ASRAMA?!!!” pekik 2wins yoo.

“iya,” jung hyo ri tersenyum. “disini anak kembar akan mendapat kamar yang sama, dan fasilitas yang sama. Tidak peduli perempuan atau laki-laki!”

“what?! Sekamar sama dumber?” tanya yoochan tak percaya.

“ya ampun.. sekamar sama loser?!” pekik yoochun tak kalah heboh (?)

“tapi kasurnya ada 2 kok!” kata jung hyo ri cepat-cepat daripada dua anak itu ribut lagi. “jadi kalian bisa tenang kok!”

“tapi gimana mau tenang deket sama si jagoan ayam itu?!” sindir yoochun.

“yah ma. Yoochun mau mati tuh!” balas yoochan. “cepet selamatin! Nanti keburu is det tu anak!”

“umm.. kita langsung ke asrama aja yuk. Orangtua-nya mau ikut?” tanya hyo min.

“i-iya..”

 

***

 

Sore pun tiba. Mr dan mrs park sudah pulang ke rumah kembali dan meninggalkan dua anak kembarnya di asrama THS *author ketauan males tulis nama* dan suasana pun berubah tegang. Sebelumnya mereka belum pernah berada pada ruangan yang sama. Sekolah saja mereka berbeda.

Sebelumnya, yoochan dan yoochun bersekolah di SMA DaeHam *author ga punya nama lain yang lebih bagus* tapi yoochan dikeluarkan dari sekolah karena ketahuan sedang bertengkar melawan geng brandal di sekolah lain. Akhirnya kedua orangtuanya memutuskan untuk memindahkan mereka berdua ke sekolah baru yang bagus itu setelah mereka pisah sekolah selama 3 minggu.

“keluar ahh~” kata yoochan dan langsung berdiri dari kasur.

“ehh, ikut!” ujar yoochun.

Yoochan tersenyum jahil. “ehm ehm.. anak mami takut nih.. kasiaaaan~”

“g-gue kan pengen nyari temen!”

“eh, anak manja ini mau punya temen juga yah? Kirain temennya sama boneka barbie atau teddy bear!!”

“KYAA~ MATI LO CHAN~!!!!”

 

***

 

Malam…..

Waktunya makan!!

Anak-anak twins high school langsung berhamburan keluar asrama dan berkerumun di ruang bawah. Ruang bawah adalah ruangan yang penuh makanan. Ada berbagai macam makanan yang disajikan disitu. Mereka tidak perlu membayar. Tapi orang tua yang membayar setiap bulannya. Mereka juga makan bersama di tempat yang hampir sama dengan kantin. *bayangin BBF deh XD

“hai!” seorang lelaki menyapa yoochan yang akan memasukkan makanan ke mulutnya.

“kenapa?” tanya yoochan tanpa senyum kepada lelaki itu.

“b-boleh duduk disini?” tanyanya.

Yoochan mengangguk. “silakan! Ga ada yang nempatin kok!”

Lelaki itu langsung menaruh nampannya di meja dan duduk di tempatnya. Ia tersenyum terus hingga membuat yoochan kehilangan napsu makannya.

“siapa nama lo?” tanya yoochan to the point.

“jo kwangmin!” jawab lelaki itu malu-malu. “lo?”

Yoochan mengulurkan tangan. “park yoochan.”

Lelaki manis bernama kwangmin itu membalas uluran tangan yoochan. Ia lalu tersenyum malu-malu(in) sambil menundukkan kepala.

“kelas berapa?” yoochan lagi sambil memasukkan sesendok kecil ice cream ke mulutnya.

“X-5. ka-kamu?” tanyanya balik.

“jangan aku-kamu ah! Geli!” kata yoochan. “anggep aja kita udah kenal. Jadi bilang aja lo-gue.”

“i-iye..” kwangmin mengangguk. “lo-kelas-berapa?”

“yaelah kaku banget sih min!!” kata yoochan kesal. “nada biasa kalo lo ngomong sama kembaran lo aja ngapa!”

Kwangmin menyedot jus alpukatnya. “itu dia! Aku sama youngmin kan ngomongnya setengah-setengah!”

Yoochan mengangguk-angguk tak mengerti sambil memasukkan beberapa sendok es ke mulutnya.

“jadi kembaran lo namanya youngmin? Jadi gue kudu panggil lo kwang dong kalo mau nyingkat. Kalo gue panggil min malah ge-er tu kembaran lo!” kata yoochan dengan logat khas-nya.

“i-iya. Aku sama youngmin beda 6 menit.” Katanya. “a-aku sama youngmin beda banget!”

et dah ni orang. Disuruh bilang lo-gue tetep aja kamu-aku! Emang kita pacaran apa? Batin yoochan kesal.

“gue sama yoochun juga beda!” kata yoochan langsung. “gue jagoan, nah laki satu itu manjanya minta digetok! Tadi aja hampir nangis Cuma gara-gara perang bantal di mobil! Ckckck..”

“ke-kembaran kamu—cowok?” tanya kwangmin malu-malu.

“ya ampun kwang.. gue udah bilang jangan panggil aku-kamu!! Geli tau gak?! Serasa dunia sempit!” kata yoochan protes. “iya kembaran gue cowok. Tuh lagi dikerubungin 3 cewek!” pandangan sengit yoochan mengarah pada meja nomor 18 yang dihuni 4 orang.

“keliatan banget playboy-nya..” kata kwangmin.

“playboy sih. Tapi yah.. kalo udah deket gue keliatan banget cengengnya. Liat aja tuh mukanya! PALSU~!!!”

Kwangmin tersenyum memandangi wajah jengkel gadis yang baru dikenalnya itu. Gadis yang cukup manis, pikir kwangmin. Tapi juga sok akrab. Udah serasa dunia ini miliknya aja!

“nambah lagi boleh gak sih?” tanya yoochan karena persediaan es-nya tinggal tempatnya saja.

Kwangmin hampir tidak bisa menelan saking kagetnya. Ini cewek beneran apa bukan sih?

“ya udah ya kwang. Gue ke kelas kamar dulu! Masih laper sih! Bye~~”

“bye juga~”

 

***

 

“pokoknya lo yang di sofa!!”

“eh, lo kan cowok, micky!!”

“eh, jangan panggil pake nama amrik ah!!”

“kenapa? Takut ketauan ya kalo lo ga pantes jadi american boy?”

“yaudah, nicky, lo di sofa ya!! Kan lo tau gue manja!”

“oh?! Iya deh buat anak MAMI pasti DIBOLEHIN! Daripada minta balon bentuk dirigen minyak!”

Yoochan langsung duduk di sofa. Ia mengeluarkan i-podnya dan memasang headphone ke kupingnya. Setelah itu ia menyambar PSP yang tadi ia sembunyikan di bawah bantal jumbo sofa merah itu.

Yoochun memandangi saudara kembarnya yang sedang asyik dengan dua benda kesayangannya—hasil dari tabungannya selama beberapa bulan. Ia lalu mendekatinya dan mengubah keputusannya.

“udah gue di sofa! Sekali-kali aja!” kata yoochan.

“nggak! Gue cowok, gue yang harusnya di sofa!” kata yoochun sambil menarik tangan saudara kembarnya.

“baru nyadar cowok?” yoochan menyeringai nakal. “karna ini malem, gue jadi cowok. Jadi kita impas! Lo di kasur, gue di sofa.”

“nggak!! Nanti gue yang dimarahin!”

“ehh, nggak!! Nanti gue yang urus. Jadi, lo di kasur! Cepet!! Udah jam 10. ngantuk gue mau tidur!” yoochan merebahkan dirinya di sofa. “selimut!!!”

 

***

 

Jam weker yang berjumlah 10 buah dipasang di kamar asrama milik 2wins yoo. Jadi jam 5 pagi jam itu akan berteriak keras membangunkan sang empu yang masih terlelap. Apalagi 2wins yoo termasuk anak-anak yang susah bangun pagi.

Yoochan bangun lebih dulu dari kembarannya—seperti biasa. Ia lalu membangunkan yoochun dengan cara apapun.

“eh dumber, bangun!!” kata yoochan.

“hooaaaammm.. 5 menit!!” tawar yoochun.

“shittttt damn!!”

Yoochan masuk ke kamar mandi yang tersedia di kamar. Ia lalu keluar lagi membawa segayung air dan menyiramkannya tepat di wajah yoochun.

“bangun.. bangun.. bangun.. pemales..!!” yoochan menampar-nampar pipi yoochun dengan keras sampai anak itu terbangun. Lalu kembali masuk kamar mandi sebelum ditampar balik.

“KYEA~!! TANGGUNG JAWAB LO CHAN KASUR BASAH..!!”

 

***

 

Hari pertama 2wins yoo sekolah di twins high school memberikan kesan yang baik di awal. Dari murid-muridnya yang semuanya kembar—dan duduk di satu meja yang sama, guru pengajarnya juga kembar walaupun dua-duanya tidak mengajar di satu kelas.

“hai, yoochan!” sapa seseorang pada yoochan saat gadis itu sedang membaca buku.

“eh, kwangmin!” balas yoochan sambil tersenyum. Ia menyuruh yoochun untuk menyingkir dari bangkunya dan mencari tempat lain sementara karena ia dan kwangmin akan mengobrol panjang lebar.

“ka-kamu X-5 juga?” tanyanya tak percaya.

“kalo gue disini berarti iya dong..” jawab yoochan geram.

“umm.. oh ya, ke-kembaran aku mau kenalan sama kamu!” kwangmin menunjuk satu laki-laki yang sedang duduk di barisan kedua dari depan yang sedang menatapnya dengan tajam.

Laki-laki yang menjadi objek itu langsung berdiri dari bangkunya dan mendatangi bangku tempat yoochan dan kwangmin duduk. Ia mengulurkan tangan dan tersenyum.

“jo youngmin!” katanya to the point.

Yoochan membalas uluran tangannya. “pasti tau kan nama gue!” yoochan langsung melepaskan uluran tangannya.

“d-dia yoochan. Park yoochan!” kata kwangmin memperkenalkan yoochan.

“iya. Eh, lo kembarannya yoochun ya?” tanya youngmin langsung akrab.

“iya! Orang sejagat kuburan juga tau gue sama yoochun kembar. Emang kita mirip ya?” tanya yoochan heran.

Youngmin tertawa kecil. “nama kalian mirip sih. Dan anak-anak lagi pada heboh ngomongin lo berdua!”

Yoochan membulatkan matanya. “what?! Emang gue sama yoochun punya skandal apa sampe pada heboh? Apa karna gue tidur di sofa tadi?”

“mwo-a?!!” pekik jo twins bersamaan.

“bukaaaan!!” kata youngmin buru-buru. “kalian kan kemaren datengnya heboh banget. Jadi digosipin deh! Apalagi sama trio itu!”

“trio itu?” tanya yoochan. “siapa?”

“dasar murid baru!” tiba-tiba yoochun datang dan langsung menoyor kepala kembarannya. “trio itu tuh ji yeon, ji young sama ji hye! Mereka kembar 3!”

“what?! Kembar 3? Ga mabok tuh emaknya?” pekik yoochan yang lebih bagus dibilang candaan.

“ye ini anak!” yoochun menoyor kembali kepala kembarannya. “ranking 1 se-DaeHam kok gitu aja gatau? Cckck..”

“ehh, gue diemin lo ye! Nanti di kamar gue obok-obok tu perut lo biar gue sumbangin tu bagian dalemnya ke orang yang membutuhkan!” ancam yoochan sambil menonjok pelan perut yoochun.

“HAHAHA.. GA MEMPAN!!”

 

TTTIITTTTUUUUUTTTTEEEEETTTTTOOOOOTTTTTTT… *ngga banget dah bunyi belnya

Bel masuk berbunyi. Anak-anak kelas X-5 berlarian ke tempatnya masing-masing. Yoochan dan yoochun berada di meja paling belakang karena mereka datang terlambat. Mereka juga saling menjauhkan kursi karena tidak mau terlihat ‘mesra’ seperti pasangan lainnya. Seperti pasangan trio ‘ji’ yang duduk bertiga di satu meja, atau double ‘yong’ yang berjenis sama dengan yoochan dan yoochun.

Tap! Tap! Tap!

Seorang guru pria dengan gayanya yang keren masuk ke kelas X-5 dan langsung menyambut dengan senyuman manisnya. Para wanita di kelas langsung meleleh dibuatnya—tentu saja kecuali yoochan yang menganggap cowok bukanlah orang yang harus disuka atau dicinta.

“annyeonghaseyo yorobeun..” sapanya ramah. “annyeonghaseyo dua murid kembar baru yang ada di belakang!”

Yoochan dan yoochun langsung duduk tegak di tempatnya.

“silakan perkenalkan diri kalian di depan sini!” kata guru itu.

Yoochan dan yoochun langsung berdiri dari tempatnya. Mereka berjalan dengan cool ke depan. Para murid yang lain hanya bisa melebarkan mata dan menganga lebar melihat pemandangan itu.

“annyeonghaseyo yorobeun, naneun park yoochan imnida. Bangapseumnida^^” yoochan memperkenalkan diri lebih dulu karena ia kalah bermain suit tadi sebelum guru tampan itu masuk.

“annyeonghaseyo yorobeun, naneun park yoochun imnida. Bangapseumnida^^” yoochun membungkukan badannya sambil tersenyum manis. Membuat para wanita di kelas langsung berteriak kagum.

Oh my god.. kenapa berisik banget sih ini anak-anak? Cuma ada 27 anak aja berisiknya kaya gini. Ckckck.. batin yoochan.

“siapa yang lebih tua?” tanya guru itu.

“saya!” yoochun langsung menjawab. “aku 7 menit lebih dulu dari dia.”

“dan dia lebih cengeng dari lelaki manapun!” kata yoochan—membeberkan rahasia.

“eh, jangan ngajak berantem deh!” bisik yoochun.

“ok.. ok..” guru tampan itu mengelus pundak dua anak itu. “umur kalian?”

“14!!” jawab mereka serempak.

“14 tahun china. Jadi kita masih 13 tahun di tahun sebenarnya.” Kata yoochan mewakili kembarannya.

Semua murid langsung bertepuk tangan ria karena kaget ada anak yang dibawah umur seperti mereka.

“nama bapak siapa?” tanya yoochan langsung.

Guru tampan itu tersenyum. Ia baru akan menjawab pertanyaan itu ketika seorang guru yang tampan juga, dengan tinggi yang semampai pula, ia masuk ke ruang kelas memberikan lampiran dari kepala sekolah.

“kembar?” tanya yoochan pada dua guru tampan itu.

Dua guru itu saling pandang. Lalu tersenyum dan memandang yoochan dengan tatapan khas gurunya.

“saya siwon. Choi siwon!” guru kelas X-5 memperkenalkan diri pertama kali.

“saya seung hyun!” guru yang baru datang itu tersenyum.

“dia murid termuda disini, hyun!” kata siwon. “yang perempuan yoochan, yang laki-laki yoochun.”

“oh.. bangapseumnida!” kata seung hyun tersenyum.

“ne..” jawab yoochan tanpa malu.

“n-ne..” dan jawab yoochun malu.

“ok. Cuma nyerahin lampiran dari pak yunho. Sudah ya!” seung hyun lalu keluar dan kedua murid baru dipersilakan duduk kembali.

 

***

 

Perjalanan si kembar di hari itu tidak berhenti sampai di situ. Masih banyak yang perlu diceritakan. Hanya saja bukan di part ini..

See y’all next chap..!!!

TBC

“101 vs 505” prolog

::PROLOG::

BREAKING NEWS :

“PARK MIN SEUL, ISTRI DARI HWANG LEE HYUN, PEMIMPIN AGEN 101 DITEMBAK MATI TADI MALAM DI PASAR MALAM KOTA SEOUL YANG SEDANG RAMAI-RAMAINYA. DIA DITEMBAK TEPAT DI KEPALANYA YANG MENYEBABKAN DIA MENINGGAL DI TEMPAT”

NEWS.COM :

“… DIA DITEMBAK MATI DIBAGIAN KEPALA OLEH ORANG BERMASKER HITAM YANG MENUTUPI WAJAH SEHINGGA SULIT UNTUK DILACAK PEMBUNUHNYA…”

KOREAN MAGAZINE :

“…JENIS PELURU YANG MENANCAP DI KEPALA KORBAN ADALAH PELURU DARI PISTOL TERBARU YANG SANGAT CANGGIH. GOSIPNYA, ORANG ITU ADALAH SURUHAN DARI AGEN 505…”

***

Begitulah penggalan berita dari TV, online, dan media cetak yang membicarakan tentang kematian Park Min Seul, istri dari Hwang Lee Hyun. Dia ditembak mati di bagian kepala yang disaksikan anaknya sendiri, Hwang Chan Mi. dia ditembak dari jauh sehingga dia tidak mengetahui siapa yang membunuh ibunya. Sekarang, anak itu tidak bisa menerima pangilan atau wawancara karena dia masih shock.

***

Hwang’s family home

Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Hwang. Mrs Hwang meninggal mengenaskan dengan darah yang selalu keluar dari kepalanya. Sekarang jenazahnya disemayamkan di rumahnya. Chansung, anak tertua korban hanya bisa memandangi wajah ibunya yang telah tertidur di petinya. Sedangkan Chanmi, anak bungsu mereka hanya menangis di pelukan kakaknya.

“Chanmi-ah, ulljima!” kata Chansung menenangkan adiknya itu.

“Chansung-ssi, dipanggil hwang ajusshi!” kata Jae Joong, kakak sepupu Chansung. “Ditunggu di ruangannya!”

“Chanmi?”

“Biarkan dia denganku!” Jae Jong mengambil alih Chanmi dari pelukan Chansung. Dia memeluk adik sepupunya itu erat.

_mr.Hwang’s room_

“Chansung-ssi, aku yakin kau bisa melakukan ini!” kata mr.Hwang dengan wajah sedih. “Aku tidak bisa mengerjakan tugas agen sekarang!”

“Appa, aku masih 16 tahun! Aku masih terlalu kecil! Suruh saja Jae Joong hyung!” kata Chansung.

Mr.Hwang membuka kacamatanya. Dia menatap Chansung penuh harap. “Aku mau kau, Chansung! Aku percaya kau!”

“Appa, tapi—“

“No, Chansung. You’re the best! Keep the faith!”

“Appa—“

“Chansung, please. Jae Joong dan kau sudah kupertimbangkan. Aku lebih percaya kau!”

“Iya. Kau percaya karna aku anakmu, iya kan?”

“Hwang chan sung—“

“Appa.. please. Aku masih harus mengurus klub basket!”

“Itu urusan gampang! Ingat, agen ini! Agen ini untuk menyelamatkan Korea Selatan!”

“Tapi appa—“

“Masa depan Korea Selatan, ada di tanganmu! Sebentar lagi gencatan senjata akan berakhir!”

Deg—

Degup jantung chansung serasa berhenti sementara. “Gencatan senjata akan berakhir!”

***

Di sisi lain..

“Wow.. lemah juga pertahanannya!” kata Seung Hyun yang sedang melihat berita di koran. “Masak hanya segitu dia sudah kalah? Kemana saja dia?? Haha..”

“Ya! Seung Hyun-ah, ini..” Siwon menunjukkan gambar seseorang di komputer. “Ini sasaran utama kita!”

“Mwo? Kenapa dia?”

“Hyung-aa!!” teriak seorang lelaki yang tak lain adalah Min Hwan, adiknya. “Kembalikan!! Itu pistolku!!”

“Ya! Minhwan-ah, appa memberikannya untukku! Bukan untukmu!!” teriak kembarannya, Minho.

“Minho-ssi, kembalikan!!”

“Aniyo! Ini punyaku! Aku yang pantas!!”

BRAK!!

Pintu digedor yang menghasilkan suara yang sangat keras.

“Ada apa hyung?” tanya Minho dan Minhwan bersamaan.

“Berisik tahu!!” geram Seung Hyun emosi.

“Mianhe, hyung! Minho mengambil pistolku!” kata Minhwan sambil menunduk.

“Minho, Minhwan!!” kata Siwon dengan suara pelan. “Kembalikan pistolku!”

“Mwo? Ini pistol kan untukku!” bantah Minho.

“Bukan!! Ini untukku! Lihat saja M!!” timpal Minhwan.

“MINHO.. MINHWAN!!!” teriak Siwon geram.

Minho menyerahkan pistol itu pada Siwon yang diterima Siwon dengan tatapan dingin. Lalu Siwon dan Seung Hyun meninggalkan kamar adik kembarnya.

**sekilas info**

Satu-satunya orang yang boleh memakai komputer di Korea Utara selain penguasa/petinggi korea utara adalah keluarga penguasa agen 505. dan juga untuk agen 505 untuk kepentingan negara.

(back to story)

“Siwon hyung, kenapa dia yang jadi sasaran?” tanya Seung Hyun sambil menunjuk foto seorang laki-laki SMA di komputer.

“Nanti kau juga tahu! Kau cari saja sendiri!” jawab Siwon sambil memakai jas yang dari tadi menyentel di kursinya. “Aku ke markas dulu! Ajarkan Minho dan Minhwan!”

“Mwo? Kenapa aku?”

“Kau yang lebih keras! Seunghyun-ah, lakukan yang terbaik!”

“Shit!!”

***

Di kediaman keluarga Hwang, pelayat-pelayat dari segala penjuru kota datang. Kerabat dari korban juga datang.

“Kasihan dia!” komentar salah satu pelayat.

“Iya! Apalagi anaknya masih remaja! Belum terlalu dewasa!”

“Katanya dibunuhnya di depan mata anaknya ya?”

Itulah komentar-komentar dari beberapa pelayat yang datang. Mereka menatap dua anak dari korban yang terdiam di depan peti ibunya.

“Chanmi, terimalah! Ini takdir!” kata Jae Joong menenangkan adik sepupunya itu.

“Jae hyung, don’t say anything to Chanmi, please!” kata Chansung tanpa menatap Jae Joong.

Chanmi berlari meninggalkan peti ibunya diikuti kakaknya dibelakang. Dia berlari ke kamar.

“Chanmi-ah,” panggil Chansung.

TOK.. TOK..

Pintu kamar diketuk seseorang.

“Chansung-ssi, ke ruanganku!” kata mr Hwang.

“Ne, appa!”

@mr.Hwang’s room

“Kau siap?” tanya mr Hwang pada anaknya yang menatap datar di ruangan itu.

“Semoga!” jawab Chansung singkat.

Mr Hwang menepuk pundak Chansung. “Chansung-ssi, sasaran selanjutnya aku! Lindungi aku! Kau tak mau kan kehilangan orangtua lagi?”

Chansung terdiam. Dia teringat ibunya yang meninggal saat dirinya sedang memeriksa sesuatu bersama ayahnya.

“Chansung-ssi, ku mohon..”

“Aku belum siap!”

“Kenapa? Kau sudah kuajari strategi perang! Kau sudah ku ajari tugas agen, kau sudah ku ajari menembak yang baik! Kau sudah ku ajari semuanya. Apa lagi yang kau takutkan?”

“Aku takut kehilangan teman!”

“Tak ada istilah teman di agen! Yang ada tim, dan musuh!”

“Itu sebabnya aku takut kehilangan—“

“Sssttt.. trouble is a friend! Makannya aku tak suka kau mengajak teman-temanmu ke rumah!”

Besoknya..

BRAK!!

BRAK!!

BRAK!!

Barang-barang yang ada dilempar ke penjuru ruangan kecil berdinding biru itu. Chanmi pelakunya! Dia masih kesal dengan perlakuan pembunuh itu! Dia masih teringat semua yang terjadi.

“Chanmi-ah!!” mr hwang mencoba menghentikan perbuatan anaknya itu. “Chanmi, apa-apaan kau??”

Chanmi berhenti melempari barang-barangnya. Dia menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca.

“Aku tahu kau kesal. Aku tahu kau benci dengannya. Aku tahu kau ingin balas dendam! Tapi—“

“Tapi apa? Aku ingin ikut omma!!” kata Chanmi sambil melempar boneka beruang besar dari ibunya.

“Ani, Chanmi-ah! Ayo! Aku punya cara yang tepat untukmu membalas dendam! Tapi, tunggu sampai umurmu 18 ya!”

Chanmi berhenti. Dia menatap ayahnya yang sekarang tersenyum memandanginya. Mr Hwang merangkul putri kecilnya yang masih duduk di bangku SMA kelas 1 itu.

“Chansung-ssi!” panggil mr Hwang kepada anak lelaki pertamanya. “Tugasmu dimulai sekarang!! Pulang sekolah nanti!”

“Tapi appa—“

“Sekarang!! Masa depan di tanganmu!”

“Appa—“

“Chansung-ah, untuk apa semua itu kalau bukan untuk kepentingan agen ini? Hah? Ingat, pulang sekolah!!”

“Appa!!! Aku ada rapat pengurus tim!! Tim-ku akan mengikuti lomba di brazil nanti!!”

“Aku tak butuh alasan! Oh ya, berikan izin untuk Chanmi! Dia akan ku ajari sesuatu! Ok?”

Mr Hwang lalu pergi bersama chanmi keluar. Chansung yang sedang menyuap roti ke-6-nya langsung terdiam. Tak mengunyah makanan yang menggugah selera itu.

“Shit!!” geram Chansung sambil memukul meja. Mendingan aku berangkat daripada disini! Heu.. melelahkan!! Kenapa harus aku??

@ 505

“Shim Changmin-ssi, you’re so..!!” kata Siwon bangga sambil menepuk pundak Changmin, anak buah kesayangannya. “Ternyata tak sia-sia aku mengajarimu melakukan itu!! Sebentar lagi kemenangan milik kita!!”

“Yup! Changmin-ssi, bagaimana kau melakukannya?? Sepertinya dari dulu Siwon hyung hanya mengajarimu menembak dari jarak 2 meter! Siang hari lagi! Kenapa kemarin sampai 10 meter? Gelap lagi!” tanya Seung Hyun.

“Ah.. hyung! Aku hanya memakai otak encerku ini!” kata Changmin bangga.

“Ouh.. aku baru tahu kalau kau punya otak seperti itu! Haha..”

Orang-orang agen 505 sedang menikmati masa kejayaannya. Mereka merayakannya dengan meminum soju dan wine!

“Oh my.. aku sampai lupa!” kata Seung Hyun. “Kita harus memanfaatkan kesempatan ini! Aku akan ke selatan untuk mengambil itu! Ada yang mau temani? Aku butuh sekitar.. umm.. 15 orang!”

“Aku!” kata Dong Wook.

“Aku!” kata Siwon.

“Aku juga!” kata Ki Kwang.

“4 orang! Ada yang mau lagi? Eh.. 20 orang saja! Lebih banyak lebih baik!” kata Seunghyun. “Ji Yong!!”

Ji Yong kaget dan menoleh ke arah Seung Hyun. “Ne?”

“Ok. 5 orang! 15 orang lagi?”

“Minho, Minhwan!” usul Siwon.

“Mereka terlalu kecil!” bantah Seung Hyun.

“Biar bagaimanapun, aku yang lebih dewasa!” kata Minho kesal karna disamakan dengan Minhwan.

“Ok, biar bagaimanapun juga, dia sudah lebih baik! Pilih dia!” kata Siwon.

“Ok. 6 orang!”

“Aku!” Jonghoon mengangkat tangan.

“Semua ketua harus ikut!!” kata Seunghyun.

“Hyung, aku ikut dong!!” kata Minhwan.

“Minhwan, kau belum dewasa!” kata Siwon.

“Tapi Minho—“

“RUBAH SIKAPMU!!” bentak Seung Hyun emosi.

“Changmin??” usul Dongwook.

“Iya juga! aku lupa! I’m sorry!” kata Seunghyun.

Changmin membalas dengan senyum. “Kenapa Seungri tak ikutan saja?”

“Mwo??” Seungri menatap Changmin dengan tampang babo. *dicincang vi*

“Ok. Siapa lagi yang mau?”

@ 101

“Sepertinya ketua agen ini akan diganti!” kata Jae Joong.

“Diganti?!? Kenapa?” tanya jun hyung tak percaya.

“Kau tahu? Setelah istrinya meninggal, dia merasa dialah incaran selanjutnya! Makannya ketuanya diganti!”

“Oo.. begitu!” kata orang-orang di ruangan itu.

Suasana markas besar agen 101 sangat sepi. Beberapa anak buah sedang menjaga markas masing-masing dan beberapa lagi sedang menjaga tempat penyimpanan senjata.

@ Chansung’s school

“Sung-ah?” kata Chae Rin bingung. “Kau ada masalah?”

“Banyak!” jawab Chansung dingin.

“Oh.. mian. Ternyata sedang marah!” Chae Rin bersiap meninggalkan kelas.

“Ya! Chae rin-ah! Menurutmu, apa susah menjaga agen itu?”

“Ani. Sama sekali tidak! Malah menyenangkan!”

“Appa bilang, tak ada istilah pertemanan disitu!”

“Iya. Hanya istilah! Tapi kau masih boleh berteman! Kenapa tidak?”

Chansung diam. Chae Rin juga.

“Oh ya,” kata Chae Rin membuka pembicaraan lagi. “kenapa kau bertanya itu?”

“Umm.. tak apa!”

Chae Rin mendekatkan mukanya ke muka Chansung. Chansung menatap Chae Rin aneh. Dia merasa Chae Rin akan menciumnya.

“Chae Rin-ah? Apa yang kau lakukan?” tanya Chansung geram tanpa membuka matanya.

“Kau disuruh ayahmu jadi anggota 101 ya?” tanya Chae Rin penuh selidik.

Chansung membuka matanya. “Kok tahu??”

“Chae Rin gitu! Apa posisimu? Anggota biasa or..?”

“Ketua inti..”

“Mwo?” Chae Rin tertawa kecil. “Tak salah?”

“Kenapa memangnya? Kau tak suka??” ”Bukan begitu!! Kan ada Jae Joong oppa yang bisa diandalkan!! Kenapa dia memilihmu?”

“I don’t know! Mungkin karna aku anaknya, jadi dia tak mungkin menyerahkan jabatan itu ke orang lain!”

“Chansung-ssi, pakailah kesempatan ini!!”

Chansung mempertimbangkan nasihat Chae Rin. Sebelum memutuskan, Chae Rin mengajak ngobrol lagi.

“Kemana Chanmi? Masih shock-kah?”

“Ya, begitulah! Tadi kamarnya diberantakin. Bisa kupastikan saat itu dia benar-benar depresi!”

“Pastilah! Kau tak tahu kan hati anak sekecil dia? Anak 13 tahun yang masih harus mendapat bimbingan ibu, tiba-tiba ibunya pergi meninggalkannya selamanya?”

Chansung kembali mendapat pelajaran berharga dari Chae Rin. Betapa adik kecilnya itu shock karena ditinggal tiba-tiba.

“ya!! Chansung-ah!” kata chae rin sambil melambai-lambaikan tangannya di depan mata Chansung.

“Eh?”

“Bengong!”

“Wae?”

“Dipanggil juniormu!”

“Chansung hyung, semua sudah berkumpul!” kata Junsu.

“Umm.. ok.. kau tunggu saja!” kata Chansung sambil tersenyum. Lalu mengalihkan pandangan ke Chae Rin. “Dasar!!”

“Waeyo? Au..” Chansung menjitak keras kepala Chae Rin. Chae rin lalu balas menjitaknya. Tapi Chansung lari lebih cepat. Jadi tak kena.

@ meeting’s room

“Mianhe, aku telat!” kata Chansung mengawali pembicaraan. “Umm.. kalian tahu kan sebentar lagi akan di adakan lomba di Brazil? Dan kita berhasil mendapatkan kesempatan kesana!”

“Ne!!”

“Karna aku sudah kelas 3, aku tidak bisa lagi ikut perlombaan ini. Sayang sekali~ padahal aku ingin sekali kesana. Tapi, aku mengharapkan kalian bisa melakukannya! Aku akan mengajari kalian sampai bisa! Sampai jago!”

“Jinja? Ow.. oke!!” komentar salah satu junior.

“Now, ayo ke lapangan!”

@ field

“Karna kalian akan menghadapi remaja di tempat lain yang tentunya perawakannya lebih tinggi, ini caranya! Kalau kau ingin..” belum sempat Chansung menjelaskan, HP-nya berbunyi. “Mian, sebentar ya. Ok?”

Chansung keluar lapangan untuk berbicara pribadi pada ayahnya.

“Ne, appa?”

“Chansung-ssi, kenapa kau tidak ke markas??”

“Haruskah?”

“Chansung-ssi—“

“Suruh saja Jae hyung untuk sementara! Aku sibuk!”

BIP—

Sambungan telpon diputus paksa Chansung. Saat Chansung akan memasuki lapangan lagi, telponnya berbunyi lagi.

“Appa—“

“CEPAT KE MARKAS ATAU KAU KUBUNUH!!”

“Ne.. ne appa!!”

Chansung kembali ke lapangan dengan wajah pucat.

“Mianhe, yorobeun. Aku ada urusan mendadak. Yah.. biasalah appa-ku selalu mencampuri urusannya padaku. Mianhe..”

“Ne, hyung!” kata semua serempak.

“Hyukkie, kau kan biasa menonton NBA, pasti kau bisa! Ok? Bye all.. aku janji besok akan kesini!!”

Chansung keluar gedung sekolah. Disana ia sudah disambut oleh lelaki-lelaki kekar berbaju serba hitam. Mereka memakai kacamata hitam juga.

Apakah orang ini mau membunuhku?  Pikir Chansung.

“Tuan Chansung,” panggil salah satu lelaki. Lelaki yang lain membukakan pintu di satu mobil sport warna hitam. Dan keluarlah seorang lelaki yang ia kenal.

“Appa?” Chansung menganga tak percaya. Mr Hwang memberi senyum dingin.

“Aku akan mengantarmu ke markas! Kau harus memperkenalkan diri pada yang lain kalau kau adalah ketua inti baru!”

“Appa—“

“Masuk!!” appa memberi kode pada seorang bodyguard untuk membukakan pintu mobil sport-nya. “Kau tak mau naik yang hitam? Naik saja yang lain? Mau yang merah? Atau—“

“Terserah!!”

@ 505

“Ok, nanti malam kita akan adakan perpindahan sementara! Siapkan semuanya untuk keperluan itu!” perintah Seung Hyun.

“Ne!!”

“Sekarang, kalian boleh balik ke markas kelompok! Laksanakan!!”

“Siap!!”

Tinggallah di ruangan itu 2 orang, Seung Hyun dan Siwon.

“Siwon hyung, kenapa kau menunjuk orang itu untuk di bunuh? Untuk jadi incaran?” tanya Seung Hyun yang masih bingung karna Siwon menunjukkan foto anak lelaki SMA.

“You must find out, boy! Ok?” Siwon tetap tidak memberi tahu. Yang membuat Seung Hyun selalu kesal. Why don’t you tell me bro??

***

Chansung sudah sampai di depan markas besar agen 101.

“Pakai ini!” mr Hwang memberikan pakaian warna hitam yang sangat mencolok.

“Appa, bagaimana bisa aku memakai pakaian jelek ini?”

“Hwang Chan—“

“Ne.. ne..” Chansung lalu masuk ke kamar ganti untuk mengganti pakaian sekolahnya sebelum masuk ke ruangan meeting.

“Keren!” komentar Chanmi yang ikut turun juga.

“Chanmi!!”

“Ayo ke ruangan!! Semua sudah menunggu!” kata mr Hwang.

Mereka bertiga lalu berjalan ke lantai 14, tempat pertemuan para anggota agen. Orang-orang agen sibuk membicarakan tentang hal-hal yang tidak jelas.

“Perhatian!” kata jae joong. “Agen 101 akan memperkenalkan anggota baru yang juga akan menjadi ketua inti!” semuanya terdiam. “Ok, hwang ajusshi..”

Hwang Lee Hyun dan 2 anaknya masuk. Semuanya terdiam dan membisu melihat 2 anak yang belum dewasa itu.

“Chansung!!” mr Hwang memberi kode pada Chansung untuk memulai berbicara.

Chansung berdehem sejenak untuk melegakan tenggorokannya. “Annyeonghaseyo. Naneun Hwang Chan Sung imnida. Aku adalah..”

DOR !! DOR !!

Suara pistol itu mengagetkan semua orang yang ada di markas besar itu. Siapakah pelakunya? Ternyata..

TBC